
Lin Yi terpental jauh menabrak beberapa bangunan dan dia berhenti di bangunan ke lima, dia tidak tahu siapa yang telah menendangnya hingga terpental jauh.
“Aaa, siapa itu?”
“Penyerangan!”
“Uhuk Uhuk...” Lin Ye memuntahkan seteguk darah sembari memegang perutnya yang terasa sakit.
Orang-orang berhamburan pergi meninggalkan bangunan yang telah ditabrak Lin Yi. Lin Yi menatap lekat penginapan serigala putih nampak seorang berjubah hitam menatap nya di sana.
Orang-orang di lantai tiga penginapan serigala putih berhamburan keluar kamar melihat keadaan.
“Ada apa ini?”
“Siapa kau?”
“Sialan kau mengganggu tidur ku!”
Orang berjubah hitam itu tidak mendengarkan gerutuan orang-orang di belakangnya.
“Berisik” ucapannya dingin tanpa menoleh sedikitpun. Tatapan matanya terus tertuju pada Lin Yi.
Srettt
Srettt
Srettt
__ADS_1
Satu kedipan mata kepala mereka terlepas begitu saja tanpa tahu penyebabnya.
Pemilik penginapan serigala putih datang dan terdiam melihat banyak mayat di lantai. Meskipun dia adalah seorang kultivator, tetapi dia tidak bodoh untuk menyerang seorang pria berjubah hitam di depannya.
“Pergilah” ucap pria berjubah hitam.
Tanpa menjawab pemilik penginapan serigala putih langsung pergi.
Pria berjubah itu melirik Lin Ye yang tak sadarkan diri lalu kembali menatap Lin Yi.
Lin Yi belum bergerak, tak lama kemudian seseorang datang lalu memberi hormat padanya.
“Ketua, semua sudah siap!” ucapnya penuh hormat.
“Jalankan rencananya,” balas Lin Yi dingin lalu dia menghilang.
Trang
Trang
Suara pedang Lin Yi dan pria jubah hitam itu terus beradu. Gerakan mereka begitu cepat dan hanya terlihat seperti udara saja.
Pria jubah hitam itu menganyunkan pedang ke depan tetapi Lin Yi dengan sigap berputar lalu menendang tangan pria baju hitam itu yang sedang memegang pedang.
Krak
Tendangan Lin Yi memberikan sedikit retakan pada tulang tangan pria berjubah hitam. Pedang di tangan pria berjubah hitam itu tiba-tiba terjatuh akibat tendangan Lin Yi pada tangannya. Dia langsung mundur beberapa langkah tetapi Lin Yi tidak memberikannya jeda sedikit pun.
__ADS_1
“Aku tidak tahu orang bodoh mana yang berani menyerang ku, yang pasti dia akan mati!” ucap Lin Yi sembari terus menyerang.
Pria berjubah hitam itu terus menghindari serangan Lin Yi yang brutal. Teknik berpedang nya begitu berantakan tetapi anehnya setiap gerakan Lin Yi sangatlah berbahaya.
Pria berjubah hitam itu berusaha mengambil kembali pedangnya yang sempat terlepas, tetapi Lin Yi terus menyerang nya tanpa jeda.
Sringgg
Pedang Lin Yi mengayun ke atas dan pria berjubah hitam segera mundur agar kepalanya tidak ditebas.
'Gawat!' batin pria berjubah hitam panik kala Lin Yi terus menyerang. Dia sesekali melirik pedangnya memastikan keberadaan nya.
Pria berjubah hitam itu menarik napas pelan lalu menghindari serangan Lin Yi sekaligus melesat mengambil kembali pedangnya yang tergeletak di tanah setelah itu di melompat ke atap bangunan.
Lin Yi berada di atap bangunan berbeda dengan pria berjubah hitam, mereka saling menatap satu sama lain.
Terdengar suara ledakan di empat arah angin ibukota kerajaan Zhou. Suasana yang begitu tenang berubah riuh dengan teriakan orang-orang.
Pria berjubah hitam mengedarkan pandangannya dengan Qi tanpa mengalihkan pandangan pada Lin Yi. Dia tersentak kala melihat api yang mengelilingi ibukota dan kehancuran yang sedikit demi sedikit terlihat.
Lin Yi nampak tenang dengan aura intimidasi nya, tetapi pria berjubah hitam yakin bahwa orang di depannya yang telah melakukan ini.
.
.
.
__ADS_1