Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 17 -- Izin


__ADS_3

Lin Ya wajar akan sikap Lin Yu yang menentangnya karena dia juga merasakan kebencian terhadap Lin Yi, tetapi dia teringat nasihat ibunya untuk selalu rukun.


“Adik keempat, kau juga setuju bukan jika Lin Yi pantas dibenci?!” tanya Lin Yu beralih pada Lin Ye.


Lin Ye menunduk sembari terisak, dia begitu merasa bersalah pada Lin Yi.


“Kakak, jika pada saat itu aku tidak mencoba kabur, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Aku yang menyebabkan kakak kedua melampiaskan kemarahannya pada ayah dan ibu...” jawab Lin Ye tersendu-sendu.


“Adik kedua, kau sama sekali tidak bersalah. Lagipula itu adalah kecelakaan” ucap Lin Yu menenangkan.


“Ye'er, benar kata adik ketiga, itu adalah kecelakaan, tidak ada yang tahu kejadian seperti apa yang menanti kita, jadi kau tidak perlu merasa bersalah” ucap Lin Ya. Lin Ye hanya mengangguk paham.


“Kakak pertama, kenapa kau menyuruh kami untuk tidak membencinya?” tanya Lin Yu yang sudah sedikit tenang.


“Karena kita adalah saudara... ” jawab Lin Ya.


“Yu'er, apa kau tidak ingat pesan ayah dan ibu untuk tidak membenci satu sama lain? Ayah dan ibu akan sangat sedih jika kita saling membenci” ucap Lin Ya dengan lembut.

__ADS_1


Lin Yu tiba-tiba teringat kembali pesan ayah dan ibunya semasa masih hidup.


“Maaf kak, aku bicara yang tidak pantas diucapkan...” ucap Lin Yu menyesal. “tapi kesalahannya sudah di luar batas kak, aku tidak mungkin tidak membencinya.” lanjutnya.


“Yu'er, apa kau tidak menyayangi ayah dan ibu? Apa kau tega melihat mereka sedih?” tanya Lin Ya. Lin Yu terdiam memikirkan pertanyaan kakaknya itu, dia menyayangi ayah dan ibunya, tetapi dia juga tetap ingin membenci orang yang telah membunuh orang tuanya, yaitu Lin Yi.


“Kakak, aku ingin pergi berpetualang untuk mencari kakak kedua, aku mohon kakak tidak menghalangi ku!” ucap Lin Ye dengan sungguh-sungguh.


“Tidak” jawab Lin Ya cepat.


“Kenapa? Aku bisa menjaga diriku sendiri!” jelas Lin Ye.


“Kak Lin Yu, Kak Lin Ya, kenapa aku tidak boleh pergi? aku akan semakin kuat jika mempunyai banyak pengalaman!” bantah Lin Ye.


“Tapi sebelum kau kuat, kau akan mati terlebih dahulu adik kecil” jawab Lin Yu sembari menyentil kening Lin Ye.


“Apa kau lupa jika kau belum pernah datang saat latihan? Meskipun basis kultivasi mu sama dengan kakak, tapi kau sama sekali tidak punya pondasi sehingga mudah dirobohkan lawan.” lanjutnya.

__ADS_1


“Benar Ye'er, kakak heran dengan basis kultivasi mu, kau bahkan belum pernah berkultivasi, bagaimana bisa kau punya basis kultivasi setinggi itu di usia muda?” tanya Lin Ya.


Lin Ye terdiam memikirkan perkataan kedua kakaknya yang melarangnya untuk berpetualang. Dia juga menyadari akan kelemahan nya sendiri.


Tok tok tok


“Pangeran, para petinggi istana telah berkumpul di ruang rapat” ucap kepala pelayan.


“Baik, aku akan segera ke sana” jawab Lin Ya.


“Hapus air mata kalian, laki-laki harus pantang menunjukkan air matanya pada orang lain dan tetap membusungkan dada. Kita adalah pondasi Kekaisaran Lin.” ucap Lin Ya tersenyum pada Lin Yu dan Lin Ye.


Mereka segera menyeka air matanya dan menatap ke depan dengan penuh tekad.


“Ayo kita keluar dan temui para petinggi!” ajak Lin Ya sembari berdiri.


'Selama ini aku terlalu mengandalkan orang tua ku dan kakak-kakak ku. Ayah, ibu, kakak, aku akan jadi kuat dan tidak akan jadi beban kalian lagi!' batin Lin Ye penuh tekad.

__ADS_1


~•~


Hari ini hanya bisa update 1 chapter, semoga besok dan selanjutnya bisa update 3 chapter seperti biasa🤗


__ADS_2