Reincarnation A Princess

Reincarnation A Princess
[ULAR PITON ZYUXEE] CH.58


__ADS_3

Judul:Ular Piton Zyuxee


By. :@Mitsuki776._


Instragram? "@Mitsuki775._"


Xixi mengangguk paham dan mengambil beberapa daun untuk di bawanya masuk. tak lama kemudian, Xixi kembali dengan membawa sebuah biji dengan warna keemasan bahkan hampir sama dengan emas. Ukuranya seperti sebiji telur puyuh.


Vallerie sempat terkejut melihat itu, dugaanya benar-benar nyata.


❄🐦❄🐦❄🐦❄🐦


Xixi membawa benda itu tepat pada sebuah daun yang sudah di letakan di atas tanah itu oleh Valleire. "Aku tidak punya kemampuan sihir sama sekali sekarang, kemampuan pindaiku juga entah kenapa menjadi tidak berguna. Ah.. benar Neji!" batin Vallerie berfikir.


"Neji, bisakah kau membantuku untuk membersihkan benda ini dengan sihirmu setelah itu pindai apa di dalamnya mengandung sihir atau tidak" ucap Vallerie menoleh pada Neji. Neji(Rao) tertegun, tak pernah sekalipun Vallerie meminta bantuan apapun pada Rao selama ini, namun drngan Neji, mengapa dia meminta bantuan dengan mudahnya?


Itu membuat hati Neji sedikit memanas, "Apa apaan ini, apa aku cemburu pada diriku sendiri?! sadarlah, Neji juga dirimu bukan Rao!" batin Neji menyadarkan dirinya dan meangguki permintaan Vallerie.


Neji menggunakan sihirnya pada telur itu, dia cukup terkejut tentang kebenaran yang dia temui pada telur itu. "Ini mengandung sihir hitam, sebaiknya kita jangan sesekalipun menyentuhnya" ucap Neji menyarankan.


Mendengar itu, sontak membuat Xixi terkejut, "Nona, apa aku terkena sihir hitam itu? aku menyentuhnya tadi, walaupun menggunakan daun, apa aman?" tanya Xixi takut, bahkan kedua tanganya kini gemetar seakan dirinya akan berumur pendek.


Vallerie terkekeh. "Tenang saja, asalkan kau tidak bersentuhan langsung pada benda itu dan menggunakan daun sihir dari pohonya sendiri untuk menyentuhnya, kau akan baik-baik saja" ucap Vallerie menenangkan. Xixi memilih percaya.


"Darimana dia mengetahui itu semua? setahuku pohon ini baru pertama kalinya muncul, bahkan belum ada seorangpun yang dapat mengetahui informasi sebanyak dirinya saat ini, darimana dia mendapatkan itu semua" batin Neji(Rao) penasaran.


Vallerie mendekat ke arah benda berbentuk telur puyuh itu dan mendekatkan tanganya untuk merasakan sebuah aura hitam yang terasa seperti ingin menarik tanganya untuk menyentuh benda itu.


Melihat itu Neji ingin menghentikan, namun dirinya terlambat di kala benda itu mengeluarkan aura hitam yang segera memunculkan sebuah bayaan hitam yang dengan cepat mencengkram tangan Vallerie dan menariknya agar telapak tangan itu menyebtuh benda berbentuk telur itu sepenuhnya.


Neji terkejut. Di saat itu pula, kalung yang berisi sedikit jiwa Vallerie(Asli) berekasi. Kalung itu bercahaya dengan sangat terangnya, membuat aura hitam pada telur puyuh itu membesar dengan sangat cepat, menangkap tubuh Vallerie dan membuatnya di telan kegelapan bawah tanah sana.


Neji dan Xixi semoat ingin menarik Vallerie kembali, namun aura itu segera mendorong tubuh Neji dan Xixi keras sehingga terpental kembali kebelakang. "kekuatan ini sangat kuat! apa yang terjadi!" batin Neji lagi mencoba mengeluarkan kekuatan iblisnya dan kembali mencoba melawan bayangan itu dan menarik tubuh Vallerie kembali.


