
Judul:Perubahan Pada Vallerie
By. :@Mitsuki776._
"Di dekat sini ada gua yang lumayan bisa kita tempati sementara, jaraknya hanya beberapa meter ke dalam hutan ini. Kalau kita kembali ke kota Phoxyee akan mencapai waktu lama mengingat ketinggian dari bawah ke atas tempat di mana Kota Phoxyee berada ada belasan meter jaraknya" ucap Xixi menjelaskan, Valleire hanya mengikuti saran Xixi untuk mncapai gua terdekat saja.
"Dia benar-benar menarik, Vallerie.. ah tidak, sejak awal aku mencintaimu, kau adalah Eva, tak peduli tubuh siapa yang kau diami, aku hanya akan mencintai Valleire yang kini berada di depanku" batun Neji tersenyum
❄❄❄❄❄
GUA
Vallerie bersandar pada dinding batu yang kasar pada gua tersebut, bajunya yang basah juga ternoda darah di biarkanya untuk sementara. Tubuh Vallerie saat ini masih lemah, itu sebabnya tekena hujan pun dia sudah pasti akan demam.
Neji mendekat ke arah Vallerie, dan perlahan mengeringkan juga membersihkan pakaian Vallerie dengan sihirnya. "Kau bisa sihir, sebenarnya siapa kau?" tanya Valleire menatap bajunya yang sudah hampir kering.
"Aku belajar dari kakeku,(tidak, sebenarnya sejak lahir aku sudah menguasai elemen sihir berket kekuatan iblis yang mendiami tubuhku)" ucap Neji berbohong.
"Oh begitu, siapa kakekmu?" tanya Valleire lagi memastikan. "Oh, d dia adalah mantan perdana mentri di kerajaan Sihon dulu" ucap Neji lagi-lagi berbohong. Mendengar kata "Sihon" raut wajah Vallerie segera berubah.
Neji tahu betul mengapa raut wajah Vallerie berubah seperti itu. "Tapi dia terbunuh dalam peperangan. Itu sebabnya keluarga kami menjadi terlupakan di masyarakat walau kerajaan Sihon sebenarnya sangat baik pada kami." ucap Neji lagi.
"Begitu.." ucap Valleire yang setelahnya berdiri dan mencoba masuk ke dalam lorong gua. "Xixi, apa kau bisa periksa apa yang ada di dalam?" tanya Valleire menatap lorong yang tampak gelap itu.
"Di dalam tampak ada sesuatu beraura gelap Nona, untuk itu saya harus menelusuri tempat ini lebih dalam, apa nona memperbolehkanya?" tanya Xixi menatap lorong itu dengan tatapan memprediksi.
Valleire mengangguk, Xixi segera terbang menusuri tempat gelap itu, dengan matanya dia bisa dengan mudah melihat di dalam kegelapan, itu adalah sala-satu kemampuanya.
Swosshh~
__ADS_1
Aura gua itu semakin mendingin, Xixi terkejut begitu mendapati dirinya hampir saja terkena serangan yang membuat lawanya menjadi es dalam sekejap. Itu adalah nafas es yang dapat membekukan seseorang namun tidak langsung melenyapkanya.
Nafas es itu hanya akan membekukan seseorang/benda dan lalu perlahan dalam jangka waktu 1 jam, orang/benda yang di bekukan itu akan melenyap sendirinya.
Xixi terdiam sejenak dan lalu segera terbang kembali dengan kecepatan tinggi setelah melihat wujud bernafas es itu. itu benar benar mengerikan menurut Xixi.
"Nona!!" teriak Xixi ketakutan dan segera memeluk Vallerie. "Nona, di di dalam a ada monster!" ucap Xixi ketakutan. Neji tersentak, dia mencoba mendekat ke lorong itu. "Auranya semakin mendingin, aku rasa di dalam ada makluk sihir es yang cukup kuat hingga membuat lingkunganya berpengaruh seperti ini" ucap Neji memprediksi.
"ini menarik, biarkan aku melihatnya" ucap Vallerie mulai memasuki gua itu. Neji terkejut dan secara tidak sadar menghentikan tindakan Valleire dengan mencekal tangan kananya. "Itu berbahaya!" ucap Neji(Rao) sedikit berteriak.
Vallerie tertegun di kala ekspreksi Neji sangat mirip dengan Rao. Dia baru menyadari kalau wajah Neji sangat mirip dengan Rao, hanya warna mata, warna rambut juga gaya rambutnya saja yang berbeda.
