
Sreet
Lin Ye menoleh ke belakang dan mendapati Lan Tian sedang berdiri di atas pohon menatapnya. Quzhujian segera masuk ke dalam tubuh Lin Ye karena tidak mau keberadaan nya diketahui orang lain.
“Lin Ye” ucapnya sembari melompat turun.
“Kakak sudah lama?” tanya Lin Ye memastikan.
“Aku baru saja datang” jawab Lan Tian dengan wajah tenangnya. Lin Ye membuang napas lega karena takut jika Lan Tian mendengarkan semua percakapannya.
“Kau sedang apa?” tanya Lan Tian.
“Aku hanya mencari angin”
Lan Tian memperhatikan wajah Lin Ye mencari kebenaran di sana.
'Aku harus memikirkan cara agar membawa Lan Tian pergi dari sini' batin Lin Ye.
“Kakak sendiri sedang apa di sini?” tanyanya pada Lan Tian.
“Aku mencari mu”
“Mencari ku? Ada apa?”
__ADS_1
“Aku berniat mengajakmu pergi ke ibukota untuk memastikan keadaan di sana” ucapnya datar.
“Memangnya ada apa?” tanya Lin Ye penasaran.
“Kau tau, pembunuh kalajengking merah selalu menghancurkan semua sekte pada kerajaan yang berhasil mereka gulingkan. Sepertinya sekte Lembah Naga tidak akan lama lagi” ucap Lan Tian menjelaskan.
“Jadi ini bukan pertama kali mereka menghancurkan kerajaan?” tanya Lin Ye terkejut.
“Iya, bisa dibilang ini adalah yang keempat kalinya mereka menghancurkan kerajaan. Jadi sekarang semua kerajaan dan Kekaisaran di benua barat berusaha memperkokoh pertahanan mereka. Tapi entah bagaimana caranya mereka selalu berhasil menyelinap” ucap Lan Tian panjang lebar.
“Sebaiknya kita pergi sekarang, kakak akan menceritakan semuanya padamu di perjalanan”
Lin Ye mengangguk lalu mereka melesat pergi. Semua murid sekte Lembah naga sedang bersiap-siap menyambut serangan dadakan dari musuh.
Keadaan berubah tegang karena berita hancurnya ibukota telah tersebar dan pastinya sasaran selanjutnya adalah semua sekte yang ada di kerajaan Zhou.
“Kenapa mereka tidak meminta bantuan ke kerajaan lain?” tanya Lin Ye.
“Sebelum menggulingkan kerajaan, mereka menjaga perbatasan agar tidak ada yang keluar meminta bantuan” jawab Lan Tian sembari terus berlari.
“Cerdas sekali” ucap Lin Ye.
'Sepertinya mereka mempunyai ahli strategi yang sangat hebat' batin Lin Ye.
__ADS_1
“Kira-kira siapa pemimpin dari kelompok hebat ini kak?”
“Entahlah, tapi aku punya jawaban ku sendiri”
“Hmm?”
“Pemimpin kelompok pembunuh kalajengking merah mempunyai niat pedang yang tinggi,” Lan Tian menjeda ucapannya lalu menoleh pada Lin Ye.
“Ada apa?” tanya Lin Ye menyadari tatapan Lan Tian.
“Apa kau tau siapa yang mempunyai niat pedang sebesar itu di benua barat?” tanya Lan Tian dibalas gelengan kepala oleh Lin Ye.
“Seharusnya kau tahu, karena satu-satunya orang yang mempunyai niat pedang sebesar itu berasal dari Kekaisaran Lin”
Seketika Lin Ye membola, satu-satunya yang terlintas dipikirannya adalah Lin Yi, kakak keduanya.
“Maksud mu Pangeran kedua?” tanya Lin Ye memastikan.
“Ya, karena itulah dia dijuluki Dewa Pedang. Kemampuan niat pedang nya tidak perlu diragukan”
“Kenapa kakak berpikir dia yang jadi dalang dari kehancuran tiap kerajaan?” tanya Lin Ye sembari melompat.
“Kelompok itu dibangun tujuh tahun yang lalu, dan pada saat itu pula Pangeran Kedua Kekaisaran Lin diculik. Sepertinya keluarga kerajaan Kekaisaran Lin menutup fakta yang sebenarnya. Aku berspekulasi bahwa Pangeran Lin yang telah membunuh kedua orangtuanya lalu dia pergi begitu saja”
__ADS_1
Tenggorokan Lin Ye terasa tercekat mendengar penjelasan Lan Tian. Sepertinya bukan hanya Lan Tian yang berpikir demikian, pastinya kerajaan lain mempunyai pikiran yang sama terhadap Lan Tian, hanya saja mereka tidak mempunyai bukti bahwa Lin Yi lah yang menjadi dalang penghancuran kerajaan.
Jika mereka telah mempunyai bukti yang kuat, tidak menutup kemungkinan jika seluruh kerajaan di benua barat akan menghancurkan Kekaisaran Lin karena ulah yang disebabkan Lin Yi, selaku Pangeran.