Reincarnation A Princess

Reincarnation A Princess
[MANTAN PELAYAN SELIR KE-4] CH.49


__ADS_3

Judul:Mantan Pelayan Selir Ke-4


By. :@Mitsuki776._


Vallerie sebenarnya ingin tidak peduli, tetapi setelah melihat raut wajah pada wanita itu saat bertabrakan dengan dirinya, entah kenapa sebuah perasaan akrab di rasakan oleh Vallerie, ada apa ini?


Vallerie memutuskan untuk ikut mengejar wanita itu bersama Xixi.


❄❄❄❄❄


Vallerie menggunakan jalan pintas dengan petunjuk Xixi, sampai akhirnya dia sampai tepat waktu bersamaan dengan wanita itu.


Vallerie segera menarik wanita itu dan menyembunyikanya di balik semak-semak, orang-orang yang mengejar wanita itu tampak masih berlarian kedepan tanpa menyadari bahwa wanita itu telah di sembunyikan oleh Vallerie.


Setelah orang-orang itu terlihat mulai menghilang, Valleire membuka bungkaman tanganya pada mulut sang wanita itu.


Wanita itu tampak lusuh meski dalam pakaian yang terbilang mewah, oh tunggu, itu adalah pakaian pengantin ala kota Phoxyee, apa yang sedang terjadi?


Wanita itu memang terlihat cantik, tapi dengan noda di wajahnya juga make up yang luntur karena air mata membuat kecantikan itu seakan pudar dari wajahnya.


"Terimakasih karena telah menyelamatkan saya nona" ucap wanita itu menatap kebawah dan terus menangis. Vallerie menepuk pundak wanita itu sehingga wanita itu mendongrak menatap Valleire.


"T Tuan Putri!?" ucap wanita tiba-tiba bersujud, darimana wanita itu tahu kalau Vallerie adalah seorang putri? hanya ada satu jawaban, dia sudah mengenal Valleire yang asli sebelumnya.


"Bangunlah, saat ini jangan memanggilku putri, panggil saja Vallerie" ucap Vallerie berusaha membangunkan wanita itu dari sujudnya. Wanita itu bangkit. "Saya tidak bisa Tuan Putri, sebagai pelayan setia Ibunda Selir ke-4, tidak pantas untuk saya memanggil Anda dengan nama saja" ucap wanita itu segera mengusap air matanya dan berbicara dengan hormat kepada Vallerie.


Vallerie segera memindai identitas sang wanita:


Nama:Chiya Sttayuga

__ADS_1


Umur : 34 thn


Status: Mantan pelayan kepercayaan selir ke-4 kerajaan Ocktavia, namun setelah setelah kematian sang majikan, Chiya menghilang tanpa di ketahui. Baru saja menikah dengan sala seorang saudagar kaya hidung belang yang mempunyai sekitar belasan istri


Kemampuan:Segala macam urusan rumah tangga dan melayani seorang majikan.


Jenis tarung: - hanya seorang wanita biasa


Keterangan: Di ketahui bahwa ayah dan ibu dari Chiya meninggal 2 minggu yang lalu karena eksekusi dari saudagar kaya yang menikahi Chiya. Chiya kabur ketika baru ingin menjalankan malam pertama. Dari dugaan beberapa orang kerajaan, Chiya berkaitan dengan kematian dari sang selir ke-4.


"Kematian ibuku?" batin Vallerie kini mulai penasaran, dia mulai menduga kalau ibunya mati bukan karena penyakit ataupun sudah umurnya. Ibunya kemungkinan meninggal karena ulah seseorang yang membencinya.


Vallerie tidak langsung menyalahkan sang wanita hanya karena sedikit informasi dari Syistem, namun sebaliknya, kalau ibundanya saja percaya pada pelayan ini, tidak mungkin bagi pelayan itu untuk berkhianat dan tega membunuh majikanya sendiri. apalagi kalau ibunya selalu bersikap baik padanya, Vallerie akan mencari tahi itu nanti.


"Kau pelayan ibundaku kan?" tanya Vallerie membenarkan posisinya menjadi berdiri, Chiya tampak masih bersedih dan membenarkan posisinya menjadi berdiri juga.


"sebaiknya kau ganti baju dulu, setelah itu menginaplah di kamar penginapanku. Aku akan carikan baju dan topeng untukmu" ucap Vallerie berjalan menjauh, "Terimakasih Tuan Putri" ucap Chiya samar-samar, namun masih bisa di dengar oleh Vallerie.


