
“Lin Yeeeeeee!” teriak Lin Yu dengan keras.
“Hahahah” Lin Ye masih menutup mulutnya sembari tertawa.
Lin Yu nampak kesal karena kepalanya terasa benjol akibat lemparan Lin Ye.
“Kakak pertama, Kakak kedua!” ucap Lin Yu yang meminta keadilan pada mereka berdua. Lin Ya pasrah pada kelakuan Lin Ye yang suka mengganggu.
“Sepertinya hari ini kita harus memberi pelajaran pada adik keempat” ucap Lin Ya yang diangguki oleh Lin Yi dan Lin Yu.
Mereka bertiga berbalik dan bersiap dengan senjata mereka masing-masing. Lin Yu dengan tombaknya, Lin Yi dengan pedangnya dan Lin Ya dengan panahnya bersiap menyerang salah satu pohon yang tidak jauh di sana.
“Hmm, apa yang akan mereka lakukan?” tanya Lin Ye melihat ketiga kakaknya sedang bersiap dengan senjata mereka masing-masing.
“Serang!” ucap Lin Ya pada Lin Yi dan Lin Yu.
Senjata mereka bertiga bergerak cepat menuju pohon yang dipijaki Lin Ye sebagai titik serangan mereka bertiga.
“Gawat!” ucap Lin Ye panik dan segera melompat turun, tetapi Lin Ye terlambat, ketiga senjata itu mengenai pohon yang dipijaki nya dan BOOOM! Pohon itu meledak terkena serangan gabungan Li Ya, Lin Yi dan Lin Yu.
Lin Ye terjatuh dan dia berguling-guling di tanah sembari memegang kepalanya yang sakit karena terbentur tanah.
Lin Ya, Lin Yi dan Lin Yu segera melesat menghampiri Lin Ye yang berguling-guling di tanah.
“Aaaah... Kepalaku sakit!” teriak Lin Ye.
__ADS_1
“Gawat! Aku harus lari!” lanjutnya melihat ketiga kakaknya melesat ke arahnya.
Lin Ye segera berlari kencang menghindari kejaran ketiga kakaknya yang sangat cepat.
“Jangan lari kau Lin Ye!” teriak Lin Yu dari belakang.
“Adik kedua, Adik ketiga, sebaiknya kita berpencar!” usul Lin Ya. Lin Yi dan Lin Yu segera melesat ke arah yang berbeda.
“Sial, mereka berpencar!” ucap Lin Ye panik. Lin Ya masih mengejar Lin Ye dari belakang.
Panah Lin Ya melesat ke arah Lin Ye, tetapi Lin Ye bisa menghindari setiap panah yang dilontarkan kakak pertamanya itu.
“Apa hanya segini saja kekuatan dewa panah?” ejek Lin Ye. Lin Ya tersenyum tipis mendengar ejekan Lin Ye.
“Adik keempat, kau akan menyesal telah memprovokasi ku” ucap Lin Ya tersenyum.
“Apa? Busur dari Qi?!” ucap Lin Ye terkejut.
Lin Ya mengarahkan busurnya ke langit, dia menarik nock string dan cahaya berkumpul di sana berubah menjadi anak panah.
“Kau cukup melukainya, jangan membunuhnya!” ucap Lin Ya pada busur dan anak panahnya.
Lin Ya melepaskan anak panah nya ke langit dan anak panah tersebut diselimuti kobaran api berbentuk Phoenix.
Koaakkk
__ADS_1
Kobaran api berbentuk burung Phoenix itu bersuara sembari melebarkan kedua sayapnya.
“Apa? Kenapa kakak pertama sangat hebat?” ucap Lin Ye yang lagi-lagi dibuat terkejut oleh kakak pertamanya.
“Ternyata julukan dewa panah bukan cuma omong kosong! Kakak pertama sungguh seperti dewa panah!” lanjutnya kagum.
Sringgg
Lin Ye menghindari serangan pedang yang di lempar oleh kakak keduanya. Dia menoleh ke kiri dan melihat kakak keduanya sedang berada jauh di sampingnya.
“Kakak kedua, apa kau ingin membunuh ku?!” ucap Lin Ye pada Lin Yi.
“Aku bahkan belum mengeluarkan teknik pedang ku adik kecil” jawab Lin Yi tersenyum mengejek pada Lin Ye.
“Dimana kakak ketiga?” gumam Lin Ye yang tidak melihat keberadaan Lin Yu. Kemudian dia menoleh ke kanan dan BOOOM! Lin Ye terlempar terkena serangan Lin Yu yang tiba-tiba itu.
“Akh... Uhuk uhuk” Lin Ye memuntahkan darah menahan serangan Lin Yu.
Dia terduduk di tanah sembari memegang perut. Lin Ya, Lin Yi dan Lin Yu mengepungnya di atas pohon. Panah Phoenix Lin Ya melesat dengan cepat ke arah Lin Ye.
BOOMM
Ledakan terjadi kala panah Phoenix menghantam sesuatu. Asap mengepul menutup penglihatan mereka bertiga.
“Lin Ye!” gumam Lin Yi yang khawatir pada adik keempat nya itu. Lin Ya dan Lin Yu juga khawatir terhadap kondisi Lin Ye saat ini.
__ADS_1
Asap mulai menghilang, dan mereka bertiga terkejut melihat ke arah Lin Ye berada.
“Lin Ye...” teriak mereka bersamaan.