
Judul:Kedatangan Rao
By. :@Mitsuki776
"*tidak!! jangan sekarang!!"batin Vallerie yang mulai kehilangan penglihatanya, penglihatanya mulai merabun dan seharusnya ia akan segera pingsan, sebelum itu terjadi Vallerie dengan cepat menyembunyikan pedangnya di inventorynya dan segera tidak sadarkan diri.
"apa!! kemana pedang esnya!!"teriak Yuzhi mendekat ke arah Vallerie, "sial di mana dia menyembunyikanya!!"teriak Yuzhi menendang tubuh Valleire hingga menghantam tembok "wanita sialan!!"teriak Yuzhi lagi
🍁🍁🍁🍁🍁*
"tahan dia!! jangan beri dia makan dan siksa dia kalau dia sadar, ingat kalian harus mendapatkan pedang esku kembali!!"teriak Yuzhi pada pengawalnya "baik pangeran!!" teriak mereka serempak, "kau akan menyesal karena telah berurusan denganku ******!!" teriak Yuzhi kembali menendang tubuh Vallerie hingga meninggalkan memar di sana.
Alam mimpi
"Vallerie.. maafkan aku.. sepertinya aku gagal melindungi kerajaanmu" ucap Vallerie(Eva) menangis di tengah kegelapan. "Vallerie!! jangan gampang menyerah begitu, aku akan membantumu kali ini!"ucap Suara yang entah asalnya darimana, namun yang pasti suara itu adalah suara yang sama dengan suara yang pernah Vallerie dengar sewaktu awal reincarnasi juga mimpi mimpi yang pernah Vallerie alami.
"bagaimana caranya?"tanya Vallerie bingung dan fruatasi "Kekuatan terpendam pemilik asli tubuh Vallerie!"ucap Suara itu mulai menjelaskan "kekuatan terpendam? maksudnya Vallerie punya kekuatan yang terpendam dalam dirinya?"tanya Vallerie tidak mengerti
"benar sekali, namun mungkin kekuatan ini akan sulit di keluarkan ataupun di kendalikan, kekuatan ini bisa di keluarkan ketika pemiliknya sudah dalam emosi yang sangat tinggi"ucap suara itu menjelaskan "jadi aku harus bagaimana?"tanya Vallerie hampir menangis "kalungmu! itu juga ada sedikit jiwa dari Vallerie yang asli, kurasa Vallerie yang ada di dalam kalungmu bisa membantumu untuk mengekuarkan kekuatan itu"ucap Suara itu menjelaskan
__ADS_1
Vallerie menyentuh kalung liontin itu dan melihat isi di dalam kalung itu, memang kalungnya sangat bercahaya di malam hari, namun dapat di lihat bahwa ada sesuatu yangain di dalam keristal liontin itu, itu adalah separuh dari jiwa Vallerie yang asli.
"Vallerie.. bantulah aku.."ucap Vallerie(Eva) pada liontin itu dan berharap Vallerie bisa mendengarnya, "baiklah sepertinya tugasku telah selesai, terus hidup Vallerie, dan ingat jangab pernah menyerah"ucap Suara itu pada Valleire, sesaat kemudian setitik cahaya mulai datang dan akhirnya menerangi seluruh pandangan Vallerie
Vallerie sadar, kini ia sedang ada di ruang bawah tanah, lebih tepatnya ruang penyiksaan atau ruang eksekusi. tangan Vallerie di ikat pada kedua sisi tiang, bahkan kakinya pun juga di ikat
"sudah sadar?" tanya seseorang laki laki dengan pakaian hitam juga cadar hitam, tak lupa di tanganya juga di sediakan sebuah cambuk yang sudah di lumuri bubuk besi yang akan melukai orang yang di cambuk, "mau menyiksaku kah?" tanya Vallerie berwajah datar "katakan padaku di mana pedang pangeran kami!!"ucap laki laki itu mulai mencambuk tubuh Vallerie hingga menyebabkan luka goresan yang cukup dalam juga memar di pahanya.
Vallerie hanya menatap datar pada orang yang mebcambuknya, melihat itu laki laki itu kembalu mencambuk Vallerie dengan berutal hingga membuat bagian pakaian Vallerie sobek. "katakan!! jangan membuatku geram!!" teriaknya kembali mencambuk Vallerie "akhhhh!!!" rintih Vallerie di kala cambuk itu mengenai wajahnya dengan keras, kini luka yang lumayan dalam di terdapat di pipinya.
