
Judul:Criss Khawasima
By. :@Mitsuki776._
Vallerie mendekat ke arah mereka. "Apa yang terjadi?" tanya Valleire seolah-oleh belum mengetahui apapun dari masalah keluarga itu.
Dua orang laki-laki itu menatap Vallerie dengan terkejut. apa yang terjadi?
🐦🐤🐦🐤🐦🐤
"Rambut Hitam?!" teriak dua laki-laki itu secara bersamaan menodongkan cangkul ke arah Vallerie. "Menjauh dari kami! dasar penyihir jahat!" ucapnya lagi mengangkat camgkul itu dan siap memukul Vallerie. Namun, dengan cepat Neji(Rao) menangkap cangkul itu agar mencegahnya dsri terkena tubuh Valleire yang tentunya tidak bisa melawan karena tidak memiliki sihir apapun.
Vallerie terkejut. "Maaf tuan-tuan, teman saya ini bukanlah seorang penyihir yang jahat!" ucap Neji menatap kedua ayah dan anak itu dengan tatapan yang sedikit menajam.
"Tidak! dia seorang peyihir, siapapun wanita yang memiliki rambut hitam, terutama yang panjang adalah ciri-ciri penting seorang penyihir jahat! Itu sudah menjadi pengetahuan seluruh warga desa Phoxyee!" ucap sala satu dari mereka yang lebih muda.
"Maaf, teman saya ini bukan berasal dari kota Phoxyee, dia berasal dari Kerajaan Sihon. Kami tidak mengetahui kalau wanita berambut hitam di larang di sini..." ucap Neji menjelaskan dengan tenang.
Vallerie mendekat ke arah mereka. "maaf saya tidak tahu tentang itu. Tapi dapat saya pastikan kalau di tubuh saya sama sekali tidak ada sihir, kau bisa membawaku ke penyihir kota untuk memeriksaku apakah tubuhku terkandung sihir atau tidak" ucap Vallerie menatap dingin pada kedua laki-laki yang hampir menyerangnya tadi.
Kedua ayah dan anak itu saling berpandangan dan akhirnya mengangguk sebagai tanda setuju. "Baiklah,.." ucap sang ayah meletakan cangkulnya sebagai tanda bahwa dirinya tidak akan menyerang Vallerie lagi dan memilih untuk membawanya ke penyihir kota agar di periksa.
.....
Vallerie memasuki ruang tempat penyihir kota berdiam diri setelah dirinya mendapat persetujuan dari penjaga untuk masuk.
Dalam tempat itu tak sesuai dengan dugaan Vallerie yang menduga bahwa tempat itu adalah tempat yang gelap dengan seorang wanita tua penyihir yang begitu pindiam sambil membawa bola ramalan.
__ADS_1
Sebaliknya, temoat itu adalah tempat yang cukup mewah, penyihirnya pun masih sangat muda dan lagi, dia adalah seorang pemuda yang cukup tampan dengan rambut berwarna coklat yang agak panjang.
Pemuda itu tersenyum begitu Vallerie memasuki ruanganya. "Hormat pada tuan putri Vallerie!" ucap sang pemuda itu segera berlutus di depan Vallerie. Vallerie tentu saja terkejut.
"Darimana kau mengetahu aku adalah Vallerie?" tanya Vallerie menatap pemuda itu dengan sorot mata yang menajam. Pemuda itu terkekeh. "Saya adalah mantan penjaga pribadi dari selir ke-4 kerajaan Ocktavia pada priode sebelum selir ke-4 menikah. Tuan Putri, walau rupa anda telah berbeda, saya masih mengenali anda sebagai Tuan Putri Ocktavia" ucap pemuda itu berdiri sambil sedikit membungkuk sebagai tanda penghormatan.
Vallerie sempat ingin memindai sang pemuda di depanya, namun entah apa yang terhadi, Syistem sama sekali tidak bisa memindai pemuda di depanya dengan alasan 'Seorang Penyihir berlevel 70 keataas, Tidak Bisa Di Pindai!'.
Menyebalkan
Dengan melihat layar tertulis di depanya, Valleire langsung dapat mengetahui kalau mantan penjaga ibundanya ini bukanlah orang biasa. Bahkan tingkatan sihirnya pun lebih kuat dari para penjaga pribadi ayahandanya.
Vallerie menyadari dirinya belum mengetahui latar belakang keluarga ibundanya. Yang dia ketahui hanyalah nama belakang dari ibundanya sebelum menikah dengan sang raja.
Kalau pengawal rahasianya saja bisa sehebat ini, apa identitas sebenarnya dari ibundanya?
"Kau bilang kau adalah penjaga ibuku pada masa ibuku sebelum menikah, biasakah aku bertanya, siapa sebenarnya ibuku itu?" tanya Valleire dengan wajah serius.
