Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 12 -- Keluarga Harmonis


__ADS_3

Lin Ye seperti melihat bulu burung gagak berguguran di sekitar tiga sosok agung yang tak lain adalah ketiga kakaknya.


“Aku mencintai kalian, Kakak!” ucap Lin Ye tersenyum hangat pada mereka bertiga.


Mereka bertiga mengalihkan pandangannya pada Lin Ye lalu terkejut melihat senyum Lin Ye bak dewa kehidupan.


“Kenapa tiba-tiba sekali?” ucap Lin Ya tersipu malu.


“Kakak ketiga, Ye'er minta maaf membuat kakak ketiga benjol” ucap Lin Ye dengan sungguh-sungguh.


“Tidak apa-apa, asal jangan mengulanginya lagi” jawab Lin Yu dengan malu.


“Sepertinya adik keempat mulai patuh” ucap Lin Yi mengejek.


“Benar, itu berarti tidak akan ada lagi bocah yang mengganggu kita, hahah” jawab Lin Ya tertawa.


Lin Cheng merasakan kehangatan di hati melihat keempat putranya rukun dan saling melengkapi.


“Ayah sayang kalian!” ucap Lin Cheng memeluk mereka berempat. Lin Ya, Lin Yi, Lin Yu dan Lin Ye tersipu malu mendengar pengakuan ayahnya, sedangkan Ling Shi tersenyum hangat melihat momen harus itu.


~•~


Basis Kultivasi Planet Bintang Merah:


#Ranah Penempaan Tubuh



Ranah penempaan tubuh tahap huang


Ranah penempaan tubuh tahap xuan


Ranah penempaan tubuh tahap Di


Ranah penempaan tubuh tahap Tian


Ranah penempaan tubuh tahap langit



#Kultivasi Ranah Alam



Alam langit


Alam roh


Alam luar jiwa


Alam inti jiwa


Alam utusan dewa



#Kultivasi ranah dewa

__ADS_1



Pendekar suci


Tianzun (utusan dewa)


Saint (orang yang di agungkan)


Immortal (keabadian)


Chaos ancient god (dewa kehancuran)


6.Absolute god (sang Pencipta)



~•~


“Ye'er, apa kau seorang kultivator?” tanya Lin Yu.


“Ini adalah buku khusus kultivator” jawab Lin Ye.


“Kalau begitu kenapa aku tidak bisa melihat basis kultivasi mu?” tanya Lin Yi.


“Itu karena Ye'er menyembunyikannya” jawab Lin Ye.


“Oh, coba kau perlihatkan pada kakak basis kultivasi mu!” ucap Lin Ya.


“Apa hadiahnya?” tanya Lin Ye.


“Kakak kedua?” tanya Lin Ye pada Lin Yi.


“Kakak akan mengajari teknik kesadaran pedang padamu” jawab Lin Yi tanpa ragu.


“Kakak ketiga?” tanya Lin Ye.


“Sama seperti kakak pertama dan kakak kedua, kakak akan mengajari teknik tombak padamu” jawab Lin Yu tanpa ragu.


“Kalau ayah?” tanya Lin Ye sembari membalikkan badan.


“Ayah akan memberikan apapun yang kau mau” jawab Lin Cheng tanpa ragu.


“Hmm, aku ingin jadi kaisar” jawab Lin Ye.


“Kalau itu bicarakan pada Ya'er” jawab Lin Cheng menatap Lin Ya, karena Lin Ya adalah putra pertama yang berhak menjadi kaisar selanjutnya.


“Aku tidak masalah” jawab Lin Ya tanpa ragu.


“Ayah, aku ingin jadi kaisar di Kekaisaran ku” ucap Lin Ye polos.


“Apa?!” ucap mereka bersamaan.


“Hahah, itu bisa kita bicarakan nanti.” ucap Lin Cheng.


“Baiklah” jawab Lin Ye.


Lin Ye membuka segel pada dantiannya, aura terpancar dari tubuhnya dan memperlihatkan basis kultivasi nya.

__ADS_1


“Apa? Ranah penempaan tubuh tahap Tian?” ucap mereka terkejut bersamaan.


“Ye'er, kau adalah jenius yang melampaui kami semua. Tidak ada yang bisa mencapai Ranah Penempaan Tubuh Tahap Tian di umur tiga tahun!” ucap Lin Ya terkejut.


“Iya, bahkan kau menyamai basis kultivasi ku!” ucap Lin Yu.


Mereka mengobrol bersama yang di dengarkan oleh Lin Cheng. Lin Ye memberitahu kelemahan Lin Yi dan Lin Yu serta metode yang cocok untuk mereka berdua. Setelah itu mereka pergi ke tempat khusus latihan untuk mencoba saran dari Lin Ye.


~•~


#Informasi




Lin Ya ➡ 10 tahun ➡ Ranah Penempaan Tubuh Tahap Langit




Lin Yi ➡ 10 tahun ➡ Ranah Penempaan Tubuh Tahap Langit




Lin Yu ➡ 8 tahun ➡ Ranah Penempaan Tubuh Tahap Tian




Lin Ye ➡ 3 tahun ➡ Ranah Penempaan Tubuh Tahap Tian




~•~


Di malam hari Lin Ye tidak bisa tidur, seisi istana menjadi sepi dan hanya tersisa prajurit yang berjaga. Lin Ye membuka pintu balkon dan menatap ke bawahnya.


“Istana ini kenapa tinggi sekali?” tanya Lin Ye sembari melihat ke bawah.


Lin Ye masuk kembali ke dalam kamar dan mengobrak-abrik seisi lemari untuk membuat tali.


“Meskipun basis kultivasi ku sama dengan kakak ketiga, tapi aku tidak punya pengalaman sepertinya” ucap Lin Ye yang menyadari kelemahannya sendiri.


“Jika aku loncat dari sini, bisa-bisa tulang ku patah!” lanjutnya.


Srettt


Lin Ye melempar tali yang terbuat dari ikatan beberapa sprei ke bawah balkon.


“Oke sip!”

__ADS_1


__ADS_2