
Judul:Menjalankan Misi kembali
By. :@Mitsuki776
"Buat pengumuman ke pusat informasi, bilang jika ada yang berhasil menemukan anakmu, dia akan di beri imbalan 100 keping coin emas" ucap Vallerie yang membuat sang prajurit terkejut, tapi tidak dengan Rao, dia lebih penasaran dengan apa tujuan Vallerie melakukan hal-hal merepotkan seperti itu.
"saya ingin membantu" ucap Vallerie tersenyum
🍁🍁🍁🍁🍁
Vallerie lalu membuka inventorynya dan mengambik sekantung uang dan dan langsung memperlihatkanya pada prajurit itu. "dan saya tidak berbohong," ucap Vallerie tersenyum, melihat itu prajurit itu langsung berlutut di depan Vallerie. "Tuan Putri!! saya berterimakasih! teeimakasih banyak Tuan Putri!" ucap sang prajurit masih bersujud di depan Vallerie.
"Sudahlah..." ucap Vallerie menepuk bahu prajurit dan menyuruhnya untuk segera bangkit. "segera lah umumkan pada para rakyat.." ucap Vallerie menyimpan kembali kantung emasnya dan menyimpanya di inventory.
"Lagipula, bagiku poin lebih berharga daripada Koin emas yang tidak bisa di jual di nontifku itu.." batin Vallerie bersorak gembira.
Kini dia memiliki satu jam lagi sebelum menyelesaikan misi terakhir, Vallerie kembali mengistirahatkan tubuhnya di pohon belakang istana Sihon itu, entah kenapa Vallerie merasa nyaman di sana.
Rao masih mengikuti Vallerie. Vallerie kini membuka nontif perbelanjaanya dan membeki beberapa makanan jadi seperti burger yang berharga 20 poin. "Makanan ini sangat mahal!",ucap Vallerie mengeluh.
Mendengar itu membuat Rao menoleh dan melihat makanan aneh yang di makan Vallerie "itu apa?", pikir Rao bertanya-tanya.
"Ahhh rasanya sudah lama sekali aku tidak makan makanan seperti ini" ucap Vallerie lagi sambil kembali menggigit burgernya yang sebenarnya cukup pedas. Vallerie pecinta pedas, jadi itu tidak ada-apa apanya baginya.
Rao sudah bosan mengikuti Vallerie yang melakukan kegiatan tak berguna bagi Rao. Rao pun mendekati Vallerie dan langsung duduk di sampingnya tanpa izin. Vallerie terkejut "R Rao?!" kejut Vallerie.
__ADS_1
"Kenapa kau mau melakukan hal hal merepotkan seperti tadi?" tanya Rao langsung, Vallerie paham,"Aku hanya ingin, selain itu sejak kapan kau mengikutiku?" tanya Vallerie kini sedikit ketakutan, dia tidak ingin rahasianya di ketahui terlalu cepat.
Melihay raut wajah Vallerie yang tidak biasa, Rao langsung paham jika Valleriw masih tidak ingin dirinya mengetahui terlalu banyak "sejak kau memamerkan kantong uangmu pada prajurit di depan" ucap Rao berbohong.
Mendengar itu Vallerie lega. "Begitu ya", ucap Vallerie tersenyum. Melihat itu Rao menghela nafas dan merebut burger Vallerie lalu memakanya. tapi bukanya rasa enak yang di rasakan Rao, Rao langsung melepehkan burger yang sempat ia makan.
"Ahh makanan apa ini! Rasanya sama sekali tidak enak! astagaaa!", ucap Rao yang terlihat tersiksa dengan rasa pedas, Vallerie tersenyum tapi kemudian tertawa puas. "Astaga! makanya jangan main ambil ambil makanan orang!" ucap Vallerie mengambil kembali burgernya dsri tangan Rao.
karena kasihan, Vallerie juga membelikan air putih yang berharga 2 poin di nontifnya. dia lalu memberikan botol minuman itu pada Rao. Rao tidak mengerti "apa ini?", "dengan ini rasa tidak enak itu akan sedikit mereda" ucap Vallerie tersenyum, Rao meminumnya.
"Haa.., memang apa enaknya makanan itu?, kau tidak mau memakan makanan kerajaanku dan malah memilih makanan tidan enak itu?" ucap Rao tidak mengerti.
