
Judul:Bertemu Dengan Yuna
By. :@Mitsuki776
Namun setelahnya dia melihat lengan kananya sendiri yang terdapat gelang hitam dengan buah zodiak leo, itu adalah pemberian dari Vallerie yang ia cintai.
"Siapa kamu sebenarnya?" gumam Rao yang merebahkan diri setelahnya, dia lalu menutup rapat kedua matanya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Vallerie kini berlari ke taman istana. "Bagaimana ini! kenapa kau ceroboh sekali Eva! Dia kan jadi curiga padamu!" hujat Vallerie kepada dirinya sendiri.
"Nanti aku harus minta maaf padanya" ucap Vallerie mendudukan diri di kursi taman itu, tapi tiba-tiba, sebuah pergerakan mengejutkanya. Dia segera berdiri dan melihat sekeliling dengan waspada "Adik ke-6 ini aku" ucap laki laki bersurai putih mendekati Vallerie, dia Key.
"Kakak ke-3?" kejut Vallerie yang langsung berlari neneluk Key. "Astaga kak, aku kira kau akan mati saat itu" tutur Vallerie meneteskan air matanya. Key tersenyum.
Vallerie kini menatap wajah Key, dia sontak terkejut ketika menyadari warna mata kakak ke-3 nya berubah. "Tunggu! bukanya kak Key punya mata hitam, kenapa sekarang berwarna biru?!, jelas-jelas dia adalah seorang bangsawan" ucap Vallerie memundurkan langkahnya.
"Ada apa adik ke-6?" tanyanya dengan wajah yang tidak pernah di pasang oleh Key, melihat Vallerie seharusnya Key akan tersenyum. tapi ini tidak, dia terlihat lebih dingin tanpa kehangatan di matanya.
Merasa itu bukan Key, Vallerie segera menunduk dan mengumpulkan sihirnya di tanganya tanpa sepengetahuan Key. Dengan cepat Vallerie menyerang Key dengan sihirnya.
Brughh~
"Akhh, Adik ke-6, apa yang kau lakukan?" tanya-nya kesal dan terlihat marah. "Beraninya! Beraninya kau menyamar sebagai kakaku!" Vallerie menyerang lagi dengan serangan keras hingga sedikit menghancurkan bunga-bunga yang ada di taman itu.
Mendengar ada suara perkelahian, Kayla segera mendatangi Vallerie dan Key, dia terkejut mendapati Key yang di serang berutal oleh Vallerie. Kayla segera menjadi tameng Key," ADIK KE-6 APA YANG KAU LAKUKAN!" teriak Kayla menutup matanya. Vallerie menghentikan seranganya.
"Kakak ke-4 menjauhlah!" teriak Vallerie berniat kembali menyerang, merasa ada kesempatan, Key segera mengeluarkan pisaunya dan mengarahkanya ke leher Kayla sambil mengunci pergerakan Kayla.
__ADS_1
"Aaaa kakak!" teriak Kayla yang kini telah sadar itu bukan kakaknya. "Lepaskan Kakak ke-4 ku!" teriak Vallerie dengan menatap tajam ke arah Key. Vallerie mengaktifkan mata Fighternya, namun segera terhenti karena ucapam Key,"Sekali mengeluarkan mata itu, kupastikan kakakmu akan kehilangan nyawanya" ancam Key menyeringai ke arah Vallerie.
Melihat itu Vallerie kesal. "Sial! bagaimana ini, apa yang harus ku lakukan.." batin Vallerie berpikir, Nontifnya sama sekali tidak memperingatkanya, yang itu artinya Key tidak berniat menyerang, apa tujuanya?
"Kakak ke-3..." lirih Kayla begitu ketakutan, kemudian Vallerie tersenyum ketika mendapati Key yang asli dengan tertatih-tatih mendekati Key palsu dari belakang, tentu dia akan menyelamatkan adik kandungnya sendiri.
Brugh~
Key memendang Key palsu hingga menabrak sisian air mancur, dia pun terjatuh kedalam air yang sebenarnya tidak dalam.
"Kakak!" teriak Kayla memeluk Key, Key tersenyum melihat adiknya baik-baik saja. Melihat itu Vallerie ikut tersenyum, sebenarnya ia ingin sekali jatuh dalam pelukan Key, namun ia harus mengurus Key palsu itu.
