Reincarnation A Princess

Reincarnation A Princess
[PERNYATAAN RAO] CH.34


__ADS_3

Judul:Pernyataan Rao


By. :@Mitsuki776


"Rao.. inikah alasanmu tidak ingin menceritakanya padaku, kau memiliki kekuatan iblis yang sangat berbahya dan sulit di kendalikan, aku paham sekarang, kau tidak ingin aku mengetahuinya karena kau takut aku akan menjauhimu karena itu" batin Vallerie sedih


🍁🍁🍁🍁🍁


"Nenek, apa Rao pernah menyukai seseorang?" tanya Vallerie tiba tiba, pertanyaan itu membuat Kiyamu tertegun. "Emm, itu tentu saja! Rao selama ini tidak pernah menyukai, mendekati ataupun memperhatikan seorang wanita. tapi, setelah dia bertemu denganmu.." ucap Kiyamu menyentuh kulit wajah Vallerie "dia terlihat lebih berwarna, dan ceria, sebagai neneknya, aku bahagia melihat itu" ucap Kiyamu srmbari menyembuhkan kulit wajah Valleire.


"dia mencintaimu dengan tulus, aku menjamin itu.. " ucap Kiyamu melepas sentuhan tanganya. mendengar penuturan nenek Rao, Vallerie merasa senang, sebagai wanita dengan identitas asli berusia 28 tahun, tentu Vallerie sudah tahu berbagai jenis pria yang dulu juga pernah mengejarnya karena suatu alasan. Namun Rao, dia berbeda bagi Vallerie.


Rao selalu memandangnya dengan penuh kasih sayang, bahkan Rao juga rela menyelamatkan Vallerie dari bahaya seperti pisau racun atau tenggelam ke dalam laut. Vallerie sadar, dirinya juga sudah mulai luluh dengan Rao, dia ingat betul bahwa dirinya tanpa pikir panjang berani mengambil resiko apapun demi menyelamatkan Rao yang waktu itu terkena pisau beracun.


"Aku tahu, kau juga menyukainya.. tapi mungkin kau belum menerima kenyataan itu" ucap Kiyamu menatap Vallerie paham. "Aku mengerti perasaanmu, kau tak perlu menjelaskanya padaku, cukup kau simpan dan ungkapkan sendiri pada Rao nantinya" ucap Kiyamu tersenyum. "baik.. aku mengerti" ucap Vallerie tersenyum.


Melihat itu Kiyamu juga ikut tersenyum. "Kau sudah sembuh, energimu juga sudah kupulihkan, sekarang jika kau ingin temui Rao, seharsnya kau tahu di mana dia sekarang kan?" ucap Kiyamu tersenyum. "ya nenek, terimakasih atas nasehatmu yang kau berikan padaku.." ucap Vallerie bangkit dari berbaringnya dan lalu sedikit berlari ke tempat di mana Rao berada.


Taman


kini Vallerie masih berlari hingga sampai ke sebuah pondok milik kerajaan Sihon, atau lebih tepatnya milik almarhum ibunda Sihon. Di sana terdapat Rao yang tengah berbaring di pondokan tersebut, sangat terlihat wajahnya yang pucat dan tampak lelah, sepertinya dia telah memakai banyak energinya untuk Vallerie.

__ADS_1


Valleire berjalan mendekati Rao. "Rao.." panggil Valleire yang mengejutkan Rao, Rao segera menoleh. "Valleire?" kejut Rao yang kini bangkit dari berbaringnya, Vallerie pun langsung duduk di samping Rao. "Apa masih sakit?" tanya Rao sedikit menggeser pony surai Valleire untuk melihat memar yang tadi sempat ada di keningnya Vallerie.


"Lukaku sudah di sembuhkan oleh nenek, kau tak perlu khawatir.."ucap Vallerie tersenyum, "sukurlah.." ucap Rao segera memindahkan tanganya. "Rao... terimakasih" ucap Vallerie pelan. "Untuk apa?" tanya Rao tidak mengerti, "untuk segalanya yang telah kau berikan padaku, termasuk pertolongan pertolonganmu selama ini" ucap Vallerie memberi penjelasan.


"ohh.. itu bukan hal yang masalah" ucap Rao berbohong, sangat terlihat Rao lelah sekali. "Rao.. apa kau mencintaiku?" tanya Vallerie yang membuat Rao sangat terkejut. "k Kenapa tiba tiba?!" ucap Rao tidak percaya "Jawab saja!!" ucap Vallerie sedikit kesal.


Rao diam, "Ya.. aku menyukaimu" ucap Rao jujur, "akupun juga" ucap Vallerie segera membalas. Mendengar penuturan cepat dsri Vallerie membuat Rao semakin terkejut "hahh a apa?!" ucap Rao yang berfikir kemampuan pendengaran tajamnya telah berkurang dan dia telah salah mendengar perkataan Vallerie. mendapat perlakuan begitu oleh Rao, Vallerie kesal.


