
Judul:Peduli
by. :@Mitsuki776
Vallerie tersenyum, "tidak akan!.. aku tidak akan mati dengan mudah, seorang Vallerie harus mendapatkan kebahagiaanya bagaimanapun caranya!!"ucap Vallerie penuh tekad, mendengar itu Rao sedikit merasa lega, "aku akan membantumj merebut kembali kerajaanmu"ucap Rao masih menatap ke depan, "ya.. tentu saja!! karena kamu juga yang akan memimpin kerajaan itu nantinya"ucap Vallerie seakan membuat Rao mempunyai harapan untuk bersama Vallerie
Rao tertegun selama sedetik lalu ia kembali menatap ke depan, "itu pasti!"ucap Rao dengan nada dingin, tapi Vallerie tahu bahwa Rao kini sedang gugup, "hahaha rona merahnya sama sekali tidak bisa di sembunyikan"batin Vallerie tertawa
🍁🍁🍁🍁🍁
kini Vallerie dan Rao telah sampai di pasar para Rayat kerajaan Kamame, Vallerie tidak langsung muncul di sana, ia khawatir dengan dandananya yang memakai baju kerajaan ocktavia tanpa jubah, sedangkan Rao, dia masih memakai jubah, saat dia meninggalkan kerajaan Sihon dia sempat mengambil jubahnya, sedangkan Vallerie, jubahnya ada di kerajaan kamame. itu sebabnya Vallerie tidak langsung muncul di tengah tengah kepadatan rakyat
"aku akan membelikan jubah untukmu, kau tunggulah aku di sini"ucap Rao menunjuk pohon pesar yang ada di dekatnya. "baiklah.."ucap Vallerie tersenyum, Vallerie memakai sihirnya untuk membersihkan bajunya dari tanah yang tadi sempat mengotori bajunya
beberapa menit berlalu akhirnya Rao datang dengan membawa jubah berwarma putih dengan ujung jubah yang terdapat dua garis berwaena ungu, tak lupa dengan dua tanduk yang menyerupai telinga menghiasi tutung jubah tersebut, "ini"ucap Rao memberikan jubah putih itu ke tangan Vallerie, "terimakasih"ucap Vallerie segera menerima dan memakai jubah itu
__ADS_1
(seperti gambar di atas ya)
"ayo"ucap Vallerie yang segera pergi menuju arah pasar, "..dia semakin imut..."batin Rao yang sedari tadi memperhatian Vallerie. Vallerie dan Rao berjalan menusuri pasar, mereka berniat untuk membeli kuda. "tuan.. apa anda menjual kuda ini?"ucap Vallerie menunjuk kuda berwarna putih yang ada di samping seorang laki laki paruh baya, "iya, saya ingin menjualnya, tapi di sekitar sini rakyat sedang ada kerisis ekonomi, maka dari itu tak satupun yang mau membeli kuda saya"ucap sang pemilik sedih
"bagus kalau begitu, bagaimana kalau saya beli?"tanya Vallerie gembira, "a apa kalian punya uang??!"kejut sang pemilik tak menyangka masih ada orang yang mempunyai uang lebih setelah terus menerus di pintai pajak oleh kerajaan, "ya, saya punya"ucap Rao segera maju dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Vallerie
"terimakasih... ambilah kuda ini, saya hargakan hanya 20 keping perak"ucap pemilik tersebut masih bergembira, Rao mengeluarkan kantongnya dan mengambil 1 keping emas untuk ia berikan pada sang pemilik kuda, "ahh maaf saya sama sekali tidsk punya kembalianya"ucap sang pemilik tidak enak juga merasa sedih, "ambil saja kembalianya, saya ambil kudanya ya"ucap Rao segera melepas ikatan kuda tersebut dari tiang
"terimakasih banyak, apa kalian berasal dari kerajaan lain?"tanya sang pemilik yakin, "ee darimana anda tau tuan?"tanya Vallerie bingung, "sebenarnya di sini para rakyat sedang kerisis ekonomi akibat pajak yang terus menerus di pintai oleh kerajaan dalam jumlah besar, bahkan bagi yang tidak mampu membayar pajak akan di jadikan budak dan suruhan paksa untuk kerajaan, ketika saya melihat kalian membawa uang segini, saya langsung yakin anda bukanlah orang orang dari sini"ucap laki laki paruh baya tersebut sambil menunjukan keping emas yang baru ia dapat dari Rao
