Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 14 -- Cacat


__ADS_3

Mereka terkejut melihat Lin Ye yang sedang bergelayut di bawah sana, apalagi para prajurit berkeringat dingin karena telah melempari batu pada Pangerannya.


“Adik keempat?!”


“Lin Ye?!”


“Pangeran Keempat?!” ucap semua prajurit terkejut melihat orang yang mereka lempari ternyata Lin Ye, Putra Kaisar.


“Ayah, Ibu, Kakak, tolong aku!” Lin Ye merengek sembari terus berpegangan pada tali.


“Adik keempat, apa yang kau lakukan di sana?” ucap Lin Ya, Lin Yi dan Lin Yu.


“Ye'er, kau sedang apa di bawah sana?” ucap Lin Cheng.


“Cheng gege, lebih baik kita bantu Ye'er ke atas dulu!” ucap Ling Shi khawatir pada putranya.


Lin Cheng segera menarik tali yang menjuntai ke bawah. Ling Shi dan ketiga Putranya hanya memperhatikan Lin Ye dengan cemas.


“Aura membunuh siapa ini?” gumam Lin Yi yang tiba-tiba merasakan niat membunuh yang samar, lalu dia menatap ke luar istana.


“Hmm, apa itu?” tanya Lin Yi yang sekilas melihat cahaya yang memantul di depan.


“Adik kedua ada apa?” tanya Lin Ya khawatir.


“Hmm...?” Lin Yi tidak menjawab pertanyaan Lin Ya, dia menyipitkan matanya melihat benda seperti logam yang melesat ke arah Lin Ye berada.


'Sial! Itu adalah ujung panah!' batin Lin Yi panik.


“Lin Ye... Awasss!” teriak Lin Yi yang langsung melompat ke bawah, dan Krak!


“Akkkhhhh...” Lin Yi terjatuh dengan panah yang menembus di bahu kanannya.


“Kakak!” ucap Lin Ye terkejut.


“Adik kedua!”

__ADS_1


“Lin Yi!”


Lin Yi tidak sempat mengeluarkan pedangnya di cincin penyimpanan karena dia pikir akan terlambat jika harus mengeluarkan pedang. Jadi dia memilih menggunakan tubuhnya sebagai tameng Lin Ye.


“Pangeran Kedua!” semua prajurit yang berada di bawah segera menghampiri Lin Yi.


“Cepat cari bajingan itu!” teriak Lin Ya yang langsung memberi perintah.


“Laksanakan!” mereka pun pergi dan mencari orang yang berniat membunuh pangeran.


Lin Yi dan Lin Yu segera melompat ke bawah untuk memastikan keadaan Lin Yi. Lin Cheng segera menarik Lin Ye ke atas setelah itu dia melihat keadaan Lin Yi di bawah.


“Ye'er, apa kau baik-baik saja?” tanya Ling Shi cemas pada Lin Ye.


“Aku baik bu, tapi kakak...” jawab Lin Ye sedih.


“Yi'er akan baik-baik saja, sebaiknya kita masuk” ajak Ling Shi dan Lin Ye menuruti apa kata ibunya.


“Kakak!” ucap Lin Yu


“Aku baik-baik saja kakak, tapi bahuku” jawab Lin Yi pasrah.


“Yi'er, sebaiknya kita masuk ke dalam, biar tabib Hong memeriksa mu.” ucap Lin Cheng.


“Baik ayah” jawab Lin Yi.


“Lin Yu, kita cari bajingan itu!” ucap Lin Ya.


“Baik kakak” jawab Lin Yu. Mereka berdua hendak pergi, tetapi Lin Cheng segera menghentikannya.


“Kalian berdua juga masuk!” tegas Lin Cheng.


“Tapi ayahh...”


“Jangan membantah!”

__ADS_1


“Baik ayah”


~•~


Dua orang yang sedari tadi memperhatikan dari jauh terkejut melihat panahnya yang malah mengenai Lin Yi bukan Lin Ye.


“Gawat! Kita ketahuan!” ucap salah satu dari mereka.


“Sebaiknya kita kabur!”


Mereka berdua langsung melesat pergi menghindari kejaran para prajurit istana.


~•~


Tabib Hong mengeluarkan panah yang menembus bahu Lin Yi dengan hati-hati, setelah itu dia membalut luka Lin Yi dengan salep.


“Pangeran kedua, anda mengalami patah tulang, dan sebagian tulang anda remuk” ucap Tabib Hong.


“Apa?! Itu berarti aku tidak bisa menjadi Pendekar Pedang lagi?!” ucap Lin Yi terkejut, terasa sesak di dada mengingat semua pencapaian nya musnah begitu saja.


“Adik kedua”


“Kakak” ucap Lin Ya dan Lin Yu sembari memegang tangan kiri Lin Yi.


“Tiga hari lagi aku akan kembali ke benua tengah! Bagaimana bisa aku kesana dalam kondisi seperti ini?” tanya Lin Yi lesu.


“Adik kedua, kakak dan adik ketiga tidak akan kembali ke benua tengah tanpa mu” ucap Lin Ya menenangkan.


“Benar kakak, kami akan menemani kakak masuk ke sekte yang ada di Kekaisaran Lin” jawab Lin Yu.


“Tidak, kalian jangan khawatirkan aku. Benua tengah adalah impian semua orang, kalian tidak bisa berhenti begitu saja hanya karena aku” jawab Lin Yi yang tidak ingin jadi beban.


Lin Cheng pasrah dengan keadaan putranya yang tidak berdaya, sedangkan Lin Ye mendengarkan percakapan mereka di luar.


~•~

__ADS_1


__ADS_2