
Judul:Purti Minakawa ke-3
By. :@Mitsuki776._
"Untuk mengembalikan itu semua, akan ku berikan anting suci ini, dengan begitu kemampuanmu di ingkarnasi sebelumnya dapat kembali kau pakai di dunia ini, tapi jika anting itu rusak, kemampuanmu juga akan berkurang seperti kemampuanmu saat ini" ucap Miyami menjelaskan.
Vallerie menatap anting anting di telapak tanganya, "dengan memakai ini apa emosi pada tubuh ini tidak akan berpengaruh padaku lagi?" tanya Vallerie memastikan. Miyami hanya menagguk.
❄❄❄❄❄❄
Tanpa pikir panjang lagi, Vallerie segera memakai anting itu.
"Apa kau merasakan sesuatu perubahan pada tubuhmu?" tanya Miyami memastikan. "Ya, rasanya seperti seluruh tubuhku di aliri tenaga yang dingin, tapi ini membuatku nyaman" ucap Vallerie melihat tubuhnya secara keseluruhan.
"itu adalah kekuatanmu di masa lampau, kau harua memanfaatkan ini sebaik baiknya, jangan sampai kau jatuh ke tangan musuhmu" Miyami berkata dengan mata berkaca-kaca sambil menggenggam kuat tangan Vallerie "Ini adalah keinginan Vallerie(asli)"lanjutnya lagi.
"Ya, aku harus segera bangun, aku harus memanfaatkan waktuku untuk memperkuat diriku, bisakah kau membantuku?" tanya Vallerie pada Miyami yang tampak bingung.
"Ah maaf, aku lupa waktumu bisa terbuang sia sia kalau begini" ucap Miyami yang kemudian mengirim Vallerie kembali ke dunia nyata.
TERBANGUN
Vallerie terbangun.
"Ah, ini sudah hampir waktunya misiku mulai, Xixi!?" ucap Vallerie bergegas, tapi ketika dia melihat ke arah Xixi, dia merasa bingung, pasalnya kini Xixi tertidur begitu pulas di kasur Shirayuki.
"kalau ku biarkan takutnya saat aku tidak ada, Shirayuki melihatmu dan menganggapmu makhluk aneh, kau akan berada dalam bahaya"Vallerie berbatin dengan bingung
"Tapu kalau kubangunkan, rasanya tidak tega" batin Vallerie lagi bingung. Akhirnya Vallerie memutuskan untuk menggendong Xixi di lenganya agar tidak mengganggunya yang sedang tertidur juga tidak meletakanya ke dalam bahaya.
"Pulas sekali tidurnya" gumam Vallerie yang pergi meninggalkan kamar setelahnya.
"yos misi selanjutnya membujuk putri ke-3" gumam Vallerie yang berjalan keluar istana. Namun, langkah Vallerie terhenti ketika mendengar suara anak kecil yang tengah berteriak "aku benci kak Hanji!!" teriaknya.
__ADS_1
Vallerie segera menoleh, itu adalah putri ke-3 yang tengah berteriak di depan Hanji, mereka bertengkar. "Maaf Yuri, kakak tidak bisa bermain denganmu malam ini, kakak harus mengurus beberapa keperluan kerajaan" ucap Hanji mencoba membujuk.
"Kakak Hanji jahat!!" Yuri berlari menjauhi hanji meninggalkan Hanji yang terdiam tidak enak. Melihat itu Vallerie segera mendekati Hanji "dia adikmu?" tanya Vallerie tiba tiba, tentu pertanyaan itu mengejutkan Hanji yang tidak tahu menahu keberadaan Vallerie.
"Astagaa! Purti Ocktavia, anda mengagetkan saya!" ucap Hanji menenangkan jantungnya, melihat itu Vallerie terkekeh. Bagaimana mungkin seorang pangeran terkejut hanya dengan kedatangan Vallerie, kalau saja yang datang penjahat, apa Hanji juga akan berekspreksi seperti itu?
"Aku tidak bermaksud" ucap Vallerie tersenyum lalu membungkuk hormat, "Jadi apa dia adikmu?" tanya Vallerie lagi.
Hanji terdiam tapi kemudian mulai membuka mulutnya dengan tidak enak, "Haa, iya, dia marah padaku karena aku tidak menempati janji yang akan menemaninya bermain sebentar malam ini" ucap Hanji tidak enak.
"Kenapa tidak menemaninya?" tanya Vallerie tidak mengerti, "ya, aku ada beberapa urusan negara, untuk saat ini tidak bisa menemaninya" ucap Hanji merasa bersalah. "Begitu ya, aku akan membantumu, kau pergilah mengurus keperluanmu" ucap Vallerie berjalan melewati Hanji.
"Apa hanya perasaanku, sikapnya terlihat berbeda, dia jadi lebih dingin" batin Hanji yang kemudian melanjutkan tujuanya ke ruang pribadinya.
KEDIAMAN SELIR KE-2
Vallerie berjalan mendekati seorang anak perempuan yang tampak sangat murung, dia bahkan sesekali melempar batu ke arah sungai yang ada di halaman kediaman selir ke-2 itu.
Vallerie segera mendekatinya. "Hallo" sapa Vallerie menegur.
