Reincarnation A Princess

Reincarnation A Princess
[KAKAK KE-3 TERLUKA] CH.27


__ADS_3

Judul:Kakak ke-3 terluka


by. :@Mitsuki776


*sosok laki laki itu tampak begitu kesakitan dan tidak mampu untuk berdiri, Vallerie menyipitkan matanya, sosok itu sangat familiar di mata Vallerie, Vallerie pun segera berjalan mendekat namun kemudian akhirnya dia mengenali sosok laki laki bersurai putih itu, dia adalah Key-Nakamura-Ocktavia sang kakak ke-3 dari Vallerie


"kak key!!"teriak Vallerie menghampiri key dengan berlari


🍁🍁🍁🍁*


Vallerie kini menyentuh wajah Key yang terdapat beberapa goresan goresan luka pedang, bahkan tangan dan tubuh Key juga terluka akibat pedang, luka itu cukup dalam sehingga mengakibatkan darah merembas membasahi pakaian Key. tak lupa dengan sebuah panah yang menancap di bahunya, Key kini benar benar tidak berdaya


"Kak Key!! apa yang terjadi!!"tanya Vallerie di kala melihat keseluruhan luka yang di dapat Key, "i..bu..ku, di..a di taha..n oleh pange..ran kamame"ucap Key lirih. Vallerie panik "kak kau bertahanlah, aku akan memanggil bantuan"ucap Vallerie segera beranjak namun tanganya segera di tahan oleh Key


"kalau aku tid..ak bisa berta..han lagi, kumoh..on selamatkan ibu..ku dan keraja..an"ucap Key lirih, dia kini menutup matanya rapat. "kak kau ini bicara apa!! tunggu di sini!!"ucap Valleire sedikit berteriak, Vallerie pun kini berlari menuju istana "kumohon kak Key!! bertahanlah.. kau sudah ku anggap seperti kakak kandungku sendiri kak"batin Vallerie di kala larian kencangnya


"pengawal!!! bantu aku!!"teriak Vallerie memenuhi seluruh lorong istana, "ada apa tuan putri?"ucap sang pengawal hormat. "tolong kakak ke-3 ku, kalian ikuti aku!!"ucap Vallerie sedikit berteriak sambil berlari kembali di ikuti dengan para pengawal lainya

__ADS_1


Rao, Rin, Daichi, dan Kayla yang mendengar keributan langsung menghampiri arah prajurit itu dan mencegat sala satunya agar mau menjelaskan apa yang telah terjadi. "ada apa ini? kenapa kalian berlarian?!"tanya Rin marah, "maaf panglima Rin, kamj semua di perintah oleh tuan putri Vallerie untuk menyelamatkan kakak ke-3 nya"ucap sang pengawal dengan penuh hormat. "kak Key!!"kejut Kayla dengan suara nyaring, Kayla pun segera ikut berlari menyusul para pengawal itu


"kak Key!!"ucap Vallerie menghampiri Key yang telah tidak sadarkan diri, "kakkk!!"teriak Vallerie lagi memeluk kepala Key dengan air mata yang membasahi pipinya. "kakak!!!"teriak Kayla yang langsung menghampiri key dan Vallerie


"apa yang terjadi dengan kakaku!!"ucap Kayla terburu buru memegang tangan Key lalu memeriksa denyut nadinya, "aku tidak tahu, sepertinya dia di serang oleh pasukan kerajaan Kamame"ucap Valleire di kala mengusap air mata yang membasahi pipinya. "kakaku masih hidup!! kalian bantu aku angkat dia dan bawa ke kamarku segera, kau panggil tabib kerajaan untuk membantu kakaku!"ucap Kayla penuh emosi, ia juga setelahnya menangis sama seperti Vallerie.


"Vallerie.."ucap Rao lembut menatap Vallerie dengan penuh penyesalan, Rao mendekat ke arah Vallerie lalu memeluknya. "Kakak ke-3.. kakak ke-3"ucap Vallerie lirih di kala tangis masih menyerangnya.


