
Judul:Pangeran Minakawa Ke-5
By. :@Mitsuki776._
Sesampainya di sana, Vallerie segera di sambut meriah oleh Shirayuki, entah kenapa anak itu menjadi sangat menyukai Vallerie setelah kejadian berdebat di pasar waktu lalu. "Tuan Putri Ocktavia kah?!, wahhh tak di sangka kakak membawa calon kakak ipar ke sini!" ucap Shirayuki sembarangan, kalimat itu membuat Hanji merasa malu dengan perlakuan adiknya.
"Calon kakak ipar?"😅
🍁🍁🍁🍁
"Oh, kudengar kerajaanmu sedang dalam masalah." ucap seorang laki-laki yang berdiri di belakang Shirayuki, dia adalah pria yang sama dengan pria yang dulu pernah menanyai nama Vallerie setelah perdebatan kecil dengan Shirayuki waktu lalu.
"Ya, kerajaan kami tengah dikuasai oleh kerajaan Kamame. Tapi mungkin aku akam mencari cara untuk merebut kembali itu" ucap Vallerie tersenyum. Sedangkan pria itu hanya menatap Vallerie terkejut.
"Kami akan mendukungmu Tuan Putri" ucap Shirayuki dengan antusias, penuturan itu segera di benarkan oleh anggota kerajaan Minakawa lainya. "Ohhh jadi nona ini yang sering kau sebut-sebut calon ipar kita ya?" tanya seorang laki laki yang memiliki surai merah juga mata biru yang warnanya menyamai warna mata Hanji.
"Oh, perkenalkan aku Minakawa Hyuga. adik dari Hanji bodoh ini" ucap pria itu merangkul bahu Hanji. "Aku tidak bodoh!" bantah Hanji yang merasa malu karena telah di permalukan di depan putri kerajaan lain.
Vallerie tersenyum. Dia benar-benar tidak ada niatan untuk ikut bergabung dalam kegiatan bercanda itu setelah perkelahianya dengan Rao saat ini.
"Ah, ngomong-ngomong, kenapa kau ada di sini? bukankah kau sedang menginap di kerajaan Sihon? aku hanya mendengar dari Hanji. Jangan berfikir bahwa aku menguntitmu" ucap Hyuga mengangkat tanganya.
Vallerie diam. "Tidak apa, aku hanya ingin berjalan-jalan ke kerajaan lain juga, sekaligus mencari senjata bagus untukku sebagai persiapan" ucap Vallerie berbohong, "Begitu ya,.. kalau masalah senjata sepertinya kak Hyuga bisa menolongmu. Dia pandai dalam hal senjata terutama yang berat. Kau lihat saja tubuhnya yang sudah lebih besar dari kak Hanji" ucap Shirayuki menyindir.
"Tubuh besar itu berarti menandakan kalau aku kuat adiku sayang!" ucap Hyuga menggendong Shirayuki dengan sangat enteng. "Turunkan aku! bodoh turunkan!" teriak Shirayuki memberontak, "kata kuncinya dulu baru ku turunkan." ucap Hyuga tersenyum jahil.
"Kak Hyuga Sayang... turunkan aku ya" ucap Shirayuki dengan raut wajah sok imut. "Sudah pandai dalam hal kata kunci ya" ucap Hyuki menurunkan Shirayuki dan tertawa setelahnya.
__ADS_1
Vallerie tersenyum. "Ah maaf Tuan Putri atas ketidak nyamananya, Kau bisa beristirahat dulu di kamarku" ucap Shirayuki menarik tangan Vallerie. Vallerie menurut karena dia juga sebenarnya perlu istirahat yang cukup dan meningkatkan kekuatanya lagi terutama mengukak kekuatan dari liontinya itu.
"Istirahatlah dulu, kau pasti lelah." ucap Shirayuki yang kemudian keluar dari kamar itu. Vallerie kembali memegang liontinya.
"sepertinya aku harus meningkatkan daya tahan tubuhku. tapi apa poinku saat ini cukup untuk itu?" batin Vallerie memeriksa nontifnya. "aku harus menyelesaikan lebih banyak misi" batin Vallerie memeriksa nontif misinya.
1.Membantu pangeran Hyuga berlatih pedang pukul '18:00' di area lapangan (imbalan 120 poin+Token teleportasi dari Syistem)
2.Menghibur pangeran ke-5 yang sedih pukul '17:56' area kediaman selir ke-3(imabalan 80 poin+boneka sihir pencari informasi dengan jarak 200 km lebih dari Syistem)
3.membujuk putri ke-3 untuk mau memaafkan kesalahan Pangeran Hanji pukul '19:22' di area selir ke-2(Imbalan 120 poin+buku sihir tingkat S)
4.Membunuh para penjahat yang berniat menyusup dan membunuh Purti ke-4 Shirayuki pukul '20:30' di area taman kerajaan (Imbalan 230 poin+ilmu sihir medis dari Shirayuki)
Melihat seluruh misi itu membuat Vallerie tersenyum, "Banyak sekali bonusnya" batin Vallerie girang. "yoshh baiklah! sekarang jam..-" ucap Vallerie yang terhenti ketika melihat jam kecil miliknya "Apa pukul 17:53!? astagaa mepet sekali!" ucap Vallerie yang segera bergegas berlari untuk Misi pertamanya yaitu Misi nomor 2.
