Reincarnation A Princess

Reincarnation A Princess
[PESAN VALLERIE 'ASLI'] CH.22


__ADS_3

Judul:Pesan Vallerie(asli)


by. :@Mitsuki776


"*apa yang kau lakukan di sini!! apa kau ingin mati hah?!!"ucap Yuzhi menggeretakan giginya, "Vallerie!!"panggil Kayla dan Rin khawatir, para pengawal di dekat mereka tiba tiba menyerang Rao tanpa aba aba, untungnya Daichi dengan sigap menangkis serangan itu dengan pedang miliknya, "mau melukai pangeran saya?, maka langkahi dulu mayat saya!"ucap Daichi penuh keyakinan


"bagaimana ini?.. aku tidak aka mungkin membiarkan Rao terluka.."batin Vallerie menggigit bibir bawahnya sendiri


🍁🍁🍁🍁🍁*


Para prajurit dari kerajaan kamame mulai menyerang kelompok pangeran Sihon, mereka pun kini saling bertarung tanpa menyadari bahwa pangeran mereka hampir terkena pedang milik sala satu prajurit "Rao!!"teriak Vallerie yang langsung menggunakan sihirnya untuk membuat tameng di seleuruh tubuh Rao, "lepaskan dia!! aku akan bersedia menikahimu jika kau melepaskan mereka!!"ucap Vallerie khawatir dan menatap Yuzhi seperti orang yang memohon.


"baiklah.. kalian dengar sendiri kan?"ucap Yuzhi yang langsung menghentikan para prajuritnya, kini Yuzhi dan Vallerie saling berhadapan, mereka akan melakukan upacara yang terakhir yaitu berciuman, Yuzhi memegang tenguk dan pinggang Vallerie lalu sedikit membaringkanya lalu menciumnya, "Rao.. "batin Vallerie hampir menangis, walau itu bukan ciuman pertamanya, tapi tetap saja rasanya sangat sakit bagi Vallerie kalau berciuman dengan orang yang sama sekali tidak di sukai.


"Vallerie.."gumam Rao mengepalkan tanganya sembari melihat adegan ciuman di atas mereka, "sialan!!! aku benar benar tidak berguna!"batin Rao menyalahkan dirinya sendiri, setelah ciuman itu berakhir Vallerie mundur, Vallerie menatap Rao sebentar lalu tersenyum, Vallerie lalu menetesakn air matanya "semoga kau puas Yuzhi.. tapi aku tidak akan pernah rela hidup bersamamu!"ucap Vallerie yang langsung memundurkan langkahnya dan melompat dari sana, jauh di bawah sana terdapat laut yang sangat dalam Vallerie segera terjatuh kedalam sana "Rao, kamu harus memanfaatkan kesempatan ini" batin Valleire menutup matanya.

__ADS_1


Rao yang melihat itu segera menaiki tangga dengan kecepatan sihirnya lalu ia juga ikut melompat ke tempat di mana Vallerie baru saja terjatuh, kini Vallerie semakin tenggelam pandanganya pun mulai menggelap, ia sempat melihat Rao yang ikut masuk ke dalam air, bahkan Rao berenang ke arahnya, penglihatan itu tak bertahan lama hingga akhirnya Vallerie benar benar kehilangan kesadaranya


Alam bawah sadar


"Vallerie... Vallerie.. Vallerie..."ucap suara yang muncuk entah darimana, Vallerie membuka matanya dan menemukan dia sedang tidak berada di tempat asal, dia sekarang berada di tempat yang sangat gelap, kemudian Vallerie melihat setiti cahaya dari kejauhan, Vallerie berpikir itu hanyalah sebuah cahaya aneh, namun sayangnya ia salah


ternyata titik itu bukan hanya cahaya, semakin mendekat Cahaya itu mulai menampilkan sosok seseorang yang benar benar menyerupai wajah Vallerie saat ini, "Vallerie?!..."ucap Vallerie(Eva) mengerutkan dahinya, sosok itu semakin dekat hingga kini ia tepat berada di depan Eva, kini Eva tidak meragukanya lagi, sosok di depanya benae benar adalah Vallerie yang asli, Vallerie menatap Eva dengan sedih


kemudian dia menangis, "Vallerie?! ada apa hei?"ucap Eva tidak tahu harus berbuat apa, tiba tiba Vallerie memeluk denagn erat tubuh Eva, sontak Eva terkejut,"maaf, kehidupanku menyulitkanmu.. "ucap Vallerie dalam tangisnya dan masih memeluk erat Eva, Eva tiba tiba merasa bersalah, kini ia menunduk, "yang seharusnya meminta maaf itu aku, aku tidak bisa melindungi kerajaanmu dengan baik.. , aku tidak punya pilihan, aku harus bisa menyelamatkan Rao juga"ucap Eva hampir menangis


