
Judul:TEMAN SEMASA KECIL RAO?
By. :@Mitsuki776
"biar aku saja.."ucap Vallerie penuh keyakinan namun pengajuan dirinya langsung di tolak tegas oleh Rao. "tidak!!"ucap Rao tegas. "ada apa lagi denganmu Rao!! ini tentang pedangku! ini juga tentang kerajaanku yang masih ada di tangan Yuzhi kamame!!"ucap Vallerie sedikit berteriak, mendengar itu Rao menunduk lalu kemudian mencengkram kuat kedua bahu Vallerie
"aku tidak mau terjadi sesuatu padamu!!"ucap Rao sedikit kencang, mendengar itu orang orang di dalam Ruangan sana terkejut, pasalnya Rao tidak pernah peduli pada siapapun kecuali ibundanya, "Rao.. aku bisa melakukanya, menyusup adalah keahlianku!, lagipula aku juga punya senjata rahasia yang tidak akan pernah di ketahui siapapun!"ucap Vallerie mencoba memberi pengertian, "aku..."ucap Rao ragu
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
mendengar penuturan Vallerie semua orang di dalam ruangan itu terkejut, mereka tahu bahwa Vallerie adalah putri dari kerajaan Ocktavia yang tidak memiliki kemampuan apapun, terutama Kayla yang tahu betul bahwa adiknya itu sering sekali di katai bodoh oleh ayahandanya.
"Rao.. biarkan aku melakukanya..."ucap Vallerie mencoba untuk lembut. Rao menunduk mengeretkan kepalan tanganya. "baiklah.. aku mengijinkanmu"ucap Rao berwajah tidak senang, Vallerie tersenyum "terimakasih"ucap Vallerie tersenyum pada Rao. "baiklah kalau begitu sudah di putuskan, tuan putri Vallerie yang akan pergi menyusup ke kerajaan Ocktavia"ucap Rin sedikit keras agar orang orang di dalam ruangan itu mendengar jelas perkataanya
rapat di bubarkan
Vallerie pun segera keluar dari ruangan itu namun sayangnya dengan cepat tanganya di tahan oleh Rao yang sedari tadi berada di depan pintu ruangan, Vallerie terkejut dan segera menoleh menatap Rao "Rao ada apa?"ucap Vallerie bingung. "ijinkan aku untuk ikut bersamamu"ucap Rao menatap yakin pada Vallerie. "itu bahaya Rao, aku..-"ucap Vallerie yang langsung di potong oleh perkataan Rao
"kalau tahu itu bahaya kenapa kau mengajukan dirimu sendiri!!"uvap Rao sedikit berteriak. "Rao.. itu adalah kerajaanku, dan sebagai pemimpin selanjutnya aku sudah seharusnya bertanggung jawab atas kerajaanku sendiri.."ucap Vallerie mencoba lembut sambil menatap mata Rao. "bukankah pemimpin selanjutnya itu adalah Alesta, apa urusanya denganmu??"ucap Rao tidak mengerti
__ADS_1
"memang Alesta adalah pemimpin selanjutnya, tapi setelah petisiku dengan Alesta waktu lalu ayah telah berjanji akan mengangkatku menjadi pemimpin selanjutnya"ucap Vallerie yang langsung di mengerti oleh Rao. "Rao.. tolong mengertilah.."ucap Vallerie menatap Rao agar Rao bisa mengerti keadaanya sekarang
Rao melepaskan genggamanga pada pergelangan Vallerie "baiklah, asal kamu berjanji akan kembali dengan selamat"ucap Rao pasrah dengan keadaan. "tentu.. apa kau lupa aku punya kemampuan mata yang special?, tidak akan ada yang bisa mengalahkanku dengan mudah Rao!!"ucap Vallerie percaya diri
Rao menggenggam tangan Vallerie dan menariknya dengan lembut ke arah taman, "Rao kau mau membawaku kemana?"tanya Vallerie menatap punggung Rao. "kau ikut saja"ucap Rao singkat yang sukses membuat Vallerie menggerutu tidak suka. Rao membawa Vallerie ke arah hutan belakang istana, bahkan mereka memasuki hutan tersebut
"hei hei.. untuk apa kita kesini?!!"ucap Vallerie sedikit panik, Rao diam dia kink berhenti dari jalanya dan menunjuk ke arah sebuah rumah pohon yang cukup besar, "woahhh keren!!"ucap Vallerie mendekat ke arah rumah pohon tersebut. "itu adalah tempat mainku dulu semasa kecil bersama seseorang"ucap Rao mulai mengingat masa lalunya
"seseorang?"tanya Vallerie bingung, dia baru ingat bahwa Rao sama sekali tidak di perbolehkan keluar istana sekalipun sampai dia benar benar dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri. "ya dia adalah temanku, namanya Reiji Shoichirou, dialah yang menjadi temanku di istana ini"ucap Rao jujur