"Katakan cepat!!!" teriaknya lagi mencambuk tubuh Valleire, sosok laki laki itu menyeringai lalu mendekat ke arah Vallerie dan membuka jaket Vallerie "apa yang kau lakukan!!" tanya Vallerie marah "dengan cara seperti ini sepertinya aku akan berhasil mendapatkan pedang pangeran, katakan di mana pedang itu maka aku tidak akan melakukanya!"ucap Orang tersebut masih membuka pakaian pada Vallerie dengan cara merobeknya kasar.
"kesempatan terakhirmu, di mana pedang pangeran!!" teriak laki laki itu sambil melayangkan kembalu cambuknya berulang kali hingga tubuh Vallerie kinj penuh luka dan memar, "a aku tidak akan mengatakanya!!"ucap Vallerie bersusah payah
laki laki itu geram kini ia memotong tali pengikat pada tangan Vallerie dan lalu mengikatnya kembali menjadi satu, kaki Vallerie tentu belum di lepas. "jangan salahkan aku kalau memperlakukanmu dengan kejam dan kasar!!" ucap laki laki itu membuka cadarnya dan lalu menggigit bahu Vallerie tak lupa ia juga membuka resleting pada celana Vallerie dengan kasar
namun Aksinya terhenti ketika sebuah tendangan membuatnya harus menghantam bagian sisi tembok. orang yang menendangnya memakai jubah dengan warna biru tua, melihat tubuh Vallerie tanpa pakaian laki laki berjubah itu segera melepas jubahnya dan menutupi tubuh Vallerie, tak lupa ia juga memotong tali yang mengikat tubuh Vallerie
Vallerie begitu lemah saat ini, oandanganya pun mulai rabun, itu membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang menyelamatkanya, "Vallerie aku ada di sini, janga takut" ucap sosok itu terdengar lembut, kini Vallerie tahu siapa orang yang menyelamatkanya, dia tahu betul dengab suara itu
__ADS_1
itu adalah Rao Sihon, orang yang membuat Vallerie jatuh cinta, Rao menggendong Vallerie dengan hati hati keluar dari ruang bawah tanah tersebut. "Vallerie maaf aku terlambat" ucap Rao terdengar begitu menyesal "Rao... bawa aku ke hutan belakang Ocktavia, di sana tidak akan ada pengawal yang menjaga" ucap Vallerie lirih
Rao segera menuruti perkataan Vallerie. sesampainya di hutan Rao menurunkan tubuh Vallerie dan lalu menyandarkanya pada pohon besar di sana, Rai menyentuh kulit wajah Vallerie dan menyalurkan kekuatanya untuk bisa menyembuhkan luka pada tubuh dan wajah Vallerie. setelah sembuh akhirnya Vallerie bisa bangkit, tapi mungkin kekuatanya masih sangat lemah dan belun setabil
mengenai pakaianya tentu Vallerie menyimpan pakaian kerajaan Ocktavianya juga jubah putihnya di inventory miliknya. Vallerie segera mengganti pakaianya dan lalu sedikit menata rambutnya yang berantakan dan sedikit terbakar karena ledakan yang baru saja ia dapat.
"kau itu ternyata selalu membawa cadangan pakaian ya" ucap Rao sangat heran, "iya... aku selalu berjaga jaga takut hal tak terduga akan terjadu, dan benar saja itu benar benar terjadi" ucap sedikit membersihkan tubuhnya. dia kini tidak memiliki senjata lain selain pedang es legendary miliknya, dan kini ia juga tidak memiliki poin sedikit pun, itu membuatnya frustasi
dia sadar dia terlalu boros dalam menggunakan poinya, "hahh... apa kita kembali ke kerajaan Sihon dulu?" tanya Rao du kala melirik sekitar takut kalau kalau ada pengawal kamame yang melihat mereka. "entahlah.. , tapi sepertinya ada baiknya kalau kita kembali dulu, tenaga ku sudah habis, dan lagi kondisi tubuhku saat ini kurang baik" tutur Vallerie yang langsung di angguki oleh Rao
"benar.. kita mebali dulu ke kerajaan Sihon" ucap Rao berjalan ke dalam hutan untuk mencari lubang yang biasa di gunakan Vallerie untuk menyusup keluar istana.
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
MAAF KALAU ADA SALAH KATA ATAU TYPO DI BEBERAPA EPISODE..
UNTUK PARA PENDUKUNG REINCARNATION A PRINCES.. SAYA SANGAT BERTERIMAKASIH PADA KALIAN
__ADS_1
SEE YOU**..