Reincarnation A Princess

Reincarnation A Princess
[PANGERAN RAO SIHON] CH.23


__ADS_3

Judul:Pangeran Rao sihon


by. :@Mitsuki776


dulunya Rao benar benar terkenal dengan sifat dingin dan suka mengatur yang ada pada dirinya, namun sekarang rasanya ia jauh berbeda dengan sifatnya dulu, Vallerie membalas pelukan Rao, "sukurlah kau baik baik saja.. aku benar benar khawatir tidak bisa melihatmu lagi.."ucap Vallerie juga ikut tulus, "jangan berbuat seenaknya seperti itu lagi!!"ucap Rao tegas


Vallerie terkekeh, "baiklah.. aku janji.."ucap Vallerie tersenyum


🍁🍁🍁🍁🍁*


"apa kau yang menyelamatkanku Rao?"ucap Vallerie yang kini sedang bersandar di batang pohon, "kau pikir siapa lagi?.., aku bahkan tak menyangka akan mengorbankan diriku untuk menyelamatkanmu..."ucap Rao tak habis pikir, Vallerie terkekeh, "terimakasih untuk itu.. tapi mungkin kita harus kembali, kerajaanku dalam bahaya"ucap Vallerie berdiri dari duduknya, ia baru saja ingat pada pesan Vallerie yang asli


Rao ikut berdiri lalu memandang Vallerie, "ada apa dengan kerajaanmu?"tanya Rao bingung, "kerajaanku akan di rebut oleh pangeran Kamame, itu bahaya.. apalagi pedang Falme ice sword miliknya telah sempurna"ucap Vallerie mengepalkan tanganya, "itu bahaya Vallerie!! kau tidak bisa menyelamatkanya tanpa rencana seperti ini!"ucap Rao menahan tangan Vallerie, "kau benar... aku tidak bisa berfikir jernih saat ini, ku harap Alesta bisa mengatasi mereka untuk sementara waktu" ucap Vallerie memegangi tubuhnya yang terasa masih sakit akibat jatuh ke dalam air dari ketinggian yang sangat tinggi


Istana Ocktavia

__ADS_1


"ohh kau yang bernama Alesta?"ucap Yuzhi menyeringai menatap Alesta dari atas kuda, "cukup cantik.. tapi sayangnya kau tidak lebih menarik dari adikmu yang bermata ungu itu"ucap Yuzhi kemudian memukul Alesta dengan cambuk miliknya, "Sekarang kerajaan kalian adalah miliku!! siapa yang berani menentangku, atau berkehianat dariku, aku tidak akan segan segan membunuhnya dengan cara yang sangat mengenaskan!!"ucap Yuzhi lantang dan membuat seluruh orang di istana itu ketakutan


"dan kau tuan putri Alesta!! jadilah selirku!"ucap Yuzhi menyeringai, Alesta hanya menunduk dan berlutut hormat, "asalkan anda tidak membunuh ibu dan ayah saya dan memperlakukan saya dengan baik, saya bersedia.."ucap Alesta hormat, "bagus.. besok kita menikah!!"ucap Yuzhi segera turun dari kuda dan menuju singasana barunya, Raja Yuzhi Kamame yang mempunyai 8 buah kerajaan besar dan 4 buah kerajaan kecil


Kembali pada Vallerie


"apa kau lapar?"tanya Rao di kala perjalananya menuju istana sihon, "ya.. di dekat sini apa ada yang bisa di makan?"tanya Vallerie dengan raut sedih, Rao tersenyum lalu dia mendekati sebuah pohon apel yang masih belum berbuah, "apa yang kau lakukan Rao?"tanya Vallerie bingung, "lihat saja nanti"ucap Rao yang merapatkan dua jari kanan miliknya yaitu telunjuk dan tengah


dia meletakan jari itu tepat di depan matanya, Rao lalu memejamkan matanya dan mengucapkan mantra, setelah itu dia menyentuhkan jarinya tersebut ke akar pada pohon apel tersebut, dengan cepat pohon itu mulai membesar berbunga lalu berbuah, hal itu membuat Vallerie menatap Rao tidak percaya


