
Judul: Kejadian Tak Terduga
By. :@Mitsuki776._
"Siapa itu nona?" tanya Xixi penasaran. "Hanya orang yang tidak penting, sudahlah Xixi" ucap Vallerie mencubit pipi Xixi gemas. Sedangkan Neji hanya menatap punggung Vallerie yang semakin menjauh. "Apakah semua ini salahku?" batin Neji merasa dirinya bersalah di sini.
🐦❄🐦❄🐦❄🐦❄
Neji(Rao), Xixi dan Kiya sedang melihat wilayah pasar yang tampak ramai. Berbeda dengan Vallerie yang tidak bisa mengalihkan perhatiaanya dari kerajaan Sihon yang tampak tidak ada masalah apapun.
Hal itu juga di perhatikan oleh Neji. "Apakah dia merindukanku?" batin Neji menatap Vallerie dengan lekat. "Tidak! Ini salahku, aku tidak pantas untuk hadir dengan wujud Rao saat ini" batin Neji masih menatap Vallerie.
Tampak mata Vallerie yang tersimpan kerinduan yang dalam di sana, "Tidak! dia merindukanku, ini sama saja dengan aku yang menyiksa dirinya!" batin Neji mengepalkan tanganya erat.
Neji menatap Kiya dan Xixi yang tampak tidak memperhatikan keberadaanya, itu membuat Neji memiliki kesempatan untuk menjauh dari mereka untuk sementara.
.......
Sementara itu Valleire......
Vallerie tidakengerti mengapa pandanganya tidak bisa lepas dari kerajaan itu. Vallerie ingin sekali bertemu seseorang dari kerajaan itu, tapi dengan semua kejahatan yang dia perbuat, apa dia masih pantas bersamanya? bersama orang yang begitu membenci orang yang berbuat kejahatan?
Vallerie tersenyum masam ketika pikiran itu terlintas. Tanpa dia sadari, seseorang dari belakangnya menepuk pundaknya, membuat Vallerie sontak menoleh. Matanya membulat sempurna begitu matanya menangkap sosok yang begitu dia rindukan selama ini.
Valleire menundukan kepala setelahnya dan melangkah mundur guna memperlebar jarak di antara keduanya. "Maaf tuan, apa saya mengenal tuan?" tanya Vallerie berlagak seperti orang asing. Mendengar itu Rao merasa agak sakit, tapi dia tahu kalau Valleire mencoba untuk berpura-pura saat ini seperti apa yang dia lakukan.
__ADS_1
"Tidak, hanya saja jubahmu mengingatkanku pada seseorang" ucap Rao tersenyum tipis. "Begitu... maaf tuan, tapi jubah ini adalah miliku, dan kurasa bukan hanya aku yang memiliki jubah ini. Kalau tidak ada apa-apa lagi, saya mohon pamit" ucap Vallerie melewati Rao begitu saja.
"Vallerie aku merindukanmu" ucap Rao tiba-tiba yang membuat Vallerie yang telah memunggungi Rao terdiam. Rao berbalik dan tiba-tiba kembali memeluk Vallerie dari belakang.
Vallerie kembali terkejut. "Jangan menghindariku! aku tahu itu kau, kembalilah bersamaku Vallerie" ucap Rao semakin mengeratkan pelukanya. "Maaf tuan, anda salah orang" ucap Vallerie mencoba menahan perasaan di dalam hatinya.
"Jangan membohongiku Eva" ucap Rao kembali membuat Vallerie tertegun. "Tidak!" gumam Vallerie yang masih dapat dengan jelas di dengar oleh Rao. "Kiya!" teriak Vallerie yang langsung di respon oleh Kiya.
Kiya mengepalkan tanganya dan siap ingin meninju Rao. Namun, kali ini tinjunya di tangkap oleh sosok seseorang yang begitu familiar. "Daichi.." ucap Rao begitu melihat siapa sosok itu.
"Maaf pangeran, aku merasakan aura pangeran di dekat sini, jadi aku menyusulmu" ucap Daichi tersenyum. "Kau! berani menyentuh pangeranku, maka langkahi dulu mayatku!" ucap Daichi dengan suara yang menyeramkan.
"Kiya! tidak apa" ucap Vallerie masih menundukan kepalanya. Rao menatap Daichi. Daichi tahu betul arti tatapan tuanya itu, dia segera melepaskan kepalan Kiya dan menatap tajam ke arah Kiya.
Dengan sedikit kekuatan dari tendanganga Vallerie berhasil melepaskan Rao walau harus sedikit melukai tubuh Rao. Vallerie berbalik dan menghadap Rao, dengan wajah yang masih tertunduk, Vallerie membuka tudung kepalanya.
