Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 47 -- Mengancam


__ADS_3

Pria bertopeng rubah dan gadis bertopeng kelinci masih terus beradu mulut dan tidak memperdulikan Lan Tian dan Lin Ye.


Hingga pada akhirnya pria bertopeng rubah itu pasrah karena berdebat dengan gadis bertopeng kelinci tidak akan pernah membuahkan hasil dan malah membuang-buang waktu saja.


Pria bertopeng rubah itu menyadari pergerakan dari Lan Tian dan Lin Ye, dia mengulurkan kembali tangannya ke depan dan seketika itu pula Lan Tian tidak bisa bergerak dan panah Lin Ye mengambang di udara.


“Aku akan membiarkan mu menguliti mereka hidup-hidup. Lakukanlah dengan cepat karena ketua sudah menunggu kita” ucap pria bertopeng sembari berlalu.


“Wolf... lepaskan jurus mu itu! Aku tidak butuh bantuan mu!” teriak gadis bertopeng kelinci.


Pria bertopeng rubah itu sudah pergi jauh dari sana dan memperhatikan mereka dari kejauhan. Dia duduk di atas pohon sembari terus mengatur jurusnya pada tubuh Lan Tian dan Lin Ye.


“Apa yang terjadi padaku?” gumam Lin Ye yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Dia melirik Lan Tian berpikir bahwa ini adalah jurusnya, tetapi keadaan Lan Tian juga sama sepertinya tidak bisa bergerak.


“Si*alan kau Wolf... aku tidak akan pernah melupakan penghinaan ini!” geramnya sembari menatap tajam Lan Tian.


“Huuh... kau selalu saja merepotkan ku Rabbit!” gumam pria bertopeng rubah sembari menyandarkan tubuhnya di pohon lalu memejamkan mata, tetapi tangannya masih tetap mengontrol pergerakan Lan Tian dan Lin Ye.

__ADS_1


“Gara-gara kau aku menerima penghinaan dari Wolf si*alan itu!” ucapnya pada Lan Tian. Gadis bertopeng kelinci itu ingin meluapkan kekesalannya pada Lan Tian dan Lin Ye.


Lan Tian masih tetap tenang meskipun dirinya terus menerus memberontak tidak karuan.


“Heeh, seperti nya dia lebih hebat dari mu. Aku merasa sangat terhina jika mati di tangan orang lemah seperti mu” balas Lan Tian memprovokasi.


“Kau sangat cerewet, aku semakin ingin menguliti mu hidup-hidup!” jawab gadis bertopeng kelinci.


“Aku percaya kau bisa menguliti ku hidup-hidup, karena kau adalah seorang pengecut yang berlindung dibalik topeng rubah si*alan itu” ucap Lan Tian menyeringai.


“Kakak, kenapa kakak malah memprovokasi nya” gumam Lin Ye.


Gadis bertopeng kelinci itu semakin naik pitam, tetapi dia juga malu ketika dia harus melawan lawan yang tidak berdaya. Harga dirinya terlalu tinggi hingga tidak menerima bantuan dari siapapun.


“Wolf... jika kau tidak melepaskan mereka, maka aku akan mengadukan semua keburukan mu pada ketua!” teriak gadis bertopeng kelinci.


“Memangnya apa yang aku lakukan?” gumam pria bertopeng rubah tanpa membuka mata.


Gadis bertopeng kelinci melihat Lan Tian dan Lin Ye masih tidak bisa bergerak, itu tandanya pria bertopeng rubah itu tidak mengindahkan perkataannya barusan.

__ADS_1


“Wolf... Jika kau masih tidak melepaskan jurus mu, aku akan memberi tahu pemimpin tentang kau yang sering tidur pada saat melakukan misi, bolos pada saat pertemuan ketua, sering mengintip nona Bear, pergi ke rumah bordil pada saat melakukan misi, menduplikat kunci kamar nona Bear dan kau juga--”


Tranggg


Gadis bertopeng kelinci belum selesai berbicara tetapi Lan Tian segera menyerangnya ketika dia sudah bisa bergerak.


Sedangkan dari kejauhan pria bertopeng rubah itu sedang menggerutu kesal karena gadis bertopeng kelinci mengetahui semua rahasianya.


“Sial, bagaimana bisa dia tau semua rahasia ku?!”


Pada akhirnya dia memutuskan untuk melepaskan jurusnya pada Lan Tian dan tidak dengan Lin Ye.


~


...Terimakasih yang sebesar-besarnya pada pembaca yang tetap setia menunggu novel RPKD....


...Runi udah mikirin alur cerita nyampe ending, tapi sayangnya Runi males ngetik....


...Semoga kalian sehat selalu, Jaga kesehatan ya😉...

__ADS_1



(Pohon Kehidupan Benua Tengah Peninggalan Pangeran Yami)


__ADS_2