"Nama saya adalah Criss Khawasima.." ucap pemuda itu tersenyum. Vallerie terkejut. "Seperti yang kau pikirkan gadis cantik, Aku adalah sepupu jauhmu dari keluarga ibumu" ucap Criss tersenyum lagi.
"Biar kuberitahu sesuatu padamu. kita keluarga Khawasima sangatlah rahasia. Keluarga kita beberapa puluh tahun yang lalu pernah di bantai oleh beberapa organisasi dari beberapa negara musuh." ucap Criss bercerita sambil mendudukan dirinya di sofa yang ada dalam ruangan itu, Valleire ikut duduk.
"Itu karena kemampuan kita yang special dan membahayakan negara musuh" ucap Criss lagi sambil tersenyum. "Kematian ibumu juga bungkin ada hubunganya dengan itu. Padahal aku sudah memperingatkan ibumu untuk tidak mengungkap nama marganya, namun dia bersikokoh ingin mengungkapkan itu hanya karena lelaki bodoh itu" ucap Criss tak habis pikir.
Vallerie terdiam. "Kemampuan yang kau katakan itu.." ucap Vallerie ingin tahu. Criss tersenyum, "Seharusnya kau sudah tahu, bahkan kau sudah memakainya beberapa kali di pertempuran besar bukan?" ucap Criss terkekeh. Vallerie terdiam.
"Matamu" ucap Criss memperjelas perkataanya. "Apa yang dia maksud mata Fighter?" batin Vallerie menebak. "Mata merah yang mampu memanipulasi atau mengambil alih gerakan musuh hanya dengan menatapnya" ucap Criss lagi mentandarkan punggungnya pada sandaran sofa.
__ADS_1
"Selain itu, kita juga mempunyai kemampuan medis yang cukup kuat juga kemampuan bermain rancun yang cukup besar, namun dua kemampuan itu tak semua keluarga kita yang bisa memilikinya, contohnya aku yang bisa bermain racun juga punya kemampuan mata, namun malah tidak menggunakan kemampuan medis sama sekali." ucap Criss menjelaskan.
Criss menatap wajah Vallerie dan segera mengaktifkan kemampuan matanya untuk memperlihatkan kenyataan itu pada Vallerie.
"Aku memilikinya kan?" ucap Criss menyeringai. "Satu hal yang juga harus kau tahu, kemampuan kita sama sekali tidak berguna jika kita melawan orang yang juga memiliki keturunan dari keluarga kita, tapi kau tenang saja, keturunan keluarga kita mungkin hanya beberapa yang masih hidup" ucap Criss meratapi nasibnya sebagai orang yang akan terancam.
"Criss, siapa kakek dari keluarga ibuku?" tanya Vallerie sangat ingin tahu. Criss terkekeh, "Kau sepertinya sangat kurang beruntung kali ini" ucap Criss ingin tertawa.
"Suami sementaramu itu juga adalah keturunan dari kakekmu, kakekmu dia memihak pada musuh" ucap Criss santai. "Jangan bilang kau lupa kalau kau sudah menikah?" tanya Criss menatap Vallerie yang tamoak terdiam kebingungan.
"Aku tidak lupa, namun.. apa yang perlu di banggakan darinya? aku bahkan tidak sudi memanggilnya suamiku, lagipula aku bersamanya juga terpaksa, jika bukan karena waktu itu aku berpikiran pendek dan bodoh sampai-sampai mau menerima sayarat dari Yuzhi sialan itu, aku seharusnya tidak pernah menikah denganya! kuanggap aku telah menceraikanya secara sepihak!" ucap Vallerie sedikit kesal mengingat dirinya yang waktu itu dengan mudahnya di bodohi oleh Pangeran Yuzhi.
Cirss tertawa, "Ngomong ngomong soal suami, sepertinya suamimu satunya yang berada di luar sepertinya sangat kesal dan tidak sabar menunggumu keluar, dia bahkan menghujatku beberapa kali" ucap Criss tersenyum menggoda, Vallerie terkejut.
"Jangan bilang yang dia maksud adalah Neji?!_-" batin Vallerie yang baru sadar kalau dirinya telah melupakan dua makhluk di luar sana yang setia menunggunya keluar.
......
"Kenapa Nona lama sekali! kalau sampai nona kenapa-napa, aku berjanji akan memukul siapapun orang yang menyakitinya!" gerutu Xixi kesal.
"Tidak cukup hanya memukulinya, aku akan membunuhnya dan segera mencincang cincang tubuh orang yang menyakiti Valleireku. Tidak akan kubiarkan dia hidup tenang!" Batin Rao(Neji) yang terus terusan menendang kerikil-kerikil kecil untuk meredakan amarahnya.
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
(DUA BAIT TERAKHIR LUPAKAB SAJA😰😂😁)
__ADS_1
DUKUNG DENGAN CARA, LIKE, RATE, VOTE, AND COMENT SARANYA YA..
TERIAMAKSIH DAN SAMPAI JUMPA😊**