
Judul:Sebuah Pohon Menakjubkan
By. :@Mitsuki776._
Criss tertawa, "Ngomong ngomong soal suami, sepertinya suamimu satunya yang berada di luar sepertinya sangat kesal dan tidak sabar menunggumu keluar, dia bahkan menghujatku beberapa kali" ucap Criss tersenyum menggoda, Vallerie terkejut.
"Jangan bilang yang dia maksud adalah Neji?!_-" batin Vallerie yang baru sadar kalau dirinya telah melupakan dua makhluk di luar sana yang setia menunggunya keluar.
......
"Kenapa Nona lama sekali! kalau sampai nona kenapa-napa, aku berjanji akan memukul siapapun orang yang menyakitinya!" gerutu Xixi kesal.
"Tidak cukup hanya memukulinya, aku akan membunuhnya dan segera mencincang cincang tubuh orang yang menyakiti Vallerieku. Tidak akan kubiarkan dia hidup tenang!" Batin Rao(Neji) yang terus terusan menendang kerikil-kerikil kecil untuk meredakan amarahnya.
🐦❄🐦❄🐦❄🐦
Sambil berjalan keluar tempat itu bersama Criss, Vallerie sempat berbincang sepanjang perjalanan keluar dari sana.
Melihat itu, Rao(Neji) tentu saja kesal kalau Vallerie dekat dengan pria lain selain dirinya, namun rasa kesalnya tidak terlalu besar daripada rasa kecewanya karena Vallerie benar-benar melupakan dirinya yang setia menunggunya di luar bersama para penjaga-penjaga yang menurutnya sialan itu.
Criss mendekat ke arah dua ayah dan anak yang sempat membawa Vallerie pada Criss itu. "Dia sama sekali bukan penyihir, aku bisa menjamin mereka bukan mata-mata ataupun penjahat. Kalian bisa mempercayai mereka" ucap Criss tersenyum.
Kedua ayah dan anak itu akhirnya bernafas lega. "Baiklah, maaf atas kelancangan saya. Kalau boleh tahu apa tujuan kalian datang kesini?" tanya sang ayah dengan ramah.
"Oh, kudengar di sini ada burung-burung sihir pengganggu yang sering mengganggu para petani di sini ya? karena penasaran, saya kesini untuk melihat langsung dan menangkap mereka. Apakah Anda tahu sesuatu tentang itu?" tanya Vallerie berpura-pura.
__ADS_1
"Oh syukurlah! kalau begitu kami akan dengan senang hati mau memberi informasi tentang burung-burung sialan itu. Kebun kami selalu di rusak mereka, bahkan persediaan dagangan kami yang berada di gudang pun daoat tengan mudah di jangkau oleh mereka, kami benar-benar terganggu dengan itu" ucap sayng ayah mengeluh.
"Bisakah kalian menunjukan dimana burung-burung itu sering berada? saya ingin lemihatnya terlebih dahulu" ucap Vallerie ramah. Ayah dan anak itu tersenyum "tentu!" jawab mereka secara bersamaan.
"Nona, rambutmu... takutnya ada warga lain yang mengira dirimu penyihir jahat, itu akan sangat menguras waktu kita nantinya" ucap Xixi mengingatkan. "Aku tahu," ucap Valleire mengambil sebuah jubah putih miliknya yang setia berada di dalam inventory miliknya itu. Itu adalah jubah yang dulu di berikan Rao pada Vallerie.
Melihat jubah yang secara tiba-tiba berada di tangan Vallerie, membuat Neji(Rao) memperhatikan itu. Neji tentu saja terkejut. "Dia masih menyimpanya" natin Neji menatap jubah itu lekat.
Valleire memakai jubahnya dan menutup rambutnya dengan tudung bertelinga yang ada di jubah itu. Merasa dirinya di perhatikan oleh Neji, Vallerie ikut menatap Neji intens.
"Kenapa kau menatap jubahku seperti itu?" tanya Valleire memicingkan tatapanya, Neji tersadar. "Ah, tidak hanya saja, jubahmu itu imut sekali, darimana kau mendapatkanya?" tanya Neji berpura-pura tidak tahu.
Vallerie terdiam. "Dari seseorang yang... , ah tidak, lupakan saja! Ayo pergi!" ucap Vallerie segera berjalan lebih dulu memunggungi Neji untuk menyembunyikan ekspreksinya yang saat ini terlihat murung dengan tatapan mata merah ruby yang meredup.