"begitu ya.."ucap Vallerie paham, "maaf tuan, saya buru buru, selamat tinggal"ucap Vallerie segera pergi dengan hormat dan mensejajarkan jalanya dengan jalan Rao yang telah beranjak pergi, "kerajaan ini benar benar tidak makmur"tutur Vallerie yang langsung mendapat tatapan ingin tahu dari Rao
Rao menghela nafas berat lalu menaiki kudanya, "ayo naik!"ucap Rao mengulurkan tanganya agar Vallerie bisa naik dan duduk di depan Rao, Vallerie menerima uluran Rao lalu duduk di depan Rao, kuda pun mulai di jalankan hingga akhirnya meninggalkan wilayah pasar, di sanalah Rao mempercepat larian kudanya agar cepat sampai di kerajaan Sihon
"oh ya Rao, bagaimana dengan Rin, Kayla dan Daichi?, bukankah mereka bersamamu?"tanya Vallerie merasa ada sesuatu yang terlewat, "aku yakin mereka sudah kembali ketika aku sudah di pastikan melompat ke laut waktu itu"ucap Rao menjelaskan. "ohh begitukah"ucap Vallerie paham
setelah lamanya dalam perjalanan akhirnya Rao dan Vallerie sampai di kerajaan Sihon, mereka menghabiskan waktu 2 hari lebih dalam perjalanan, "Adik ke-6!!?"teriak Kayla tak menyangka bahwa Vallerie masih hidup, Vallerie turun dari kudanya lalu membuka tidung jubahnya, "hai kakak ke-4..Rin,Daichi, dan semuanya"ucap Vallerie menyapa, "pangeran!!"kejut Daichi yang merasa lega bahwa pangeran yang selalu di abdi abdikanya ternyata masih hidup
__ADS_1
"apa kalian menerima kabar tentang kerajaan Ocktavia?"tanya Rao yang memastikan kebenaran dari ucapan Vallerie beberawa waktu lalu, "iya pangeran, kerajaan Ocktavia telah di ambil alih oleh kerajaan Kamame, bahkan tuan putri Alesta yang sebenarnya telah menikah kemarin menikah lagi dengan pangeran Yuzhi dari kerajaan Kamame"lapor Dachi menyampaikan info yang ia baru tahu
"sekarang bagaiman..."ucap Kayla menangis memikirkan ibundanya yang masih ada di kerajaan Ocktavia, "kakak ke-4!! aku pasti akan merebut kerajaan itu kembali"ucap Vallerie penuh keyakinan, "aku akan membantumu sebisaku"ucap Rao menepuk lembut pundak Vallerie, Vallerie tersenyum pada Rao "terimakasih Rao"ucapnya manis
"kami juga akan membantumu tuan putri Vallerie"ucap Rin penuh keyakinan, "baiklah.. tapi mungkin aku tidak akan melibatkan kalian terlalu jauh, untuk saat ini akan lebih aman kalau aku berfokus pada mengambil pedang Flame Ice Sword miliku dan milik kamame, dengan begitu mungkin akan lebih mudah kalau bertarung denganya"ucap Vallerie berfikir
"sebaiknya kita bicarakan ini di ruang diskusi pormasi"ucap Rin menyarankan, "ide yang bagus"ucap Daichi sedikit tersenyum, sesampainya di dalam ruang rahasia tersebut Vallerie dan yang lainya banyak mendiskusikan tentang rencana mereka, "itu berarti untuk mengambil senjata Falme Ice Sword harus ada yang menyusup ke istana sana"ucap Daichi berpikir keras, "siapa yang bisa melakukan itu?!"ucap Kayla frustasi
"biar aku saja.."ucap Vallerie penuh keyakinan namun pengajuan dirinya langsung di tolak tegas oleh Rao. "tidak!!"ucap Rao tegas. "ada apa lagi denganmu Rao!! ini tentang pedangku! ini juga tentang kerajaanku yang masih ada di tangan Yuzhi kamame!!"ucap Vallerie sedikit berteriak, mendengar itu Rao menunduk lalu kemudian mencengkram kuat kedua bahu Vallerie
"aku tidak mau terjadi sesuatu padamu!!"ucap Rao sedikit kencang, mendengar itu orang orang di dalam Ruangan sana terkejut, pasalnya Rao tidak pernah peduli pada siapapun kecuali ibundanya, "Rao.. aku bisa melakukanya, menyusup adalah keahlianku!, lagipula aku juga punya senjata rahasia yang tidak akan pernah di ketahui siapapun!"ucap Vallerie mencoba memberi pengertian, "aku..."ucap Rao ragu
**TBC
TUNGGU CHAPTER BERIKUTNYA BESOK YA
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANYA
__ADS_1
DAN
SAMPAI JUMPA LAGI**