Sesampainya di sana ia mekihat seorang anak kecil tengah duduk sendirian di batu besar yang ada pada halaman kediaman selir itu. Perlahan Vallerie berjalan mendekat.
anak kecil itu terlihat berusia 7 tahun an, memiliki rambu pink dengan gaya yang agak berantakan. Vallerie mencoba mendekat dan duduk di sampingnya, "kenapa anak kecil sepertimu sendirian duduk di sini?" tanya Vallerie menatap ke depan.
Anak itu hanya diam memandang Vallerie aneh. "Orang aneh" ucapnya yang membuat Vallerie terkejut, "astaga anak ini!" batin Vallerie kesal, tapi dia harus mencoba bersabar jika ingin menyelesaikan misinya kali ini, dia tidak ingin melewatkan hadiah yang begitu menggiurkan itu.
"Aduhh, kau terlihat murung, berceritalah tidak apa-apa" ucap Vallerie berpura-pura tersenyum, dia sangat kesal sebenarnya. "kakak yang aneh, aku tidak mau bicara pada orang aneh sepertimu" dingin anak itu yang tetap memandang ke depan.
Mendengar itu Vallerie kini sangat kesal dan tanpa sadar dia melemparakan bola kecil yang ada di dekatnya ke arah pohon, namun sialnya, bola itu memantul kembali dan alhasil mengenai jidatnya sendiri "Aduhhh!!" rintih Valleriw memegangi jidatnya, melihat itu anak iti tersenyum.
Vallerie terkejut. "Kau tersenyum? kukira kau tidak bisa tersenyum" ucap Vallerie heran. Anak itu tersadar, "aku kesepian kak" ucapnya lirih. "Kesepian? kenapa?" tanya Vallerie tidak mengerti, karena semasa kecilnya dia hanya terfokus untuk mendapatkan hati ayahnya, namun setelah wanita jahat itu muncul, Vallerie tak lagi bisa merasakan perasaan menjadi anak-anak.
__ADS_1
"Aku tidak memiliki teman, ibuku juga sudah tiada. Dan bahkan ayahku tidak peduli padaku" ucap anak itu bercerita. "Bagaimana dengan kakakmu?" tanya Vallerie pada anak itu. "Mereka sibuk, dan lagipula mereka mana ada waktu untuk bermain bersamaku" ucap anak itu terlihat sangat sedih.
Vallerie diam lalu tersenyum memandang lain, "Kau tahu? aku juga sudah tidak memiliki ibu, kakak kakak ku juga bersikap kurang baik padaku, termasuk ayahku sendiri." ucap Vallerie berniat menceritakan kisahnya di ingkarnasinya dulu.
"Aku selalu di tindas oleh keluarga tiriku, sampai-sampai hidupku menjadi menderita. Tapi satu hal yang kutahu" ucap Vallerie mulai mengarahkan tanganya ke langit.
"Bahwa semua manusia mempunyai kekurangan dan batasan. mereka berhak untuk mencapai kebahagiaan mereka. Tidak salah kau merasa kesepian dan sedih karena kehilangan ibumu, tapi aku yakin, masih ada orang-orang yang peduli padamu" ucap Vallerie sambil memandangi tanganya yang ia arahkan ke langit lalu ia menoleh dengan tersenyum ke arah anak itu.
"Kau tidak kesepian" ucap Vallerie setelahnya.
Anak itu tertegun, "Kakak benar, walau ibunda telah tidak ada, aku masih memiliki Ada(pelayan pribadi) yang dengan tulus mau mengurus dan menemaniku. "Oh ya, kau tahu? jika kau kesepian kau bisa melihat ke langit dan lihatlah awan-awan itu" ucap Vallerie seakan sedang menggambar wajah seseorang di sana.
"Dan bayangkan wajah ibumu yang tengah tersenyum, aku yakin dia juga tidak ingin melihatmu seperti ini, maka dari itu tersenyumlah dan jalani hidupmu dengan benar, jadilah kuat untuk bisa melindungi orang-orang yang kamu sayangi" ucap Vallerie tersenyum memberi motivasi.
"Terimakasih kak, kata-katamu membuatku sadar, seharusnya aku tidak seperti ini" ucapnya akhirnya tersenyum, "Oh kak siapa namamu?" tanyanya lagi.
Vallerie tersenyum. "Vallerie Ocktavia".
**TBC
MAAF KALAU THOR ADA SALAH.
MAAF KALAU CERITANYA KURANG MENARIK, LEBAY, ATAU APALAH. MAAFKAN THOR UNTUK ITU
THOR AKAN BERUSAHA LEBIH BAIK LAGI UNTUK MEMPERBAIKI CERITA INI.
TERIMAKASIH**...
__ADS_1