
Trang
Trang
Pria berjubah hitam itu menangkis pedang tanpa tuan itu. Dia terus berusaha menangkis serangan sembari mempertahankan tubuh Lin Ye di punggungnya.
Pedang itu hendak menusuk Lin Ye tetapi pria itu segera menangkis nya hingga larinya melambat karena tidak bisa fokus.
Karena kecepatan larinya yang menurun itu membuat keempat pedang lainnya menyerang nya bersamaan dengan brutal.
Pria itu beberapa kali mendapati goresan pada tubuhnya, untungnya pedang yang terbuat dari Qi itu tidak dilapisi racun.
Jujur saja pria itu sangat kewalahan menangkis kelima serangan di berbagai arah ditambah harus melindungi seseorang di gendongannya.
Pria itu terus bertarung tanpa jeda, jujur saja melawan pedang tanpa tuan adalah hal yang sia-sia karena pedang tersebut tidak akan pernah berhenti sebelum pemilik nya memerintahkannya berhenti.
Lin Ye merasakan tubuhnya terus berguncang, perlahan-lahan dia membuka mata dan sedikit terkejut kala dia tahu sedang di gendong seseorang yang wajahnya tertutup tudung, tangannya pun berada di leher pria itu.
__ADS_1
Lin Ye melihat pria yang menggendong nya terus bertarung sembari melindunginya. Ketika salah satu pedang hendak menghunus Lin Ye, pria itu segera berbalik dan menangkis serangan tersebut.
Lin Ye tidak mau jadi beban, dengan sisa kekuatan nya api biru muncul dari tangannya dan api tersebut membelah diri menjadi lima.
“Pergilah!” ucap Lin Ye dengan lemah.
Pria itu sedikit terkejut melihat api di depannya namun kembali normal setelah mengetahui api tersebut berasal dari tangan orang di gendongannya.
Setelah mendapat perintah dari Lin Ye, kelima api biru itu langsung menyerang pada masing-masing pedang yang sedang menyerang pria itu.
Kelima pedang itu beralih menyerang api biru di depannya, mereka membelah api tersebut tetapi api tersebut malah menempel padanya.
Pria itu merasa lega karena nyawanya berhasil selamat. Dia bernapas kasar sangking lelahnya.
“Terimakasih senior. Sekarang senior boleh menurunkan junior ini” ucap Lin Ye lirih.
“Rupanya kau telah sadar” jawab pria itu.
__ADS_1
Pria itu menyenderkan tubuh Lin Ye di bawah pohon, sedangkan pria itu duduk di samping nya, dia juga berniat untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pergi ke sekte nya.
“Huuuhhh...huuuhhh...ku pikir aku akan mati” ucap pria itu sembari menyenderkan kepalanya pada pohon.
Sedangkan Lin Ye merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Dengan gerakan lemah tangan Lin Ye seperti menangkap sesuatu lalu tiba-tiba botol kecil yang berisi dua butir pil berada di genggaman nya yang berasal dari cincin penyimpanannya.
Lin Ye segera mengambil satu pil tersebut lalu menelannya kemudian duduk bersila untuk menyerap khasiatnya sedangkan pria itu tidak menyadari tindakan Lin Ye.
Beberapa menit kemudian Lin Ye membuka mata, tubuhnya segar kembali untungnya luka yang diberikan Lin Yi padanya tidak terlalu serius.
“Ini...cepatlah minum agar tujuanmu segera tercapai” ucap Lin Ye.
Lin Ye memberikan satu pil yang tersisa pada pria di sampingnya. Pria itu berpikir sejenak sebelum menelan pil pemberian nya. Ketika pria itu sedang menyerap pil dalam posisi bersila, Lin Ye bangkit lalu beranjak pergi.
“Kau mau kemana?” ucap pria itu tanpa membuka mata.
'Apa dia sudah menyerapnya? Kenapa cepat sekali?' batin Lin Ye keheranan.
__ADS_1
~•~
...Mohon maaf bila alurnya lambat, Runi mau MC-nya kuat dulu, lagian usia 7 tahun masih bocil😶...