"Ya!! Aku juga menyukaimu.." ucap Vallerie berkata dengan jelas, kini Rao tertegun kaku "ada apa dengan ekspreksimu itu?!" tanya Vallerie tidak terima. "Vallerie, kau menerimaku?" tanya Rao memastikan. "ada apa denganmu Rao?, kemana pendengaranmu yang sangat tajam itu?" tanya Valleire heran.


"Dengar Rao.., aku hanya mengatakan bahwa aku mencintaimu, tapi bukan berarti aku mau jadi selirmu, aku tetap pada tekadku yang tidak ingin di duakan!" ucap Valleire memberi pengertian. Mendengar itu Rao tersenyum dan lalu memeluk Vallerie dari belakang dengan erat, Rao juga mendekatkan mulutnya pada telinga Vallerie.


"tidak akan.. aku sudah memutuskan hanya akan menikahimu, permaisuriku" bisik Rao tepat di telinga Vallerie, bahkan Rao sedikit menggigit telinga Vallerie dengan maksud menggodanya.


"ekhem.. maaf mengganggu pangeran" ucap suara yang mengejutkan pasangan di pondok itu, mendengar itu Valleire segera membuat Rao melepaskan pelukanya dan menoleh ke arah sumber suara. Itu adalah Daichi.


"Maafkan saya pangeran, Raja memanggil Anda untuk segera menghadap, sepertinya ada yang ingin di katakan beliau" ucap Daichi dengan hormat, mendengar itu ekspreksi Rao berubah drastis. Kini ekspreksinya terlihat marah dan seperti ingin membunuh seseorang "baiklah, aku akan segera ke sana!, dan kau Daichi! jangab coba coba mendekati Vallerie dalam jarak 2 meter!" ucap Rao menatap tajam Daichi. Mendengar ancakan dari sang pangeran, Daichi segera bergidik ngeri.


"pangeran menakutkan" batin Daichi segera memundurkan langkahnya untuk mengambil jarak aman dengan Vallerie. "Kau benar benar menurutinya?, kau tahu, Rao sedang tidan ada di sini.." ucap Vallerie hampir tertawa melihat Daichi yang sangat fokus menjaga jarak aman.


"maaf tuan putri, saya adalah pengawal Setia Pangeran, jadi keinginanya merupakan perintah yang wajib saya turuti dengan sepenuhnya." ucap Daichi penuh hormat. Kini Valleire kembali ingin tertawa, "aku salut padamu Daichi, kau selalu setia berdiri di samping pangeran dan bahkan bersumpah tidak akan mengkhianatinya, itu benar benar suatu kebanggaan tersendiri bagi kerajaan Sihon memiliki kesatria sepertimu" ucap Vallerie memuji.

__ADS_1


"Anda terlalu memuji tuan putri" ucap Daichi tersenyum tidak enak, Vallerie tertawa kecil.


Tempat lain


"Apa maksudnya ini Rao Sihon!" ucap Ayah Rao yang terlihat sangat marah, "apa kau tahu apa yang telah kau lakukan!!" ucap Ayah Rao lagi dengan nada yang tinggi. "Kau telah memicu peperangan dengan pangeran Kamame!!" ucap Raja dengan sangat murka.


"Maaf Ayahanda, aku tidak bisa membiarkanya melukai calon istriku!" ucap Rao penuh hormat. "Anak Ocktavia itu!! Kau tahu aku yang menikahkanmu denganya, dan itu berarti aku juga bisa memisahkanmu denganya!! hanya karena wanita penyakitan itu kamu bisa seperti ini?! apa kamu gila!!" ucap Ayah Rao dengan sangat murka.


"Ayah!! aku tidaj terima jika Anda mebjelek jelekanya lagi!!" ucap Rao sudah mulai marah, "kenapa? dia penyakitan!! aku akan mencarikanmu calon istri yang lebih baik Rao!!" ucap Ayahanda Rao. "Ayah!! apa Anda tahu? dialah yang membantu kami menang saat peperangan dadakan waktu lalu, dan Anda menjelek jelekanya? bukankah Anda sangat tidak bijaksana?!" ucap Rao yang sudah sangat menahan amarahnya.


"dia? maksudmu wanita hebat yang di bicarakan perdana mentri itu?" ucap Raja terkejut. "Ya!! dia special ayah!! dan aku berjanji tidak akan menikah dengan siapapun selain denganya, aku sudab jatuh cinta padanya ayah!!" ucap Rao dengan tatapan melawan. "Anak ini!, sejak kapan dia berani melawan padaku!" batin sang Raja tidak suka.


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA


TERUS DUKUNG DENGAN CARA


BACA, LIKE, RATE, VOTE, COMENT ATAU MEMBERI TIP


TERIMAKASIH

__ADS_1


SEE YOU**


__ADS_2