Vallerie menatap tangan Neji yang mencekal tanganya. Dia kembali di kejutkan oleh sebuah gelang hitam yang melingkar pada lengan Neji, itu adalah gelang hitam dengan buah berupa logo Zodiak yang sama persis dengan milik Vallerie.
Vallerie tidak segera menyimpulkan kalau yang di depanya sekarang adalah Rao. Dia tahu kalau gelang itu cukup pasaran di kota manapun. Jadi tak heran kalau ada beberapa orang yang juga memiliki gelang sama persis.
"Kita belum tahu apa yang ada di dalam, jika kau nekat ke sana, bisa-bisa kau akan kehilangan nyawamu!" ucao Neji sedikit berteriak. Vallerie terkekeh.
"Aku punya kemampuan, dan aku pasti bisa menghadapi apapun yang ada di depan. Jadi, untuk apa aku takut?" ucap Vallerie lagi melepaskan cekalan tangan Neji di lenganya dan lalu berjalan masuk.
Neji menggertakan sedikit giginya dan segera menyusul Valleire yang ada di dalam, begitupun dengan Xixi yang memilih di urutan terakhir.
.....
Vallerie mulai merasakan aura dingin menusuk pada tubuhnya, gua itu hampir mencapai pada batasnya. Vallerie segera melihat makluk yang di lihat oleh Xixi.
Itu adalah sebuah burung es dengab ukuran yang cukup besar. Burung itu adalah burung yang sebenarnya sudah tidak ada lagi du Zaman ini. Namun, entah apa yang terjadi hingga burung itu bisa sampai ke sini dan menjadikan tempat ini sarangnya.
Begitu melihat Valleie, mata burung itu segera berubah warna menjadi merah. Menyerang Vallerie dengan nafas esnya dan sesekali menggunakan sayap-sayapnya untuk meluncurkan jarum jarum es yang di buatnya untuk meluncur pada Vallerie.
__ADS_1
Valleire tersenyum dan dengan mudah menghindari segala serangan itu. Tanpa ia sadari rambutnya berubah warna lagi menjadi hitam, tapi kali ini, rambutnya sepenuhnya telah berwarna hitam.
"Valleire..." batin Neji terkejut melihat wujud Valleire yang sesungguhnya. Secara drastis Valleire bertukar wujud dengan wujud aslinya, yaitu wujud seorang Minakawa Eva dengan paras yang cukup cantik juga rambut hitam dan mata merah ruby yang dulu di milikinya.
"Nona..." Xixi terdiam begitu meluhat wujud tuanya. Valleire masih berlarian menghindari serangab serangan itu. Namun yang dia kejutkan adalah kemampuanya sebagai Vallerie yang juga ikut menghilang. Vallerie menatap kuku jari tanganya yang telah berubah warna itu.
"Tunggu?! aku kembali ke wujud semulaku?!" Valleire terkejut ketika menyadari perubahanya. Dia tidak bisa apa-apa sekarang tanpa kemampuan mata Fighter juga sihirnya.
Dia hanya bisa mengandalkan kekuatan fisiknya yang mebingkat secara drastis. Vallerie mengambil pedang sihir miliknya dan mencoba menyerang burung itu sekali lagi.
Vallerie tidak mungkin menggunakan pedang Flame Ice Sword kali ini, mengingat burung itu juga berelemen es. Tentu senjata itu tidak berpengaruh padanya.
Neji tidak tinggal diam. Melihat Vallerie dalam bahaya sepertu itu, Neji menggunakan sihirnya untuk menyerang burung itu. Namun, dia terlambat di kala sala-satu serangan burung itu mengenai bagian perut Valleire.
Sebuah tancapan es yang tajam membuat bagian perut Valleire mengeluarkan darah sangat banyak dan lambat laun membuatnya tidak sadarkan diri. Melihat itu Neji benar-benar tidak bisa menahan emosinya.
Tanpa sadar dirinya menggunakan mode ibis sempurna pada tubuhnya. sepasang sayap berwarna hitam yang cukup besar meuncul di punggungnya. Matanya berwarna biru terang dengan dua tanduk kebiruan berada di atas kepalanya. Tanganya mulai berubah menjadi sebuah cakaran monster dengan kuku jari yang cukup panjang.
Aura hitam kebiruan mulai mengelilingi tubuhnya, membuatnya menjadi seorang iblis yang sangat mengerikan.
TBC
SAMPAI SINI DULU YA
SAMPAI JUMPA
MAAF KALAU ADA KESALAHAN
SAYA BUATNYA BURU-BURU🙏
__ADS_1
Terus dukung dengan cara Like, Rate, Vote, And Coment, terimakasih...