Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 40 -- Cepat Sekali


__ADS_3

Mereka hampir tiba di balai hukuman, tetapi seseorang tengah berdiri di sana sembari tersenyum mengejek pada Lan Tian.


“Me-nge--sal--kan!” orang itu menggerakkan bibirnya tanpa suara tetapi Lan Tian bisa membaca gerakan bibirnya.


Orang itu tersenyum mengejek lalu berubah menjadi asap dan menghilang. Lan Tian mengerutkan dahi, pasalnya orang yang mengejeknya adalah Lin Ye yang sedang diseret nya sekarang.


Lan Tian menoleh disambut senyuman mengejek dari Lin Ye.


“Sayang sekali kau tidak bisa menangkap ku” ucap Lin Ye tersenyum mengejek lalu berubah menjadi asap putih.


Angin berhembus menggerakkan rambutnya yang terurai. Dia menutup mata mencari hawa keberadaan Lin Ye menggunakan Qi.


Tak jauh di sana terdapat hutan buatan sekte Lembah Naga, di salah satu pohon terdapat seorang pria sedang tersenyum mengejek kala melihat Lan Tian sedang mencari hawa keberadaannya.


Pria tersebut adalah Lin Ye, dia sengaja tidak menyembunyikan hawa keberadaannya untuk mempermainkan Lan Tian. Dirinya yang sekarang sedang berdiri di atas pohon adalah tubuh asli.


Dari awal Lin Ye membuat bayangannya sendiri menggunakan teknik seribu bayangan, sedangkan tubuh aslinya sedang berada di hutan buatan sekte Lembah naga.


Setelah memberikan senyuman yang sangat menyebalkan itu, Lin Ye melompat dari satu pohon ke pohon lainnya menuju sungai karena dirinya sangat lapar.

__ADS_1


Lan Tian tersenyum samar melihat senyuman mengejek dari Lin Ye, dia merasa Lin Ye adalah orang yang menarik.


'Ini pertama kalinya ada orang yang berani mengejek ku' batin Lan Tian tersenyum samar. Jika ada yang melihat senyuman itu, mereka akan menganggap nya sebagai berkah karena selama ini Lan Tian selalu memasang wajah papan datar.


Perut Lin Ye keroncongan, dia mengusap perutnya untuk menenangkannya.


Di depan sana seseorang tiba-tiba menyerangnya. Lin Ye reflek mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanan untuk menangkis serangan tersebut.


'Cepat sekali!' batin Lin Ye terkejut.


Trang


Trang


Lawannya memasang wajah tenang, gerakannya lincah dan cepat. Jujur saja tidak ada yang bisa membuat Lin Ye kewalahan kecuali ketika melawan ketiga kakaknya, tetapi sekarang berbeda, Lin Ye merasa seperti sedang melawan Lin Ya karena ketenangannya patut diacungi empat jempol.


Trang


Trang

__ADS_1


Sreet


Lin Ye mundur beberapa langkah, dia memegang pipinya yang terkena goresan pedang lawan.


“Kau! Aku tidak punya urusan dengan mu! Sebaiknya kau pergi dari sini!” ucap Lin Ye.


Orang itu menghiraukan perkataan Lin Ye dan malah kembali menyerangnya.


Lin Ye kembali menangkis serangannya. Dia tidak mempunyai kesempatan untuk menyerang karena lawannya terus menyudutkannya.


“Sialan!” Lin Ye melompat dari atas pohon dan dengan cepat memasukkan kembali pedang nya dan digantikan dengan panah.


“Aku tidak punya waktu meladeni mu!” Lin Ye menyalurkan energi Qi pada busurnya tetapi orang itu dengan cepat menotok saluran meridian Lin Ye sehingga Lin Ye tidak bisa menggerakkan tubuhnya serta tidak bisa menggunakan Qi.


Busur yang dipegangnya secara otomatis masuk kembali ke dalam cincin penyimpanannya.


'Orang ini! Sebenarnya siapa dia?! Aku seperti melawan kakak pertama!' batin Lin Ye menggerutu.


Orang itu menarik kerah Lin Ye lalu kembali menyeretnya. Lin Ye di seret dalam posisi duduk sehingga dia merasakan sakit di bokongnya.

__ADS_1


__ADS_2