Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 43 -- Panik


__ADS_3

Fang Wang cukup tersentak melihat lima botol bening berisi banyak pil dengan warna yang berbeda di setiap botolnya. Dilihat dari warnanya, kelima botol itu menyimpan pil dengan khasiat berbeda.


“Junior Lin, kau seorang alkemis?” tebak Fang Wang. Lin Ye tersenyum sebagai jawaban.


“Aku belum pernah melihat pil-pil ini, apa ini pil racikan mu?”


“Benar senior, jika senior meminum pil warna kuning maka senior bisa menyerap Qi tiga kali lipat lebih banyak dan cepat.


Pil warna hijau bisa menetralisir segala macam jenis racun. Pil warna merah berkhasiat menajamkan indra penglihatan, pendengaran dan penglihatan. Jaraknya bisa sampai 500 meter dan bertahan selama 8 jam.


Pil warna biru membantu memperbaiki dantian yang cacat dan pil terakhir warna ungu bisa membenarkan posisi meridian” ucap Lin Ye panjang lebar.


“Tidak ada alkemis yang sehebat dirimu” puji Fang Wang.


“Senior, tunjukkan cincin penyimpanan mu”


Fang Wang menurut, dia menunjukkan cincin penyimpanan nya di jari manis.


Lin Ye mentransfer sebuah kotak seperti harta karun ke dalam cincin penyimpanan Fang Wang. Di dalamnya terdapat lima botol pil roh yang masing-masing berisi lima butir.


“Apa yang kau transfer junior Lin?” tanya Fang Wang penasaran.

__ADS_1


“Maaf senior, apa senior bisa jongkok? Aku tidak bisa menggapainya--”


Fang Wang berjongkok menuruti permintaan Lin Ye. Lin Ye menempelkan jari telunjuknya pada kening Fang Wang dan seketika itu pula informasi tentang khasiat pil roh yang diberikan Lin Ye memenuhi pikiran Fang Wang.


“Junior Lin...ini...!” Fang Wang tidak tahu harus berkata apa.


“Aku tidak mau oranglain mengetahui tentang pil ini, aku takut senior Fang akan jadi incaran orang-orang serakah” ucap Lin Ye tersenyum.


“Terimakasih junior Lin! Tidak, maksud ku Terimakasih master Lin!” ucap Fang Wang hormat. Lin Ye mengangguk sebagai jawaban.


“Master, bisakah master sedikit lebih lama di sini? Kerajaan Zhou sudah di gulingkan dan Pangeran Zhou Jiao menghilang.


“Saya mohon master”


“Baiklah, aku akan tinggal di pagoda sebelas”


“Terimakasih Master” Fang Wang merasa lega karena bisa sedikit melindungi Lin Ye.


“Master, apa master membutuhkan sesuatu yang lain?” tanya Fang Wang.


“Tidak, kau pergilah. Sepertinya kau masih punya urusan”

__ADS_1


“Kalau begitu junior pamit” Fang Wang berjalan meninggalkan Lin Ye, sedangkan Lin Ye melesat ke hutan buatan sekte Lembah Naga.


Setelah sampai di sana, Lin Ye berjalan menuju sungai lalu tiba-tiba api biru muncul dari dalam dirinya.


“Tuan, dia masih berada di ibukota, tetapi dia mengirim pasukan mayat hidup ke sekte ini. Tuan harus segera pergi dari sini!” ucap Quzhujian panik.


“Apa?!” Lin Ye terkejut mendengar informasi dari temannya itu.


Tak lama kemudian muncul api biru yang sedang melayang turun lalu menyatu dengan tubuh aslinya.


“Ada apa?” tanya Lin Ye penasaran melihat klon api birunya kembali.


“Tuan, dia menyadari kehadiran ku. Sepertinya sejak awal dia pura-pura tidak mengetahui sedang dimata-matai.” Quzhujian melayang kesana kemari menandakan bahwa dirinya sedang panik.


“Kau, berhentilah mondar-mandir! Kau membuat kepalaku semakin pusing!” bentak Lin Ye. Quzhujian pun berhenti lalu melayang di samping Lin Ye.


Lin Ye termenung memikirkan cara agar sekte Lembah Naga tidak hancur. Tidak! Sepertinya dia salah, Lin Ye sama sekali tidak peduli nasib sekte Lembah Naga, dia hanya peduli nasib Fang Wang dan Lan Tian saudara barunya.


“Quzhujian, carilah keberadaan Zhou Jiao sekarang! Aku yakin dia belum mati.” titah Lin Ye.


Quzhujian pun kembali membuat klon lalu klon tersebut menghilang mencari keberadaan Zhou Jiao.

__ADS_1


__ADS_2