"Aku bukan Vallerie! Aku Minakawa Eva! jadi jangan pernah memanggilku dengan nama itu lagi, dan satu lagi... kuharap kita tidak akan pernah bertemu lagi setelah ini" ucap Vallerie yang pergi meninggalkan Rao yang masih memegangi perutnya akibat terkena tendangan dari Vallerie.
"Tuan? apa tuan tidak salah orang? wajah dan rambutnya bahkan tubuhnya sama sekali tidak mirip Tuan Putri Vallerie" ucap Daichi yang mencoba membantu tuanya dengan sihir pemula yang ia miliki. "Tidak, dia memang Vallerie... ah bukan, dia memang Eva, sejak dia bertemu dengan kita pertama kali pun dia adalah Eva" ucap Rao yang masih menatap punggung Vallerie dari kejauhan.
Masalah di antara Rao dan Vallerie bahkan di saksikan oleh orang desa secara langsung, mereka tidak heran dengan itu karena menurut mereka ada beberapa pengguna sihir di kalangan orang biasa itu sudah menjadi hal yang biasa.
"Apa maksudnya Pangeran? Eva? Tuan Putri Vallerie?" tanya Daichi tidak mengerti. "Kurasa dia berengkarnasi menjadi Putri Vallerie, dari semua yang kudengar saat aku mengikutinya. Mungkin dia berasal dari dunia lain dan berengkarnasi ke dunia ini" ucap Rao yang kemudian menggunakan sihirnya untuk membantu menyembuhkan luka yang di buat oleh Valleire di tanganya.
"Daichi, kau bantu aku jaga istana ya, aku masih harua mengikuti dia" ucap Rao berjalan ke arah pepohonan di dekat sana untuk bisa mengubah diri kembali menjadi Neji tanpa sepengetahuan masyarakat.
__ADS_1
"Baik tuan... " ucap Daichi mengikuti langkah Rao yang berada di belakang pohon. Perlahan-lahan rambut biru gelap milikny kembali berubah menjadi putih, dengan pakaian dan matanya yang juga ikut berubah.
"Aku akan mengikuti dia untuk beberapa hari ini. Aku harus melindunginya, jadi aku minta tolong padamu dan Rin untuk menjaga istana sekaligus pengawal Vallerie yang masih belum sembuh secara sempurna itu" ucap Rao yang pergi meninggalkan Daichi seterusnya.
......
Kembali pada Vallerie.......
"Nona!" teriak Xixi segera menghampiri Vallerie. "Ada apa di sana nona? dan siapa pria perkasa itu?" tanya Xixi penasaran. Vallerie tersenyum, "bukan apa-apa. Sudah ayo pergi" ucap Vallerie beranjak pergi, namun langkahnya kembali terhenti di kala dirinya menyadari ada sesuatu yang hilang di antara mereka.
"Tunggu! di mana Neji?" tanya Vallerie pada Xixi dan Kiya. "Kurasa kami terpisah saat mengunjungi beberapa toko tadi, tapi aku yakin dia pasti akan bisa menemukan kita" ucap Kiya dengan angkuhnya. "Kau benar! lagipula jika dia hilang pun itu bukan urusanku, selama itu tidak menggangguku, aku tidak akan peduli" ucap Vallerie dengan angkuhnya.
"Benarkah nyonya?" tanya sebuah suara yang mengejutkan Vallerie. Suara itu begitu dekat, tepatnya sekarang Neji(Rao) telah berada di belakang Vallerie dengan kedua tanganya yang berada di atas pundak Valleire dan wajahnya yang ia dekatkan pada telinga kiri Valleire.
"Ah! kau mengejutkanku Neji!" ucap Vallerie menatap Neji yang tersenyum puas. Melihat senyuman itu membuat Vallerie kembali teringat pada orang yang dia sayangi. "Kenapa dia terlihat sangat mirio dengan Rao... Tapi tidak mungkin dia Rao, Rao tidak akan pernah tersenyum manis seperti ini" batin Vallerie dalam pikiranya.
"Baiklah, semua telah lengkap, bagaimana kalau kita teleportasi kembali ke kota Phoxyee?" saran Vallerie yang memegang token miliknya dengan dua jari tanganya. "Ya, tidak buruk juga. Oh jangan lupa janjimu yang akan memberiku daging itu!" ucap Kiya mengingatkan. Itu membuat Vallerie tertawa ketika melihat Kiya yang tampak tidak sabar ingin menerima imbalanya.
"Tentu.." ucap Vallerie tersenyum. Walau begitu di hatinya ini masih tersimpan kegelisahan atas apa yang dia alami bersama Rao beberapa waktu lampau. Hal itu tak luput dari pandangan Neji(Rao) yang tahu betul bagaimana perangai Vallerie.
**TBC
SAMPAI SINI DULU YAA
JAA NEE**
__ADS_1