Kamar Kayla


"kakak.."ucap Kayla lirih sembari menyetuh wajah sang kakak, "Kayla.., kurasa kita perlu memberikan privasi kepada tabib untuk menyembuhkan kakak ke-3 mu"ucap Rin menarik tangan Kayla agar mau keluar dari ruang kamar itu. Kayla tidak berontak, dia tau dia harus memberi privasi penuh pada tabib


"iya kak..."ucap Vallerie menghentikan tangisnya "baguslah... aku harap kakaku baik baik saja"ucap Kayla mulai menempelkan kedua telapak tanganya dan berdoa. "Vallerie.. apa kau mau memakan sesuatu?"tanya Rao mengingat bahwa Vallerie tidak makan apapun sejak ia sampai di istana. "aku sudah makan Rao, terimakasih atas perhatianmu"ucap Vallerie tersenyum


"baiklah.."ucap Rao mencoba mempercayai perkataan Vallerie, tabib membuka pintu kamar Kayla dan mempersilahkan beberapa orang untuk masuk. "kakak!"ucap Vallerie dan Kayla secara bersamaan, "kondisi pangeran Ocktavia sedang tidak baik, luka luka yang di dapatkanya cukup dalam, tapi saya yakin setelah seminggu atau lebih beliah akan sadar segera"ucap sang tabib menjelaskan


"terimakasih.."ucap Kayla segera menyentuh wajah Key, "kak Key yang tampan.. kau dengar itu? cepatlah sadar dan lalu aku janji akan membuatkanmu makanan buatanku sendiri"ucap Kayla berbicara pada Key, dia ingat bahwa Key sangat suka di puji, Key juga sangat suka memakan hingga habis makanan yang di masak oleh Kayla, apapun bentuknya, bahkan jika itu adalah makanan gosong sekalipun

__ADS_1


"adik ke-6 kau tak perlu bersedih, besok kau harus menjalankan misi, istirahatlah yang cukup, aku yang akan menjaga kak Kay di sini"ucap Kayla lembut, "baiklah.."ucap Vallerie segera beranjak dari tempatnya bersama Rao. Rao dan Vallerie kini tengah berjalan berdampingan menuju kamar Rao


Rao terus menatap Vallerie kasihan, dia seakan juga merasakan sakit kehilangan yang kini di rasakan Vallerie. "Rao.. kau menatapku terus"ucap Vallerie merasa tidak nyaman, "maaf aku hanya merasa sebagai seorang laki laki, aku sama sekali tidak bisa berbuat apapun untuk membantumu"ucap Rao penuh rasa sesal


Vallerie yang mendengar itu segera terlintas ide, Vallerie segera membuka inventorynya dan mengeluarkan dua alat komunikasi yang bentuknya seperti handset tanpa kabel. "pakai ini"ucap Vallerie memberikan alat itu kepada Rao "bagaimana cara memakainya?"tanya Rao sama sekali tidam mengerti


mendengar itu Vallerie merasa bodoh sendiri, dia lupa bahwa di zaman sekarang ia hidup bukanlah zaman yang kaya akan pengetahuan dan teknologi, Vallerie segera memasang alat itu di telinga kirinya "pasang seperti ini" ucap Vallerie menunjuk alat yang terpasang di telinganya. melihat itu Rao segera ikut memasangnya juga


"apa sekarang kau bisa dengar suaraku?" tes Vallerie berbicara pada alat itu, Rao terkejut "alat ini bisa merekam suaramu dan menyampaikanya ke aku?!"kejut Rao tidak percaya. "itu adalah alat komunikasi berteknologi menengah, aku rasa biar di jelaskan pun kau tidak akan paham, anggap saja ini adalah alat sihir terkuat"ucap Vallerie mengada ngada


Rao hanya percaya saja. "dengan begini kalau terjadi apa apa denganku saat menyusup ke kerajaan Kamame, kau pasti akan langsung tahu"ucap Vallerie menghibur, "ya... rasa kekhawatiranku jadi sedikit berkurang" ucap Rao sedikit memamerkan senyumanya, melihat itu Vallerie seakan terhipnotis oleh aura dari Rao yang sangat jarang tersenyum


"kau tampan Rao.."tutur Vallerie tanpa sengaja


**TBC


maaf ya.. segini dulu

__ADS_1


lanjut chapter berikutnya besok


sampai jumpa**...


__ADS_2