Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 10 -- Kekuatan Para Pangeran


__ADS_3

Mereka terkejut mendengar ucapan yang di lontarkan jenderal Kekaisaran. Orang yang mereka cari adalah adiknya sendiri, mana mungkin mereka membiarkan para prajurit membunuh adiknya itu.


“Bunuh setiap pengacau di seluruh ibukota sekarang!” ucap Lin Ya tegas.


“Baik Pangeran!” jawab jenderal yang langsung memerintahkan bawahannya nya untuk berpencar.


“Kakak, aku menemukan banyak pengacau di ibukota” ucap Lin Yu yang merasakan energi negatif dari cahaya yang menyebar dari tombaknya.


“Bunuh mereka! Meskipun tujuan kita mencari Lin Ye, tetapi kita tidak bisa membiarkan pengacau itu mengacau di ibukota!” jawab Lin Ya dengan tegas.


“Baik kak!” jawab Lin Yu dan Lin Yi bersamaan.


~•~


Di salah satu gang sempit, seorang wanita sedang memohon pada kedua laki-laki di depannya agar tidak melecehkan nya.


“Tolong lepaskan aku” ucap wanita tersebut sembari menangis.


“Kita hanya ingin bermain nona” ucap salah satu laki-laki itu dengan tatapan mesum.


Cahaya merambat seperti akar di permukaan tanah, gang sempit yang gelap itu sedikit bercahaya karena cahaya yang merambat itu.


“Cahaya apa itu?” ucap salah satu dari laki-laki tersebut yang menyadari cahaya yang merambat masuk ke dalam gang sempit.


Laki-laki di sampingnya menoleh dan terkejut melihat cahaya yang merambat itu.


“Gawat! Itu adalah kekuatan pangeran ketiga!” ucapnya dengan panik.


“Apa? Jadi ini kekuatan dewa tombak?” jawab temannya terkejut.

__ADS_1


“Kita harus segera lari!” mereka berdua lari meninggalkan wanita yang akan di lecehkannya itu. Cahaya itu merambat dengan cepat mengejar dua laki-laki brengsek itu.


“Aaakkkhhh... Tolong!” ucap mereka berdua terkena petir yang dihasilkan oleh cahaya merambat itu.


Wanita itu terkejut melihat kedua laki-laki yang hampir melecehkan nya itu mati dengan badan yang gosong terkena petir mengalir seperti listrik.


“Jadi ini kekuatan dewa tombak!” ucapnya terkejut.


“Terimakasih Pangeran Ketiga” ucapnya dan segera lari meninggalkan gang sempit itu.


~•~


Disebuah jalan sepi, lima orang perampok sedang menghadang rombongan pedagang yang hendak masuk ke dalam ibukota Kekaisaran.


“Cepat tinggalkan kuda dan barang bawaan kalian! Atau kalian akan merasakan akibatnya” ucap salah satu perampok.


“Dasar brengsek! Cari kerja yang benar sana! Kalian pikir kami akan memberikan harta benda kami begitu saja?!” bentak salah satu pedagang.


“Sepertinya kalian cari mati!” lima perampok itu segera menyerang pada pedagang. Mereka melakukan pertarungan yang sengit, basis kultivasi perampok itu adalah alam luar jiwa sehingga para pedagang bukanlah tandingan mereka.


“Bersiaplah untuk mati!” ucap perampok yang siap memenggal kepala pedagang di depannya.


“Akhhh.. ” lima perampok itu tiba-tiba memuntahkan darah setelah pedang menancap di punggung nya menembus jantung mereka.


“Apa yang terjadi?” ucapnya yang langsung mati.


Lima pedang yang menancap di masing-masing perampok itu bergerak kembali dan meninggalkan para pedagang dan lima perampok yang sudah mati.


“Ini?” ucap salah satu pedagang.

__ADS_1


“Ini adalah kekuatan pangeran kedua!” lanjut pedagang yang lainnya.


“Dewa pedang menyelamatkan kita! Hidup pangeran kedua!” teriak salah satu pedagang dengan semangat sembari mengangkat tangannya.


“Hidup!” jawab pedagang lainnya yang tak kalah semangat.


“Hidup pangeran kedua!”


“Hidup!”


~•~


Seorang murid inti sekte naga merah sedang di kepung oleh pembunuh bayaran karena murid tersebut telah menggagalkan rencana mereka untuk membunuh seorang anak bangsawan besar.


Murid tersebut tampak pasrah karena mustahil baginya melawan lima pembunuh bayaran di ranah alam roh, sedangkan dirinya masih di ranah penempaan tubuh tahap langit.


“Kau akan menyesali perbuatan mu bocah!” ucap salah satu dari mereka.


“Serang!” kelima pembunuh bayaran itu menyerang bersamaan.


Koakkkk


Suara Phoenix mengalihkan pandangan mereka dan, “Akkk...tolong!”


Panah Phoenix itu menembus jantung mereka dari depan dan muncul di belakang punggung. Seketika itu mereka mati dengan dada berlubang.


“Dewa panah... Pangeran Pertama!” ucap murid inti tersebut terkejut.


~•~

__ADS_1


Setiap mau ngasih nama tokoh & tempat pasti bingung. Maklum lah ga jago bikin nama. Saran dong, nama tokoh dan tempat yang ga pasaran ☺


__ADS_2