Reincarnation A Princess

Reincarnation A Princess
[PENYERANGAN TERHADAP SHIRAYUKI] CH.46


__ADS_3

Judul:Penyerangan terhadap Shirayuki


By. :@Mitsuki776._


"Misiku kali ini akan sedikit berbahaya, kau mau tetap bersamaku atau bersembunyi dulu selagi aku menjalankan misi?" ucap Vallerie memberi pilihan. "Saya akan ikut nona apapun resikonya!!" ucao Xixi yakin.


Mendengar itu mau tidak mau Vallerie harus membawa Xixi dalam misi kali ini, untungnya Vallerie punya pedang es, dengan begitu dia tidak akan kesulitan dalam misi kali ini.


❄❄❄❄❄


20.20


Vallerie dan Xixi kini bersiap untuk melajutkan misi menyelamatkan Shirayuki dari para penjahat yang berniat membunuhnya.


Dari balik semak Vallerie dan Xixi terus memantau Shirayuki yang terlihat tengah memetik bunga csrythle yang terkenal dengan bunga obat, itu bisa di gunakan sebagai obat untuk luka luka luar.


"Ah ini sudah saatnya di petik, kalau menunggu lama lagi khasiatnya bisa berkurang" ucap Shirayuki memetik bunga itu pelan pelan dan meletakanya di keranjang yang ia gantungkan di lenganya.


beberapa menit berlalu hingga sebuah anak panah melesat menuju tubuh Shirayuki, namun dengan kecepatan Vallerie yang telah kembali, ia segera menangkap anak panah itu dengan mudah.


Clinck~


"Ah!! Putri Ocktavia!" Shirayuki panik tiba-tiba ketika melihat Vallerie menangkap anak panah yang hampir mengenai tubuhnya itu.


"Kau baik baik saja?" tanya Vallerie yang fokus pada sekitarnya untuk bisa melihat di mana keberadaan musuh.


Musuh-musuh itu mulai keluar tempat persembunyianya dan segera menyerang Vallerie dan Shirayuki dengan berbagai macam senjata yang mereka miliki. Shirayuki bukan putri yang lemah, dia segera mempergunakan sihirnya untuk menyerang musuh-musub bercadar itu, begitupun Vallerie yang siap dengan pisau yang srmpat ia ambil dar sabuki pahanya.


"Sial mereka terlalu banyak!" ucap Shirayuki yang mulai kewalahan, pasalnya sihir yang ia gunakan ternyata tidak berakibat besar pada para Musuh, Vallerie tidak gegabah, belum saatnya untuk dia mengeluarkan pedang es miliknya.

__ADS_1


"Xixi lakukan!" ucap Vallerie pada Xixi yang ada di bahu Vallerie sambil pegangan agar dirinya tidak terjatuh selama pertarungan.


Mendengar perintah dari Vallerie, Xixi segera terbang tinggi dan menatap ke bawah, dia menggunakan kemampuan miliknya untuk memindai informasi musuh sebelum para musuh itu di musnahkan oleh Vallerie.


"Selesai tuan!" teriak Xixi yang segera di balas seringaian oleh Vallerie. Vallerie mendekatkan dirinya pada Shirayuki dan lalu dengan gerakan cepat mengeluarkan pedang esnya sambil menebas ke arah para musuh itu.


Para musuh segera membeku dan secara bertahap mulai proses pelenyapan. Melihat itu Shirayuki terkejut, dia belum pernah melihat pedang es sebelumnya apalagi dengan kekuatan sihir sebesar itu.


para musuh telah lenyap kecuali satu orang yang ternyata berhasil kabur dari serangan Vallerie. Namun sayang, Vallerie dan Shirayuki tidak menyadari itu.


Xixi pun hanya fokus pada tuanya, dia takut tuanya kenapa napa sehingga tidak bisa menyadari seorang musuh yang berhasil melarikan diri dengan luka tusukan di bahu, itu adalah bekas tusukan dari pisau Vallerie, tidak hanya itu, musuh itu juga memiliki luka lain di sekitar perut, itu adalah serangan yang berasal dari Shirayuki.


"Nona!" ucap Xixi terburu-buru menghampiri Valleire, "Tidak apa-apa Xixi, apa kau terluka?" tanya Vallerie pada Xixi yang tampak berwajah pucat, "tidak nona, saya hanya belum terbiasa berada di tengah pertarungan, ini kali pertama saya" ucap Xixi jujur.