Vallerie mendekati Key palsu yang sudah berubah menjadi orang lain, Vallerie terkejut melihat wujud asli Key, dia adalah Akashi Yuna yang merupakan pengawal setia dari Vallerie.
"Yuna!" teriak Vallerie menghampiri dan segera mengecek keadaan Yuna. Dia akhirnya tahu mengapa Yuna berbuat jahat padanya, itu karena sebuah tanda pengendali di leher Yuna. Vallerie segera menghilangkan tanda itu dengan sihirnya, "Yuna" panggil Vallerie menepuk-nepuk pipi Yuna agar cepat sadar, namun nihil itu tidak berhasil.
Kayla mendekat ke arah Vallerie dan Yuna, dia lalu menggunakan sihirnya untuk mengobati luka yang di dapat Yuna.
"Dia perlu tabib.." ucap Kayla memberi tahu. "Bagaimana caranya aku mengangkatnya ke ruang tabib, lagipula tabib istana sekarang masih mempunyai pasien" ucap Vallerie frustasi. "Kayla, kau bantu Adik ke-6 memanggil pengawal agar bisa mengangkat Yuna, dan untuk kamar, sebaiknya kita pakai kamarmu dulu, Kayla" ucap Key menatap Yuna, dia tidak membenci Yuna karena dia tahu itu bukan salahnya.
"Baik kakak!" ucap Kayla langsung berlari ke arah istana, sedangkan Key menemani Vallerie yang mencoba menyembuhkan Yuna dengan sihirnya, walau dia tahu itu tidak mungkin bisa, mengingat dia tidak pernah belajar sihir medis.
"Kalau Yuna saja di jadikan kamame seperti ini, bagaimana dengan Ema?" batin Vallerie merasa bersalah. "Aku harus menyelamatkan Ema" batin Vallerie lagi bertekad.
....
....
....
__ADS_1
....
....
Yuna kini di baringkan ke kasur Kayla, dengan tabib yang kini mencoba menyembuhkan Yuna.
Melihat kamar Kayla terdapat tabib, Daichi terkejut. "Ada apa ini Tuan Putri?" tanya Daichi terkejut.
Daichi menatap wanita di kasur itu, dia ingat betul siapa yang ada di sana. Itu adalah budak yang sempat ia ingin beli karena suatu alasan, namun sayangnya Vallerie lebih dulu menawar harga yang lebih tinggi.
"Dia budak yang waktu itu kan?" tanya Daichi meyakinkan. "Ya, taoi sekarang dia adalah pengawalku, dia cukup hebat dalam bela diri pedang" ucap Vallerie menantap wajah Yuna.
"Dia berasal dari marga tersembunyi Kinara yang mempunyai tubuh yang akan sebuh dengan sendirinya jika terluka, saya rasa dia sebentar lagi akan pulih" ucap Daichi menatap lekat Yuna. "Darimana kau tahu? aku saja tidak tahu tentang ini" ucap Vallerie heran.
"Dia sebenarnya temanku sewaktu kecil, namun waktu itu saya mendapat kabar bahwa keluarganya telah di tawan oleh kerajaan kamame, saya pikir dia sudah mati. Namun, saya bertemu denganya lagi saat di penjualan budak waktu itu, niatnya saya mau membelinya dan membebaskanya, tapi malah kalah saing dengan Tuan Putri" ucap Daichi menjelaskan
"Begitu ya..., apa kemampuan marga Kinara semuanya seperti itu?" tanya Vallerie pada Daichi. "Sebenarnya tidak, namun saya tahu Yuna punya kemampuan itu, dia dulu penah terluka gores pedang karena saya, namun luka itu dalam dua menit menghilang." ucap Daichi menceritakan.
"Baiklah kalau begitu, kita hanya perlu menunggu" ucap Vallerie menatap Yuna, namun kemudian kembali menatap Daichi yang sepertinya sangat khawatir pada Yuna.
"Apa dia pernah jatuh cinta pada Yuna, wajahnya sangat khawatir" batin Vallerie memperhatikan. "Pangeran Rao!" teriak orang-orang di luar sana yang mengejutkan seluruh orang di dalam kamar Vallerie.
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
SAMPAI JUMPA LAGI
JANGAN LUPA TERUS DUKUNG CERITA INI YA, TERIMAKASIH**...
__ADS_1