Itu sama sekali tidak berhasil, banyangan-bayangan hitam itu semakin membesar, memecah diri menjadi bayangan-bayangan orang yang sangat banyak, Neji tidak mungin melawan mereka dengan waktu cepat walau dirinya cukup kuat. Vallerie tidak bisa menunggu lebih lama lagi.


Dirinya merasakan panas yang luar biasa pada tubuhnya di kala tubuhnya di ikat erat oleh bayangan-bayangan berupa tangan-tangan kecil yang menariknya masuk ke dalam tanah. "Astagaa! ada apa ini, sakit! apa aku akan mati di sini!?" batin Vallerie merasakan sakit yang sangat pada sekujur tubuhnya, terutama bagian dadanya yang breaksi sangat drastis.

__ADS_1


Vallerie tak mampu lagi menahan rasa sakit itu hingga dirinya pingsan, dengan ketidak sadaran itu, memudahkan bayangan-bayangan jahat itu untuk menenggelamkan Vallerie pada bawah tanah, dirinya bahkan sekarang seperti roh yang dengan mudahnya menembus tanah hingga kebagian dalamnya.


Neji terkejut, dia terlalu fokua melawan hingga tak menyadari dirinya telah terlambat untuk menarik Vallerie kembali. Ayah dan Anak yang melihat kejadian itu telah lari sedari awal untuk melapor pada kepala kota. Bberbeda dengan Xixi yang menggunakan kemampuanya untuk memindai dari atas, memindai arah ke mana Vallerie di bawa oleh bayangan-bayangan itu.


Bayangan berbentuk roh yang melawan Neji mulai berkurang dan segera menghilang setelahnya, menyusul Vallerie yang telah di bawa pergi oleh bayangan itu.


"Neji! mereka membawa Nona ke suatu tempat dengan portal hitam, kurasa nona telah di bawa ketempat bayangan hitam itu tinggal!" teriak Xixi dari atas sana terus memindai bagian bawah tanah untuk menemukan jejak-jejak dari bayangan-bayangan yang membawa Vallerie itu.


"Bayangan itu.. mungkinkah itu adalah roh dari para pendahulu?" batin Neju kengingat bentuk-bentuk yang bayangan itu buat. Ya dia megenali sala satu dari mereka. Itu adalah ayah dari teman lamaya yang dulu di hukum mati karena telah di tuduh mencuri pedang Flame ice sword. Neji benar-benar terkejut melihat sosok yang mampir pada pandsnganya beberapa detik itu. Tetapi, bentuh dari bayangan itu masih di kenalnya dengan jelas walau wajahnya sama sekali tidak bisa di kenali.


Neji menggertakan guginya kesal. "Aku pasti akan menemukanmu Vallerie!" ucap Neji dengan penuh penekanan. Xixi yang mekihat itu sempat takun, apalagi setelah melihat wujud sempurna dari kekuatan iblis Neji(Rao). Dia benar-benar ketakutan.


.....


Vallerie mulai sadar dan menyapu penglihatanya ke sekelilingnya dengan seksama. Tempat itu merupakan tempat yang cukup gelap, dapat di rasakan kalau itu adalah area ruang bawah tanah yang terbuat secara alami.


Vallerie dapat melihat keadaan sekitar berkat kalungnya yang sedari tadi terus menyala di kegelapan, walau itu hanya cahaya remang-remang, itu cukup membantu bagi Vallerie yang terbiasa bergerak dalam kegelapan semasa ingkarnasi sebelumnya.


Vallerie menyentuh dinding pada ruang itu, dinding itu cukuo kuat dan dapat di pastikan kalau bagian atasnya juga sulit di hancurkan. Akan membuang waktu lama untuk Vallerie keluar dari tempat itu tanpa menggunkaan sihir ataupun alat teleportasi lainya.


"Sial! kenapa ini terjadi di saat aku tidak memiliki sihir sih!... Tapi dengan kemvalinya tubuhku, kurasa pengetahuanku juga sedikit bertambah. Itu makanya Miyami menyuruhku untuk mengendalikankan perubahanku agar bisa membuat diriku lebih teruntungkan." batin Vallerie mencoba mengistirahatkan tubuhnya, dia sangat lelah akibat terus terusan memberontak di kala tubuhnya terkena panas yang luar biasa itu.