Vallerie tersenyum, "Apa kau mendapatkanya?" tanya Vallerie memastilan, "Ya nona, semua tersimpan pada memori yang ada di dalam syistem saya" ucap Xixi tersenyum sambil menyilangkan kedua tanganya di depan dada, dia puas pada pekerjaan yang ia lakukan.


"Jadi, apa kau terluka tuan putri Minakawa?" tanya Vallerie memastikan walau dia sudah tahu jawabanya, "tidak, ngomong-ngomong, kau sangat hebat dalam bertarung, aku tidak pernah tahu ada putri sepertimu di kerajaan Ocktavia" ucap Shirayuki kagum.


Setelah selesai dengan itu, Shirayuki segera mengajak Valleire ke kamarnya, dia perlu tahu siapa orang di balik penyerangan diam-diam yang baru saja dia alami.


KAMAR


"Bagaimana kau bisa berada di sana saat penyeranganku tadi?" tanya Shirayuki curiga, Vallerie tidak gegabah, dia begitu tenang dengan sifat dingin dalam menghadapi pertanyaan Shirayuki.


"Aku dan Xixi tadinya jalan-jalan sekitar kerajaan, di tengah perjalanan kami, kami merasakan beberapa pergerakan di sekitar kerajaan, kami mengikutinya dan ternyata aku menemukan sebuah busur dengan anak panah menuju ke arahmu" ucap Vallerie menjelaskan.


"Xixi?" tanya Shirayuki tidak mengerti, mendengar pertanyaan Shirayuki, Valleire segera membawa tubuh Xixi yang ada di bahunya untuk beralih tempat ke gendongan lenganya.


"Dia Xixi, dia temanku" ucap Vallerie memperkenalkan, mendengar itu Shirayuki segera tersenyum ramah.

__ADS_1


"Jadi, apa kau tahu siapa orang di balik semua ini?" tanya Shirayuki lagi, Vallerie melirik Xixi.


Xixi segera paham, dia mengeluarkan selembar kertas yang di lipat cantik dari dalam tasnya dan dia serahkan pada Vallerie.


"Mereka suruhan dari kerajaan Kamame, untuk lebih lengkapnya, semua tersimpan pada kertas sihir miliku itu" ucap Xixi memperjelas.


Vallerie membuka kertas itu, itu adalah biodata para penjahat yang menyerang Shirayuki tadi, tapi setelah tulisan itu di baca, seluruh tulisan itu terhapus dan kemudian kembali merangkai kata menjadi sebuah informasi baru, itu memang kertas sihir, memang begitulah cara kerjanya.


"apa Anda puas pada informasi yang saya dapat nona?" tanya Xixi menyilangkan tanganya di depan dada lagi. "Ya, bagus Xixi, untuk seterusnya kau akan sangat berguna bagiku" ucap Vallerie yang membuka Syistem perbelanjaanya dan membeli sebuah apel, itu segera ia lemparkan pada Xixi.


Dengan Refleks Xixi yang baik, ia bisa menangkap apel itu dengab mudah "ini imbalan atas kerja kerasmu" ucap Vallerie tersenyum puas.


"Nona, Anda sebenarnya tidak perlu membayar saya, tapi karena Anda adalah tuan saya, saya merasa sangat terhormat" ucap Xixi segera menggigit apel itu.


"Yuzhi telah mempersiapkan dirinya, sepertinya aku tidak bisa berlama lama lagi di sini, aku akan membahayakan kalian. Besok siang aku akan pergi" ucap Vallerie pada Shirayuki.


Mendengar itu Shirayuki sedih, namun dia sangat mengerti Vallerie melakukan ini demi kebaikanya dan kerajaanya.


"Kalau begitu..." ucap Shirayuki mengambil sebuah buku yang ada di bawah ranjang tempat tidurnya, itu adalah sebuah buku kuno dengan sampul keras dan indah ala bangsawan, di buku itu juga terdapat permata giok yang sengaja di jadikan penghias dari buku itu.


"ini adalah buku sihir ilmu medis, kalau kau mempelajarinya, aku yakin ini akan membantumu jika kau terluka dalam pertarungan" ucap Shirayuki tersenyum rama, Vallerie menerima itu dan memvalas sentuman Shirayuki.


"Terimakasih..." ucap Vallerie.


"Tidak masalah, kalau boleh aku juga ingin mengajarimu beberapa ilmu sihir medis dasar agar kau lebih mudah dalam mempelajari buku itu, bagaimana?" ucap Shirayuki menyarankan, Vallerie tidak menolak karena itu juga bagian dari imbalan misi yang ia lakukan kali ini.


TBC


SAMPAI SINI DULU YA

__ADS_1


SAMPAI JUMPA LAGI...


__ADS_2