"Dia sedih? karenaku?" ucap Neji(Rao) kecewa pada dirinya sendiri yang bukanya membahagiakan Vallerie, tapi malah membuatnya bersedih sampai seperti itu. Ingin rasanya Neji memukul dirinya sendiri, namun, dia tidak mungkin melakukan itu di hadapan Vallerie. Yang penting saat ini adalah dirinya yang harus membuat Vallerie kembali ceria.
memiliki warna biru gelap dan lebat, buah dan bunga pada pohon itupun terlihat aneh. bunganya berwarna keemasan dan cenderung bertekstur keras(tak dapat di hancurkan), sedangkan buahnya berbentuk cerry yang berwarna kuning dengan tekstur menyerupai sebuah anggur.
Yang membuat pohon itu semakin aneh adalah, batangnya yang jika di potong akan kembali seperti semula. Pernah kala pohon itu di tebang dengan sebuah senjata sihir dengan tingkatan 200. Berhasil tertebang. Namun, pohon ity malah kembali tumbuh dalam waktu dua menit menjadi seperti semula. Sedangkan bagian yang telah tertebang segera layu dalam waktu 1 menit.
Itu sempat membuat kehebohan pada kota Phoxyee ini, namun seiring berjalanya waktu, pohon itu menjadi terlupakan, sampai munculnya beberapa burung sihir yang meninggali lubang pada batang pohon itu. Burung itu mengganggu para petani dan pekebun, menghancurkan, mencuri, atau bahkan membuat tanaman tanaman para petani dan pekebun itu menjadi layu dalam kesekejap.
Vallerie terkejut mengetahui fakta di balik pohon itu. Rasanya Vallerie ingin sekali mencoba pedang es miliknya pada pohon tersebut untuk uji coba, namun, tidak mengkin baginya mengeluarkan senjata itu disini. Dia akan kembali di kira penyihir jahat jika itu sampai dia lakukan.
"Xixi, bisakah kau lihat dan masuk ke dalam lubang pada pohon itu? aku tidak bisa melihat ke dalamnya, tempat itu terlalu tinggi untuku" ucap Vallerie sedikit mengeluh, Xixi menurut dan terbang keatas.
__ADS_1
"Astaga nona! lubang ini ternyata memiliki ruang yang cukup besar, sangat tidak sesuao dengan ukuran pohon ini! benar benar aneh!" teriak Vallerie dari atas sana. Vallerie kembali berfikir.
"Pohon ini bukanlah pohon biasa, jika senjata sihir saja tidak mampu merobohkanya, itu berarti pohon ini cukup kuat. Mengapa sampai ada lubang pada pohon itu, dan lagi ukuran di dalamnya lebih besar dari ukuran pohon itu sendiri." pikir Vallerie lagi.
Kemudian Valleire menyadari akan sesuatu, dengan menggunakan penjepit rambut miliknya yang setia pada rambutnya itu, Valleire menusukan bagian yang runcing pada kulit pohon tersebut. Namun yang terjadi, pohon itu malah mengekuarkan semacam getah berwarna kekuningan yang mengalir keluar sedikit demi sedikit.
"Sebelum pohon ini ada, apakah ada sesuatu yang tumbuh di sini?" tanya Vallerie pada sang ayah dengan tatapan serius. Sang ayah tampak gugup. "Ya, maafkan saya, sebenarnya pohon ini tumbuh juga karena saya yang dengan gegabah membeli benih buah Onyxo dari seorang pengelana wanita yang terlihat menyedihkan, tak di sangka, setelah saya menemuinya kembali, ternyata pengelana itu adalah penyihir. Untunfnya dia telah di hukum mati oleh pemimpin kota" ucap sang ayah tidak enak.
Vallerie mengerti sekarang," Aku mengerti, pohon ini tidak tumbuh sendirinya, ini adalah pohon biasa. Namun, karena benih yang terkandung sihir itu,membuat benih itu meleleh dan cairanya mengenai akar pada pohon, menjadikan dirinya sebuah pohon sihir yang sangat kuat. Ini benar-benar penemuan yang menarik, mungkin aku bisa menggunakan ini di masa depan" batin Valleire menyeringai.
"Xixi, masuklah kedalam, dan jika kau menemukan sebuah benda aneh di dalamnya, ambilah! tapi ingat, jangan mencoba mengambilnya dengan tanganmu sendiri, gunakanlah daun-daun itu sebagai pelapis antara benda itu dan tanganmu oke?" ucap Vallerie memberi instruksi.
Xixi mengangguk paham dan mengambil beberapa daun untuk di bawanya masuk. tak lama kemudian, Xixi kembali dengan membawa sebuah biji dengan warna keemasan bahkan hampir sama dengan emas. Ukuranya seperti sebiji telur.
Vallerie sempat terkejut melihat itu, dugaanya benar-benar nyata.
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
LIKE, RATE, VOTE, AND COMENT
PASTI DI RESPON KOK, WALAU KADANG AGAK LAMA.
SAMPAI JUMPA LAGI YA
__ADS_1
SEE YOU**...