Reincarnation A Princess

Reincarnation A Princess
[PERGI KE KERAJAAN OCKTAVIA] CH.28


__ADS_3

Judul:pergi ke kerajaan ocktavia


By. :@Mitsuki776


Rao hanya percaya saja. "dengan begini kalau terjadi apa apa denganku saat menyusup ke kerajaan Kamame, kau pasti akan langsung tahu"ucap Vallerie menghibur, "ya... rasa kekhawatiranku jadi sedikit berkurang" ucap Rao sedikit memamerkan senyumanya, melihat itu Vallerie seakan terhipnotis oleh aura dari Rao yang sangat jarang tersenyum


"kau tampan Rao.."tutur Vallerie tanpa sengaja


🍁🍁🍁🍁🍁*


Rao tertegun mendapat pujian dari Vallerie, Vallerie malu malu sendiri, dia benar benar mengatakanya tanpa sengaja, Valleire mengira bahwa Rao akan meledeknya dengan kalimat 'ternyata kamu memperhatikanku juga ya?' namun dugaanya salah. ketika Vallerie melihat wajah Rao yang tertegun kaku dan membisu itu membuat sebuah ide jahil muncul di kepala Vallerie


"kau tahu Rao.. semakin lama melihatmu, aku merasa ingin secepatnya memakanmu!"ucap Vallerie sedikit mengoda Rao dengan Ekspresi Godaan mautnya. mendengar itu membuat Rao lebih terkejut lagi, bahkan sekarang rona merah padam memenuhi pipinya, Rao segera menutup hidung dan mulutnya untuk menutupi rona tersebut, tak lupa Rao juga menghindari tatapan langsung dari Vallerie.


"Rao ternyata bisa malu juga ya.."batin Vallerie jahil, Vallerie mendekat ke arah Rao lalu dengan gerakan agak cepat Vallerie mencium pipi Rao, hal itu membuat Rao diam membisu. "hahahaha Rao kau lucu sekali!!"batin Vallerie menutup mulutnya guna mengentikan suara tawa miliknya.


"kau-"ucap Rao terpotong oleh suara Vallerie, "aku ngantuk sekali.. bagaimana kalau kau temani aku tidur?"ucap Vallerie menarik tangan Rao agar berjalan lebih cepat. "t teman tidur?"batin Rao tiba tiba merasa malu. sesampainya di kamar Vallerie merebahkan dirinya ke kasur milik Rao, "ahh nyamanya!!"ucap Vallerie setelah merebahkan dirinya di atas kasur.


sedangkan Rao duduk di sofa kamarnya, sebelum tidur Rao terbiasa untuk mandi terlebih dahulu, Rao segera menuju kamar mandi miliknya setelah melepas beberapa pakaian yang perlu di lepas "Vallerie.. apa kau mau mandi?"tanya Rao sebelum memasuki kamar mandi, untungnya Rao masih memakai bajunya jadi Vallerie tidak akan salah fokus sendiri


"iya, setelahmu aku akan mandi, tubuhku juga rasanya sangat gatal!!"tutur Vallerie yang membuat Rao tersenyum "baiklah, aku akan mandi dengan cepat agar kau bisa memakai kamar mandi ini"ucap Rao segera masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya. "tidak perlu buru buru!!"teriak Vallerie agar bisa di dengar Rao

__ADS_1


Vallerie bangkit dari rebahanya dan duduk di sisi ranjang, "haahh.. semoga besok aku bisa menyelesaikan tugas dengan cepat"gumam Vallerie sambil melepas beberapa pernak penrnik di kepalanya.


namun tiba tiba Rao keluar dari kamar mandi dalam keadaan bersih, Rao hanya memakai handuk di bagian bawahnya dan mengekspos tubuh indah yang di milikinya, melihat itu hampir membuat Vallerie kehilangan akal sehatnya, Rao tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Vallerie


tanpa sadar Vallerie berjalan mundur hingga dirinya tersudut di tembok kamar Rao "sudah puas melihatnya tuan putri?"goda Rao sambil mengukung Vallerie di tembok, Vallerie terdiam menatap wajah Rao yang surai basahnya ia kebelakangkan dan membuat dahi Rao terkespos di mata Vallerie.