"perasaan itu di namakan pedas, biasanya itu berasal dari cabai, dan aku ini pencinta pedas, jadi hal yang wajar jika aku suka makanan seperi ini" ucap Vallerie tersenyum. "Begitu ya.." ucap Rao pura-pura mengiyakan, padahal ada sedikit keraguan di hatinya ketika mendengar ucapan Vallerie waktu lalu yang mengatakan bahwa dirinya adalah Minakawa Eva.
"Jadi Rao..., apa tujuanmu mengikutiku?" tanya Vallerie dengan tatapan mengintimidasi. "Aku hanya sedikit penasaran dengan apa yang kau lakukan sampai-sampai meninggalkan ruangan rapat, kukira kau berkencan dengan laki-laki lain" ucap Rao yang terlihat sedikit kecemburuan di raut wajahnya.
Rao mengalihkan pandanganya, "iya.., aku menyukaimu" ucap Rao masih mengalihkan pandanganya. Vallerie mendekat ke arah Rao dan mencium bibir Rao dengan seenaknya. tapi sebagai laki laki Rao tidak biaa tinggal diam ketika Vallerie ingin menarik kembali kepalanya.
"Tanggung sendiri konsekuensinya kelinci kecil" batin Rao menahan tenguk Vallerie agar ciuman itu tidak berakhir dengan cepat. Vallerie awalnya tidak berontak, tapi ia kemudian berontak ketika merasa pasokan oksigenya sudah terkuras habis. Rao melepaskan ciumanya.
Vallerie mngambil dan mengatur nafasnya agar kembali normal. "Itu konsekuensinya karena telah menciumku dengan seenaknya!" ucap Rao mengalihkan oandanganya. ini kali kedua baginya berciuman setelah ciuman Vallerie waktu lalu.
"Aku juga menyukaimu, tapi bukan berarti aku mau menerimamu menjadi suamiku untuk saat ini" ucap Vallerie yang membuat Rao cemberut. "Apa aku masih kurang di matamu?" tanya Rao yang sama sekali tidak tahu apa kekuranganya.
"Banyak sekali!, maka dari itu... berusahalah untuk meyakinkanku" ucap Vallerie tersenyum, Rao hanya tersenyum sekilas "hahh apa lagi yang harus ku perbaiki?" tanya Rao di dalam benaknya.
__ADS_1
Vallerie melirik jamnya yang sudah menunjukan pukul 15:00 lewat, masih ada waktu untuk Vallerie berjalan-jalan terlebih dahulu. Vallerie bangkit "temani aku berjalan-jalan," ucap Vallerie setelah bangkit dsri duduknya, Rao tentu saja langsung menerima tawaran Vallerie.
Vallerie dan Rao kini berjalan ke arah taman bunga. "ahhh taman lah yang bisa membuatku bahagia" ucap Vallerie yang membuat Rao mengerinyitkan keningnya. "apa aku tidak bisa membuatmu bahagia?" tanya Rao pada Vallerie. "hanya kadang-kadang" jawab Vallerie masih gembira karena efek moodnya yang kini sangatlah bagus.
"Mau makan sesuatu?" tanya Rao mengalihkan pembicaraan. "Tidak! aku hanya mau menikmati suasana taman dulu" ucap Vallerie menghirup udara segar dari bunga bunga yang menyebarkan aroma harum. setelah menyelesaikan misi, Vallerie berencana untuk tidur lebih awal.
Dia perlu mengistirahatkan tubuhnya dengan cukup sekaligus mempercepat kesembuhan mata Fighternya. Waktu berlalu hingga tiba saatnya Vallerie bergerak untuk menyelesaikan misi ketiga.
3.Memberikan makanan pada seorang tahanan di bawah tanah yang sengaja tidak di beri makan oleh prajurit karena dendam lama pukul 15:40 (Imbalan 120 poin+cincin giok sihir milik sang tahanan)
Vallerie tertarik pada cincin giok yang di tuliskan pada informasi misinya itu, itu membuat Vallerie semakin bersemangat untuk menyelesaikan misi.
Vallerie menarik Rao dan menyuruh beberapa pelayan untuk mengambilkan makanan di dapur kerajaan. "Kukira kau tidak suka makanan istanaku" ucap Rao bingung. "tidak, aku bukanya tidak suka, tapi hanya tidak terlalu suka!. Lagipula makanan itu bukan untuku" ucap Vallerie menyeringai.
"lalu untuk siapa?" tanya Rao tidak mengerti. Vallerie kembali tersenyum polos.
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
LANJUT EPISODE BERIKUTNYA
BESOK.
SAMPAI JUMPA
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE AND RATENYA YA, KALAU MAU VOTE ATAU TIP BOLEH AJA
HIHI.. SEE YOU**