"lalu di mana temanmu itu?? bisa kamu perkenalkan padaku??!!"ucap Vallerie sedikit gembira, "dia sudah tiada.."ucap Rao kini berwajah murung. "tiada!!Rao, apa yang terjadi padanya?"tanya Vallerie merasa ada yang salah dengan raut wajah Rao. "ya.. dia itu anak dari pelayan yang mengurusku, waktu itu di tuduh mencuri pedang legendary Flame ice sword, dan akhirnya dia di bunuh dengan di tenggelamkan ke dalam laut"ucap Rao dengan raut datar, tapi Vallerie tahu bahwa saat itu Rao sedang bersedih
"ya begitulah"ucap Rao memungut sebuah daun kering yang ada di wilayah rumah pohon miliknya. "tempat ini sudah lama tidak di urus, aku tidak yakin tempat ini masih layak untuk di kunjungi"ucap Rao yang melihat kayu kayu pada rumah pohon miliknya sudah agak rapuh. "tunggu! jangan pergi dulu!!! aku harus melihat isi dalam rumah pohonya"ucap Vallerie bersikeras
Vallerie berdiri di depan tangga yang ada di depan pohon besar yang kokoh, itu adalah pohon yang menopang rumah pohon agar tidak jatuh, Vallerie menutup matanya lalu sebuah aura berwarna putih ungu keluar dari tubuh Vallerie, aura itu bahkan bercampuran dengan kalung liontin Vallerie yang tersisa sedikit jiwa dari Vallerie yang asli, dari sinilah terlihat Vallerie sudah bisa mengendalikan sihirnya dengan sangat baik, itu juga berkat buku panduan sihir yang memang sebelum tidur sering sekali ia baca
rumah pohon itu berangsur angsur mengokoh dengan bagian bawahnya yang di lapisi oleh kekuatan sihir Vallerie. Vallerie menyudahi sihirnya, ia lalu berbalik menatap Rao yang terkejut dengan kemampuan Vallerie. Vallerie tersenyum "aku tahu kamu terkejut dengan kemampuanku tapi..."ucap Vallerie lalu mendekat ke arah Rao dan berjingkit untuk bisa berbisik di telinga Rao
"aku tidak pernah akan bisa menandingi kekuatanmu, sekarang aku jadi penasaran, apakah ada kekuatan lainya yang belum pernah kau keluarkan?"ucap Vallerie yang sukses membuat Rao terkejut, itu benar Rao memiliki gelar iblis peperangan juga bukan hanya karena ia sering membunuh orang
__ADS_1
tapi itu karena dulu ia pernah menghebohkan seisi kerajaan dengan kekuatan iblis terkuatnya, sampai sekarang kekuatan itu tidak pernah Rao keluarkan lagi, bahkan di dalam peperangan pun Rao hanya akan memakai kekuatan pedangnya dan mode petarungnya, kekuatan iblis Rao jika di keluarkan tidak akan bisa di tandingi oleh siapapun, Rao sendiri pun juga tidak bisa mengendalikanya, kekuatan iblis Rao akan secara naluri menyerang siapapun yanga ada di dekatnya, itu sebabnya Rao selalu menyembunyikanya
Roa terdiam, "Rao.. aku tidak memaksamu untuk menceritakan atau menunjukan kekuatanmu, aku tidak sekejam itu"ucap Vallerie tersenyum lalu menggandeng tangan Rao agar Rao mau menaiki tangga yang tepat menuju rumah pohon masa kecil Rao tersebut
sesampainya di atas Vallerie segera melihat lihat isi dari atas rumah pohon tersebut, di sana terdapat pedang pedangan mainan yang terbuat dari kayu, kursi, ranjang tanpa kasur juga beberapa lembar lukisan Rao dan teman semasa kecilnya yang ia tempel di dinding dinding rumah pohon
Vallerie mendekat ke arah lukisan lukisan itu. "inikah Rao semasa kecil? terlihat sangat ceria"batin Vallerie tersenyum melihay lukisan Rao dan temanya yang sedang berpose unik ala anak anak. Rao pun juga terdiam memandang gambar tersebut. "Rao? apa kau merindukan temanmu itu?"tanya Vallerie tiba tiba, pertanyaan itu hampir membuat Rao terkejut "..aku"ucap Rao menjeda kalimatnya
**TBC
SAMPAI JUMOA DI CHAPTER BERIKUTNYA
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANYA
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN PARA PEMBACA YANG SETIA PADA NOVEL REINCARNATION A PRINCES INI..
KALIAN BENAR BENAR BERHARGA BAGI SAYA SELAKU AUTHOR NOVEL INI
SAMPAI JUMPA**..
__ADS_1