"Kenapa murung begitu? apa ada masalah? kalau ada kau bisa bercerita padaku, kau tahu,.. kalau masalahmu kau ceritakan pada temanmu, masalah itu akan sedikit lebih berkurang" ucap Vallerie meyakinkan.
Yuri hanya menatap Vallerie kagum, dengan paras Valletie yang cantik itu, yuri seakan tersihir oleh kecantikanya, dia ingin menjadi secantik Vallerie. Namun, semua pikiran itu menghilang ketika matanya jatuh pada Xixi yang masih di gendong Vallerie.
"Kucing?" ucap Yuri mengusap lembut kepala Xixi, itu membuatnya sedikit menggeliat kecil dalam tidurnya.
"dia temanku" ucap Vallerie tersenyum kecil, "apa kau tidak kesepian lagi ketika bermain denganya?" tanya Yuri penasaran. Mendengar itu Vallerie segera mengerti apa maksud pertanyaan Yuri, sebenarnya kasus Yuri hampir sama dengan kasus pangeran ke-5, namun karena kediaman selir ke-2 dan ke-3 berbeda, entah kenapa itu membuat keduanya menjadi tidak akrab, apalagi dengan status pangeran ke-5 yang sudah tak memiliki ibu, itu membuatnya jarang berinteraksi keluar kediaman selir.
"Tentu saja,.." ucap Vallerie antusias, mendengar itu Yuri mulai memandangi bulan, "aku kesepian, aku ingin sekali selalu bersama kak Hanji, tapi kau tahu, kak Hanji akhir akhir ini menjadi sangat sibuk! itu menggangguku, aku ingin bermain denganya" ucap Yuri sedih.
"kau tahu Yuri, untuk kedamaian negara ini, kakakmu harus berkorban waktunya. Kamu seharusnya bangga memiliki kakak yang berperan penting dalam kenegaraan juga keselamatan rakyat. aku tahu kamu kesepian, tapi masih ada dayang dayangmu, ibumu, juga kakak kakakmu yang lainya. Selain itu, kau juga punya seorang adik laki laki kan, dia juga kesepian sama sepertimu.. bagaimana kalau kau pergi temani dia, dengan begitu kau akan tidak merasa kesepian lagi" ucap Vallerie menyarankan.
"Adik?" Yuri mengingat ngingat, "Maksudmu adik ke-5?" tanya Yuri pada Vallerie, itu segera di balas anggukan oleh Vallerie.
__ADS_1
"Aku tidak akrab denganya" ucap Yuri kembali sedih, "Hehh, hanya karena tidak akrab, kau tidak boleh mengabaikan saudaramu. Lagipula kalau kau berteman denganya, aku yakin kalian akan menjadi saudara yang baik" ucap Vallerie tersenyum yakin.
Mendengar itu Yuri tersenyum, "Kau benar, lagipula adik ke-5 terkadang terlihat menggemaskan, aku mungkin bisa akrab denganya" ucap Yuri meyakinkan dirinya.
"Sebelum itu, sebaiknya kau meminta maaf pada kakakmu, dia khawatir dengan dirimu yang tadi marah padanya" ucap Vallerie mengingatkan, ini demi misinya, tentu saja dia harus membuat Yuri mau memaafkan kakaknya.
"Kau benar kak, terimakasih atas saranmu, dan kak namamu siapa?" ucap Yuri yang merasa bodoh tidak menanyakan hal terpenting terlebih dahulu. "Vallerie, Vallerie Ocktavia" ucap Vallerie tersenyum manis, begitupun dengan Yuri yang segera berlari menghampiri Hanji setelahnya.
**MISI COMPLETE
3.membujuk putri ke-3 untuk mau memaafkan kesalahan Pangeran Hanji pukul '19:22' di area selir ke-2(Imbalan 120 poin+buku sihir tingkat S)
Imbalan 120 poin di terima
untuk buku sihir tingkat S akan di berikan besok pagi pada pukul 08.00 di taman kerajaan Minakawa**
"Apa? imbalanya nanti?! itu berarti seharusnya imbalan kali ini bukanlah hadiah dari syistem" batin Valleire berpikir.
"Ah, misi selanjutnya sedikit berbahaya, aku tidak bisa membawa Xixi dalam bahaya, aku harua membangunkanya" pikir Vallerie menggoyang goyangkan tubuh Xixi seidikit.
"Ah, maaf nona, saya tertidur" ucap Xixi segera terbang dan memposisikan dirinya tepat di wajah Vallerie.
"Misiku kali ini akan sedikit berbahaya, kau mau tetap bersamaku atau bersembunyi dulu selagi aku menjalankan misi?" ucap Vallerie memberi pilihan. "Saya akan ikut nona apapun resikonya!!" ucao Xixi yakin.
Mendengar itu mau tidak mau Vallerie harus membawa Xixi dalam misi kali ini, untungnya Vallerie punya pedang es, dengan begitu dia tidak akan kesulitan dalam misi kali ini.
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
LANJUT EPISODE BERIKUTNYA BESOK
JANGAN LUPA LIKE, RATE, VOTE DAN COMENT NYA YA...
__ADS_1
TERIMAKASIH**....