"bagaimana kamu melakukanya, wahhh ini hebat!!"ucap Vallerie kagum ketika buah buah apel di atas pohon itu mulai berjatuhan, Rao menyudahi sihir pengembang biakan miliknya dan lalu menatap Vallerie yang sudah mulai mencicipi apel apel itu, "apa itu bisa menghilangkan laparmu?"tanya Rao tersenyum, dia lalu duduk tepat di samping Vallerie, "tidak juga.. tapi ini lebih dari cukup untuk mengganjal perutku yang kosong ini"ucap Vallerie masih menggigit apelnya lagi, melihat itu Rao segera mengambil apel bekas gigitan Vallerie lalu itu mengigitnya dan memakanya


"tidak sama sekali... aku sama sekali tidak memiliki seseorang untuk cintai, tapi mungkin.."ucap Vallerie menggantungkan kalimatnya, Vallerie lalu meletakan telunjuknya tepat di bibir Rao, lalu Vallerie mendekatkan wajahnya pada wajah Rao, "aku sedikit menyukaimu.."ucap Vallerie yang sukses membuat Rao tertegun


Vallerie segera membenarkan posisinya kembali, "kenapa diam saja?"tanya Vallerie tersenyum menggoda, Rao kembali mengeluarkan rona merah di pipinya, "k kau yakin?"tanya Rao yang untuk pertamakalinya merasa gugup, "menurutmu apa aku bercanda?"ucap Vallerie tersenyum pada Rao

__ADS_1


"b baiklah..."ucap Rao kembali memakan apelnya sambil memandang ke arah lain, melihat itu Vallerie kembali tersenyum, "laki laki ini, kadang telihat mengerikan, kadang terlihat perhatian, dan bahkan terkadang terlihat begitu manis"batin Vallerie mengambil apel yang ada di tanah lalu sedikit membersihkanya dengan sihir miliknya


Vallerie lalu kembali memakan apel itu dalam diam, selesai makan Vallerie dan Rao kembali melanjutkan perjalananya, "Rao... ceritakanlah sedikit tentang kehidupanmu.."ucap Vallerie kini merasa bosan, "ohh, seperti yang kau lihat, aku adalah satu satunya pewaris tahta ayahku, kehidupanku tentu sangat baik, tapi mungkin penuh dengan bahaya"ucap Rao menceritakan, "bahaya?"tanya Vallerie bingung


"aku adalah pewaris satu satunya, tentu para musuh kerajaan Sihon akan lebih dulu membunuhku, dengan begitu tidak akan ada pewaris murni di masa akan dstang, maka dari itu sejak dulu aku tidak di perbolehlan bermain dengan anak anak lain dan hanya di kurung di dslam istana"ucap Rao menceritakan, "a apa di kurung?!! bukankah kalau begitu hidupmu berat?"ucap Vallerie ikut sedih, Rao diam


"... hidup Rao berat, tapi aku tahu, hidupnya tidak lebih berat dariku yang di paksa untuk mencuri dan melakukan kejahatan kejahatan kejam, bahkan sampai membunuh orang"batin Vallerie mengingat kehidupanya dulu sewaktu masih menjadi Minakawa Eva, "Rao aku..."ucap Vallerie di potong oleh ucapan Rao, "aku kesepian.."ucapnya


"dan hanya kau yang membuat rasa kesepianku berkurang, selama ini aku hanya memikirkan bertarung, bertarung dan menjadi kuat! bahkan aku seperti bongkahan es yang sama sekali tidak memiliki hati"ucap Rao menatap ke depan, "makanya... jangan tinggalkan aku!! jangan mati.."ucap Rao lagi sedikit mengekuarkan emosinya


Vallerie tersenyum, "tidak akan!.. aku tidak akan mati dengan mudah, seorang Vallerie harus mendapatkan kebahagiaanya bagaimanapun caranya!!"ucap Vallerie penuh tekad, mendengar itu Rao sedikit merasa lega, "aku akan membantumj merebut kembali kerajaanmu"ucap Rao masih menatap ke depan, "ya.. tentu saja!! karena kamh juga yang akan memimpin kerajaan itu nantinya"ucap Vallerie seakan membuat Rao mempunyai harapan untuk bersama Vallerie


Rao tertegun selama sedetik lalu ia kembali menatap ke depan, "itu pasti!"ucap Rao dengan nada dingin, tapi Vallerie tahu bahwa Rao kini sedang gugup, "hahaha rona merahnya sama sekalu tidak bisa di sembunyikan"batin Vallerie tertawa


**TBC

__ADS_1


SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA


BESOK**!!


__ADS_2