"Satu-satunya cara agar aku bisa mengendalikan perubahanku, dan hanya mengubah bagian-bagian yang menurutku penting saja, aku sudah akan menjadi sosok yang sempurna dengan begitu" pikir Vallerie bergikir lagi.


"Ssseee", sebuah suara mengejutkan Vallerie. Oh, Vallerie lupa pada sebuah piton kecil beracun yang dia simpan di kantong pada pinggangnya. Vallerie membuka kantung itu dan menatap ular piton yang melilit pada tanganya. "Nona, saya bisa membantu Anda" ucap ular itu sambil menjilati jari-jari Vallerie dengan lidahnya yang panjang.


"Bisakah kau... Oh aku lupa, aku belum memberimu nama bukan? oh atau kau sudah memiliki nama?" tanya Vallerie merasa sedikit tenang mengetahui dirinya tidak sendirian.


"Namaku Zyuxee, saudara-saudara saya memanggil saya dengan nama Yuxe, tapi terserah nona jika nona ingin mengganti nama saya, saya sama sekali tidak keberatan karena Anda adalah tuan saya" ucap Yuxe dengan masih dalam posisi menjilati jari-jari Vallerie.


"Bagus, aku tidak ingin mengecewakan orang tuamu dan saudara-saudaramu yang telah terbiasa memanggilmu Yuxe, aku juga akan memanggilmu Yuxe. Jadi Yuxe, apa yang kau bisa untuk membantuku?" tanya Vallerie tersenyum tipis dan lalu menatap Yuxe dengan aba-aba akan mendengarkan dengan seksama.


"Aku ini ular beracun, tentu saja kemampuanku hanya bisa meracuni dan memberitahumu apa penawarnya. Untuk menyelamatkan Nona, aku hanya punya sebuah rencana" ucap Yuxe kembali berjalan naik sampai ke bahu Vallerie.


"Nona bisa gunakan burung biru yang nona tangkap, bagaimana kalau nona menjalin suatu kontrak denganya. Sama sepertiku, setelah menjalin kontrak, dia tidak akan pernah bisa membantah apa keinginan nona. Jika itu tetap akan terjadi, dia akan tahu sendiri jika dirinyalah yang paling tersakiti jika menghianati tuanya sendiri" ucap Yuxe mengusulkan.


Vallerie sebenarnya sangat setuju dengan usulan Yuxe, namun yang dia tidak mengerti adalah bagaimana caranya menjalin kontrak. Dirinya dan Yuxe sudah dari awal memiliki kontrak yang di atur oleh syistem, dan sekarang Vallerie sama-sekali tidak mengerti bagaimana cara mengontrak dengan hewan sihir sendiri. Lagipua itu juga akan sangat beresiko, jika durinya gagal, dirinya juga lah yang malah akan berada dalam bahaya menghadapi burung monster itu.

__ADS_1


"Aku tidak yakin, mengingat dia burung yang cukup kuat, apa aku bisa? lagipula aku sama sekali tidak mengerti bagaimana cara mengontrak denganya.


"Nona hanya perlu membuat dia mau mengakui Anda sebagai tuanya, setelah itu sentuh bagian kepala dari burung kecil itu dengan jari telunjuk Anda sebagai tanda kontrak yang telah Anda buat denganya." ucap Yuxe menjelaskan.


Vallerie mengerti dan membawa kelusr sangkar burung itu dari dalam inventorynya.


Burung itu menatap tajam Vallerie, namun segera di balas oleh tatapan tak kalah tajam dari Vallerie. "Lepaskan aku!" teriak burung itu tampak sekuat tenaga. Namun tetap saja, yang di dengar Vallerie hanya cicitan-cicitan kecil yang menyerupai suara seorang anak kecil.


"Tenanglah, aku hanya ingin menjalin kontrak denganmu, dengan begitu kau akan bebas, aku juga akan membantumu untuk menaikan level hewan sihirmu!" tawar Vallerie mencoba menenangkan. Burung itu tampak ragu.


