
Pengawal itu hendak menusuk Lin Ye dengan pedangnya. Lin Ye menunduk dengan santai karena serangan tersebut sangat cacat di matanya.
Dia menunduk lalu menendang perut pengawal itu hingga terdorong beberapa langkah.
“Sialan kau! Rakyat jelata seperti mu berani sekali melawan pengawal ku! Apa kau tidak tahu siapa aku, hah!?” bentak gadis bangsawan.
Lin Ye menghilang dan tiba-tiba muncul di depan gadis bangsawan yang bermulut tajam itu.
“Mulut mu bau sekali nona”
Cetak!
Lin Ye menyentil bibir gadis bangsawan itu dengan keras hingga dia mundur beberapa langkah dan bibirnya berdarah.
Gadis bangsawan itu meringis kesakitan karena bibirnya seperti robek.
Para pengunjung restauran dibuat kagum melihat aksi Lin Ye yang sangat berani menyakiti putri seorang Duke, bangsawan yang berada di posisi kedua di Kerajaan Zhou. Sedangkan pelayan sudah panas dingin karena Lin Ye menyakiti Ye Yue.
Pemilik restauran sekaligus penginapan itu datang dengan tergesa-gesa. Dia menghampiri Lin Ye dengan wajah pucat.
“Tuan, tolong jangan sakiti Nona Ye Yue lagi. Hamba tidak ingin tempat ini di tutup!” ucapnya sopan sembari membungkuk pada Lin Ye.
“Kalau begitu segera serahkan kunci kamarnya, kau tidak mau 'kan aku membunuhnya di sini” ucap Lin Ye tenang.
Pemilik restauran dan penginapan itu mengkode resepsionis agar memberikan kunci pada Lin Ye.
“Ini kuncinya Tuan, mari saya antar menuju lantai tiga.” ucap resepsionis sopan.
__ADS_1
Lin Ye mengangguk lalu mengikuti resepsionis dari belakang. Baru beberapa langkah Lin Ye berjalan, Ye Yue berkata lagi.
“Dasar pengecut! Akan ku pastikan kau mati!” bentak Ye Yue
Lin Ye berbalik lalu menatap tajam Ye Yue. Ye Yue mengepalkan tangannya menahan takut atas tatapan tajam Lin Ye.
Lin Ye menghilang lalu muncul tepat di depan Ye Yue.
Bugh
Lin Ye menonjok wajah Ye Yue hingga dia terpental menabrak dinding restauran lalu pingsan.
Semua pengunjung restauran langsung berdiri melihat Ye Yue yang tak sadarkan diri.
“Sudah ku duga mulut mu bau sekali Nona. Sebaiknya kau bersih kan mulut mu sebelum aku yang membersihkan nya” ucap Lin Ye yang tidak lagi terdengar oleh Ye Yue.
Seseorang segera memeriksa keadaan Ye Yue yang tak sadarkan diri itu sedangkan Lin Ye telah pergi ke lantai tiga.
“Cepat panggilkan tabib untuk nona Ye Yue!” ucapnya pada pengunjung.
“Su Zi, cepat cari pengawal nona Ye Yue dan panggilkan tabib!” titah Chen Li, pemilik tempat kepada bawahannya.
“Baik Tuan!” pelayan itu segera berlari keluar.
Chen Li segera membopong Ye Yue ke kamar di lantai bawah lalu membaringkan nya di sana.
“Bagaimana ini? Bagaimana jika Duke Ye menuntut tempat ini?” gumam Chen Li panik.
__ADS_1
Seorang pria muda masuk ke dalam kamar membuat Chen Li menoleh ke arahnya.
“Siapa kau?” tanya Chen Li pada pria yang terlihat masih berusia belasan tahun.
“Kebetulan saya adalah tabib yang sedang berkunjung ke restauran anda Tuan” ucapnya sopan.
“Baiklah, kalau begitu tolong bantuannya” jawab Chen Li sembari menangkupkan tinjunya pada pria muda.
Hidung mancung Ye Yue patah sehingga hidungnya bengkok ke kanan dan bibirnya sobek menampilkan daging bibir yang terus mengeluarkan darah segar.
Pria muda itu segera memeriksa keadaan Ye Yue lalu dia mengobati bibir atas dan bawah Ye Yue yang sobek.
Pria muda itu merapatkan kembali bibir Ye Yue yang sobek sedangkan dia tidak bisa mengendalikan hidung Ye Yue yang bengkok.
Pria muda itu berdiri setelah selesai melakukan pengobatan pada Ye Yue.
“Bagaimana keadaannya tabib?” tanya Chen Li cemas.
“Nyawanya tidak terancam, hanya saja saya tidak bisa mengobati hidung nya yang patah” jawab pria muda.
“Terimakasih tabib, saya akan membayar atas pengobatan yang tabib berikan.”
“Tidak perlu, saya hanya senang mengobati” tolak pria muda sembari berjalan menuju pintu.
“Kalau boleh tau, siapa nama tabib yang murah hati ini?”
“Yi Lin!” jawab pria muda tersenyum penuh arti.
__ADS_1
~•~