"apa??! ramalan apa maksudmu!!"tanya Eva benar benar tidak tahu, "dulu pernah ada peramal yang meramalkan bahwa akan terjadi perebutan kerajaan dan peperangan yang menumpahkan banyak korban, kemudian akan muncul seorang wanita dari dimensi yang berbeda yang akan menyelamatkan kerajaan itu, setelah mendengar itu ayahanda tidak terima, dia langsung menghukum mati sang peramal, maka dari itu aku sama sekali tidak tahu akhir cerita itu.."ucap Vallerie berwajah sedih


"aku mengerti.. baiklah, bagaimana cara agar aku bisa kembali ke tempat semula?"ucap Eva telah memutuskan, mendengar itu Vallerie tersenyum senang, tak lupa air mata yang menetes karena kebahagiaan yang tiada tara sepertu yang ia rasakan sekarang, "Kalungmu..."ucap Vallerie menggantung, mendengar itu Eva segera melihat kalungnya, "aku akan mengantarmu kembali, tapi Eva.. ini adalah terakhir kali kau melihatku.. "ucap Vallerie tersenyum, "kenapa, kau mau ke mana?"tanya Eva tidak terima, "aku harus segera kembali ke tempat di mana aku harus berada, tapi.. asal kamu tahu, di kalungmu sudah ku tinggalkan setengah jiwaku, selama kamu memakai itu kau tidak akan bisa mati, walau kau sudah ada di ujung kematian pun kau tetap tidak akan pernah mati kecuali jika kalung itu kamu lepas"ucap Vallerie menyentuh liontin yang dulu pernah Vallerie temukan di taman, itu adalah liontin yang akan bercahaya di malam hari


"jadi ini ceperti sebuah jimat penahan kematian?"tanya Eva menebak, "benar.. ku harap kamu bisa menjagnya dengan baik, kalau kalung itu sampai ada di tangan yang salah, itu akan sangat membahayakan.." ucap Vallerie menjelaskan, "sudah kamu sudah terlalu lama di sini, 1 jam di sini akan menghabiskan waktu di dunia nyatamu selama seharian penuh, kau harus cepat kembali!"ucap Vallerie menggenggam tangan Eva, "baiklah"ucap Eva meng iya kan

__ADS_1


sekarang semua tampak kembali menggelap, Eva (Vallerie) membuka matanya dan menemukan dirinya telah berada di dalam hutan, yang mengagetkan Vallerie adalah Rao yang lemah sambil bersandar di batang pohon yang cukup besar, Vallerie bangkit dari berbaringnya, dia masih memakai baju pengantin yang tanpak basah, sudah dapat di tebak bahwa Rao lah yang telah menyelamatkanya


untungnya di inventory Vallerie masih ada baju kerajaan Vallerie, Vallerie segera mengganti bajunya dengan kekuatan sihir miliknya, kini dia telah memakai baju kerajaan Ocktavia yang memang di buat khusus untuk Vallerie sendiri, tak lupa Vallerie juga mengganyi gaya rambutnya seperti semula, kini Vallerie mendekat ke arah Rao


"bagaimana cara aku mengobatinya..."batin Vallerie bingung, Vallerie pun mencoba mencari di nontif perbelanjaanya kalau kalau ada ramuan yang dapat menyembuhkan pangeran Rao, tak di sangka ramuan itu benar benar ada, tak tunggu lama lagi Vallerie segera membelinya dengan harga 20s atau bisa di sebut 20 poin, Vallerie segera meminumkanya ke mulut Rao


beberapa saat kemudian Rao mulai sadar, dan dengan tiba tiba Rao langsung memeluk Vallerie erat, sontak Vallerie terkejut, dia sama sekali belum pernah di peluk laki laki sedalam itu, apalagi Rao benar benar memeluk Vallerie dengan rasa tulus


"kenapa kau melakukan itu!! kau hampir mati!! kalau aku tidak datang menyelamatkanmu aku tidak tahu bagaimana keadaanmu sekarang"ucap Rao terdengar khawatir, ini pertamakalinya Rao mengucapkan kalimat yang tulus dan terdengar menyedihkan seperti ini


dulunya Rao benar benar terkenal dengan sifat dingin dan suka mengatur yang ada pada dirinya, namun sekarang rasanya ia jauh berbeda dengan sifatnya dulu, Vallerie membalas pelukan Rao, "sukurlah kau baik baik saja.. akk benar benar khawatir tidak bisa melihatmu lagi.."ucap Vallerie juga ikut tulus, "jangan berbuat seenaknya sepertu itu lagi!!"ucap Rao tegas


Vallerie terkekeh, "baiklah.. aku janji.."ucap Vallerie tersenyum


TBC

__ADS_1


SAMPAI JUMPA CHAPTER BERIKUTNYA


__ADS_2