"Apa kau bisa! kau hanya seorang wanita lemah!" teriaknya lagi. Vallerie geram. Dia segera mengunjungi syistem perbelanjaanya dan membeli sebuah makanan burung kemasan yang memang harganya cukup murah, namun bagi dunia zaman seperti ini, Vallerie yakin kalau burung biru angkuh di depanya tidak akan bisa mebolak makanan moderen.


Vallerie membuka kemasan itu dan menunagkan isinya pada telapak tanganya sebagai wadahan. "Kau tahu, ini adalah makanan untuk burung sihir terenak yang pernah ada. Sebenarnya aku berencana menjadikanmu hewan yang terkontrak denganku dan memberikan makanan ini. tetapi setelah melihatmu yang terlihat tidak ingin ya.. mau bagaimana lagi.


Ucap Vallerie tampak menggoda sang burung yang memang sudah sangat kelaparan. Dalam ukuran burung sihir sepertinya sebenarnya dia perlu memakan daging manusa atau hewan agar dirinya bisa bertumbuh lebih kuat. tetapi ketika ukuranya mengecil, dia hanya perlu makanan yang menurutnya cukup untuk kebutuhanya sementara (hanya untuk cemilan).


"Itu.." ucap burung itu tampak murung, Valleire terkekeh. "Aku akan membiarkanmu mencicipinya terlebih dahulu. untuk setelahnya kaulah yang memutuskan ingin tinggal di sini hingga mati atau mengontrak denganku dab ku berikan makanan sebungkus ini 2x sehari untukmu" ucap Vallerie membuka kandang itu sedikit dan meletakan makanan itu tepat pada alas di samping burung itu bediri. Vallerie segera kembali menutup kandang dengan cepat dan meletakanya kembali pada inventorynya.


"Beri dia waktu sebentar, aku yakin dia tidak bisa menolak" ucap Vallerie menghela nafas berat. "emm.. ngomong-ngomong soal makanan, apa yang kudapatkan setelah bersama nona? apa aku juga akan mendapatkan sepertinya?" tanya Yuxe penuh rasa iri. Vallerie terkekeh melihat itu.


"Sebenarnya aku tidak terlalu mengerti soal makanan ular, sebelumnya aku sama sdkali tidak pernah memakan ular.. tapi aku punya teman yang memelihara ular, dan dia memberi makan ular itu dengan tikus yang di beli olehnya" ucap Vallerie mebceritakan agar sang ular tak kecewa mendalam padanya.


"Tikus ya.. sebelumnya aku sama sekali tidak pernah memakan tikus yang masih hidup sekalipun, itu karena aku masih kecil dan tidak bisa memangsa tikus dengan cepat, itu sebabnya aku hanya akan menakan bangkainya saja, menyedihkan ya nona?" ucap Yuxe tampak sedih.


"Nah, bagaimana kalau kau kukasih tikus hidup saja sebagai makananmu? tapi kalau kau juga tidak ingin bergantung padaku, aku akan berusaha untuk menciptakan racun padamu dan sedikit melatihmu agar bisa memangsa dengan cepat, bagaimana?" tanya Vallerie menyarankan.


Yuxe tampak senang, "benarkah, aku ingin!!" teriak Yuxe gembira. "Baguslah.. sekarang istirahatlah di tempatmu semula" ucap Vallerie mengendorkan kantongnya dan mempersilahkan Yuxe untuk masuk dalam kantong tersebut. Yuxe menurut.


"Baiklah, sebaiknya aku juga istirahat sebentar, dalam keadaan seperti ini aku sangat sulit untuk bergerak" batin Vallerie mengistirshatkan tubuhnya yang lelah, walau dirinya merasakan terbakar yang kuar biasa, anehnya tidak ada luka papun di tubuhnya, itu menyebabkan Vallerie memilih untuk hanya mengistirahatkan tubuhnya saja dengan tidur sebentar.


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA


TERUS DUKUNG DENGAN CARA LIKE, RATE, VOTE AND COMENT SARAN


LANGSUNG DI RESPON KOK WALAU KADANG AGAK LAMA...

__ADS_1


TERIMAKASIH YA**...


__ADS_2