"ayo ke penginapan" ucap Vallerie berjalan lebih dulu.


"Nona, saya lapar" ucap Xixi tiba-tiba dengan nada ragu, Vallerie lupa kalau Xixi sama sekali tidak memakan apapun sejak tadi siang, Vallerie membeli sebuah keju yang ada di pasar itu dan di serahkanya kepada Xixi. Xixi segera memakanya dengan lahap.


Vallerie pun juga sudah mulai lapar, tapi dengan ia yang membawa buronan kota Phoxyee itu, akan sangat berbahaya kalau dia ketahuan, dia pun memutuskan untuk membeli beberapa jenis makanan bungkus untuk di makan di penginapan.


Penginapan


Vallerie telah sampai pada kamarnya dan mempersilahkan Chiya untuk beristirahat di kamarnya. Karena kamar penginapan Vallerie termasuk kamar golongan rendah yang hanya memiliki kasur cukup untuk satu orang, Vallerie memakaikan selimutnya sebagai alas untuk Chiya tidur di bawah.


Pagi Hari

__ADS_1


Vallerie bangun dan segera memandikan tubuhnya, begitu semua telah selesai dia kembali berpakaian biasa.


Vallerie mengikat rambutnya menjadi satu keatas untuk mengubah penampilanya agar semakin terlihat seperti orang biasa. Begitupun dengan Chiya yang juga mulai berpakaian seperti biasa, tak lupa dia juga memakai topeng agar tidak di kenali orang-orang.


Bagi warga kota Phoxyee memakai topeng itu adalah hal yang biasa, di festival maupun tidak hal memakai topeng seperti sudah menjadi kebiasaan di sana. Namun karena perkembangan Zaman hanya ada sedikit orang yang mau memakai topeng, itu sebabnya Chiya tidak pernah di curigai walau dia selalu memakai topeng kemanapun.


Vallerie dan Xixi mulai pergi keluar untuk menjalankan misi, sedangakn Chiya berdiam di penginapan sambil melakukan pekerjaan rumah, masih terlalu berbahaya baginya untuk bepergian keluar, itu sebabnya dia memilih berdiam diri di penginapan.


Vallerie memeriksa nontif misinya:


1.Menyelamatkan seorang anak kecil yang hampir terjatuh dari jembatan pada pukul 11.30 di jembatan ke dua kota phoxyee (Imbalan 230 poin) Kegagalan pada misi ini dapat menyebabkan kematian dari sang anak kecil.


2.Memberi makan kucing yang kelaparan di pinggir jalan pasar pukul 12.23-Besok pagi (Imbalan 25 poin+Jepit rambut emas bermatakan batu cristal hijau)kegagalan pada misi ini dapat menyebabkan kematian pada sang kucing.


3.menyelamatkan seorang anak laki-laki kecil yang hampir di bunuh oleh sekelompok pencuri 2.30 (Imbalan 300 Poin+Kemampuan mengendalikan racun)


4.Menangkap seekor burung sihir yang tengah membuat bencana kepada sebuah keluarga di ujung jalan kota Phoxyee (Imbalan, Sebuah Token teleportasi)


"Wahh Token teleportasi ada kembali?!" ucap Vallerie girang, Xixi yang melihatnya pun ikut gembira, "Sepertinya nona tidak perlu melakukan sesuatu yang berbahaya untuk mendapatkan token itu, tapi nona.." ucap Xixi membaca jelas apa yang ada di layar Syistem Vallerie.


"Misi yang akan Nona lakukan hari ini sepertinya banyak yang tergolong berbahaya, seperti misi nomer 1 yang bisa saja mempertaruhkan nyawa nona, setahu saya jembatan itu dengan daratan di bawahnya berjarak sekitar 18 meter, akan sangat berbahaya kalau nona sampai terjatuh" ucap Xixi khawatir.


"Tidak apa-apa, aku pasti tidak akan mati" ucap Valleire yakin, dia tidak boleh mati saat ini sebelum kerajaan Ocktavia ada di tanganya kembali, dia tidak boleh tewas.


Xixi mengerti, dan lebih memilih untuk mendoakan agar nonanya tidak kenapa-napa.


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA

__ADS_1


SAMPAI JUMPA...


NGOMONG², ADA YANG TAU DI MANA RAO?😂**


__ADS_2