
Tak lama kemudian Lan Tian datang, pria topeng rubah itu terkejut pada kedatangan Lan Tian.
“Kau, kenapa kau di sini?” tanya pria topeng rubah. Lan Tian tidak menjawab, dia langsung melesat ke arah pria topeng rubah.
Pria topeng rubah pun mundur, pergerakan Lan Tian terhenti oleh benang berwarna ungu.
“Ternyata kau telah membunuh Rabbit. Kemampuan mu lumayan juga” ucap pria topeng rubah. 'Sial... aku kecolongan!' batinnya.
Lin Ye melesat mendekati Lan Tian yang tidak bisa bergerak.
Trang
Lin Ye menahan serangan tiba-tiba dari Lan Tian.
“Adik Lin, pergilah! Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku” ucap Lan Tian.
“Selamat bersenang-bersenang!” ucap pria topeng rubah yang langsung melesat pergi.
“Jangan kabur kau pengecut!” teriak Lin Ye yang tak didengar oleh pria topeng rubah.
Trang
Trang
“Adik Lin, menunduk!” peringat Lan Tian. Lin Ye pun segera menunduk menghindari serangan Lan Tian.
“Quzhujian!” teriak Lin Ye. Muncul api biru dari dalam tubuh Lin Ye yang langsung membakar tubuh Lan Tian.
Api biru tersebut hanya membakar benang yang terlilit pada tubuh Lan Tian.
“Adik Lin, kita harus pergi dari sini!” ucap Lan Tian setelah tubuhnya bisa digerakkan kembali.
__ADS_1
Tubuh mereka dikelilingi api biru yang langsung membakar benang ungu pada tubuh mereka.
Sreettt
”Uhuk... uhuk” Lin Ye memuntahkan darah segar.
“Adik Lin!” ucap Lan Tian panik.
Lan Tian melihat sekeliling dan mendapat pria yang sedang berdiri di atas pohon.
Pedang yang tertancap pada perut Lin Ye memudar, Lin Ye pun tersungkur sembari memegang perutnya yang terus menerus mengeluarkan darah.
Tak lama kemudian tiba-tiba muncul sepuluh pedang di hadapan mereka yang berwarna emas, pedang tersebut terbuat dari eneri Qi.
Lin Ye mencoba bangkit dan menahan perutnya agar tidak mengeluarkan banyak darah.
Pria itu menghilang, kewaspadaan Lan Tian meningkat.
Bugh
Bugh
“Oeeek” Lin Ye kembali memuntahkan darah setelah menabrak pohon.
Pria itu kembali menghilang dan muncul di depan Lin Ye dengan tangan terkepal.
Bugh
Lin Ye bersusah payah menghindari pukulan yang hendak memecahkan kepalanya. Pukulan tersebut mengenai pohon dan pohon tersebut langsung tumbang.
Sepuluh niat pedang muncul dan menyibukkan Lan Tian.
__ADS_1
Lin Ye mengeluarkan panahnya lalu mengalirkan energi Qi pada busurnya.
Sembari menahan sakit, Lin Ye mencoba berdiri. Terbentuk panah dari energi Qi.
Lin Ye mendekatkan busurnya pada wajahnya sembari menatap tajam pria itu, “Huuh... gerakan kedua... Phoenix Split!” ucap Lin Ye dengan napas terengah-engah.
Wussshhhh
Koakkkk
Panah Lin Ye diselimuti api yang berbentuk burung Phoenix, burung Phoenix tersebut membentangkan sayapnya lebar-lebar seolah berkata, “Aku yang terkuat!” lalu melesat ke arah pria itu.
Pria itu dengan tenang mengeluarkan niat pedangnya lalu menyerang phoenix Lin Ye.
Niat pedangnya sibuk mengatasi panah Lin Ye, pria itu kembali menyerang Lin Ye.
Lin Ye mengeluarkan api biru di tangannya dan melempar api biru tersebut pada pria itu.
Api biru yang di lempar Lin Ye membelah diri menjadi lima dan menyerang pria itu. Seolah mempunyai pikiran sendiri, api biru itu menyerang pria itu.
Pria itu hanya menghindar dan tidak melakukan gerakan balasan karena dia tahu, api biru tersebut bukanlah api biasa.
Lin Ye tergopoh-gopoh menjauh dari pria itu sembari memegangi perutnya.
Energinya terkuras setelah mengeluarkan jurus panahnya. Jika dia meminum pil sekarang, bukan tidak mungkin jika pria itu menyerang ketika dia sedang menyerap khasiat pil.
.
.
__ADS_1
.