Vallerie akhirnya mendapat kembali kesadaranya, ia segera mendorong Rao menjauh dan berlari ke arah kamar mandi "a aku ingin mandi dulu!!"teriak Vallerie secara bersamaan dengan dorongan yang ia berikan pada Rao, melihat itu Rao tersenyum puas "sekarang kau rasakan, bagaimana rasanya di goda"batin Rao menyeringai


Kamar mandi


"bagaimana bisa Rao jadi setampan itu?!"batin Vallerie melihat wajahnya sendiri di cermin yang ada di kamar mandi Rao, "astaga Evaa apa yang kau pikirkan!!"batin Valleire menepuk nepuk pipinya, "aku harus mandi!"batin Vallerie lagi melepas bajunya dan lalu berendam di dalam bathtub


Vallerie keluar kamar mandi dan mendapati Rao tengah menguji beberapa sihir yang ia miliki, "hei Rao.. "sapa Vallerie yang mengejutkan sekaligus menggagalkan kekonsentrasian Rao dalam melakukan tes sihirnya, alhasil sihir itu lenyap. "ah maag aku tidak sengaja!!"ucap Vallerie merasa bersalah, Rao menoleh ke arah Vallerie, ia lalu mengerutkan dahinya


"a ada apa?"tanya Vallerie bingung, Rao bangkit dari duduknya di sofa lalu segera menggendong Vallerie dan mendudukanya di ranjang milik Rao, dengan sihirnya Rao mengeringkan rambut putih panjang milik Vallerie, Vallerie tersenyum.


"terimakasih"ucap Vallerie di kala rambutnya masih di keringkan oleh sihir Rao. "ya.."ucap Rao singkat, dia masih mengeringkan rambut Valleroe hingga tuntas, setelah kering barulah Vallerie menata ulang rambutnya agar menjadi seperti biasa.


Esok hari


Vallerie kini telah siap dengan perangkat penyusupanya, tak lupa Vallerie juga mengikat surainya menjadi satu, Vallerie segera meletakan senjata senjata miliknya, di mulai dari pistol yang akan ia letakan di sabuk pinggangnya, lalu pisau di sabuk paha kirinya, pedang sihir elemen es dengan tingkat 200 di punggungnya bersama laras panjang yang baru saja ia beli, tak lupa Vallerie juga memasang jam tangan juga alat komunikasi di telinganya

__ADS_1


sekarang dia sudah siap, Vallerie keluar dari istana dan menghampiri Rao yang sudah menunggunya, melihat penampilan Vallerie, Rao sangat terkejut, pasalnya Vallerie sama sekali tidak membawa baju ganti, apalagi baju yang di pakai Vallerie ini sangat aneh di zaman kerajaanya.


"woahh.. Vallerie kau sudah menyiapkan segalanya ya!"ucap Rin terkejut, "ya.. aku membawa beberapa peralalataan dan bajuku dengan memanfaatkan sihir dari mataku"ucap Vallerie berbohong, "ternyata mata merahmu itu punya banyak kemampuan ya"ucap Kayla kagum. "hahaha kakak berlebihan, lagian nama mataku ini adalah Fighter, bukan mata merah"ucap Vallerie menjelaskan


"ya apapun namanya, tetap saja itu sangat hebat dan berguna!"ucap Daichi ikut kagum, "Rao apa kau sudah memakai alat miliku itu?"tanya Vallerie di kala dirinya berpapasan dengan Rao. Rao menunjuk ke arah kupingnya yang terdapat alat milik Vallerie, "bagus, dengan begitu aku kalian bisa memberi saran padaku lewat Rao"ucap Vallerie tersenyum


"baiklah, aku ambil kudanya Daichi"ucap Vallerie mengambil kuda yang sedari tadi di persiapkan oleh Daichi untuk Vallerie. "terimakasih.."ucap Vallerie tersenyum tulus, "baiklah aku berangkat.."ucap Vallerie menaiki kudanya dan lalu menjalankanya keluar dari area istana Sihon


"Vallerie.. hati hati"ucap Rao melalui alat telekomunikasi milik Vallerie, "ya tenang saja, aku akan baik baik saja, kau jangan menghawatirkanku ya"ucap Vallerie membalas ucapan Rao. "kuharap ucapanmu benar, apapun yang terjadi, aku tidak akan mengijinkanmu untuk mati!"ucap Rao lagi


"iyaa... akan kuselesaikan ini secepat mungkin Rao"ucap Vallerie tersenyum, ia lalu mempercepat larian kudanya, untungnya istana Ocktavia tidak terlalu jauh dengan Sihon, dengan begitu Vallerie tidak akan memakan waktu lama untuk sampai di tempat tujuan.


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA


UNTUK EPISODE SELANJUTNYA AKAN


UPDATE BESOK


SAMPAI JUMPA**

__ADS_1


__ADS_2