Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 48 -- Bertanya


__ADS_3

...Ayo baca novel terbaru Runi yang berjudul N....


Sinopsis:


Helios mengorbankan diri untuk pergi ke dimensi lain agar dimensinya tidak hancur oleh portal lintasan dimensi yang dibuka oleh kakak iparnya.


Di dimensi lain dia diangkat menjadi putra pembisnis kaya dan diberi nama Nizar Fernando, tetapi dia tidak suka jika namanya dipanggil oleh orang yang tidak percayai nya sehingga orang-orang wajib memanggilnya dengan nama N.


.


.


Lanjutan RPKD


Lin Ye masih dalam posisinya di atas pohon, dia sama sekali tidak bisa bergerak. Sedangkan Lan Tian terus menyerang gadis topeng kelinci tanpa henti.


“Akan kupastikan kau mati di tangan ku!” tegas gadih topeng kelinci sembari menghubungkan pedangnya ke depan.


Lan Tian melakukan gerakan backflip guna menghindari serangan gadis topeng kelinci. Setelah itu Lan Tian berniat menusuk paha gadis topeng kelinci, tetapi gerakannya kembali terhenti setiap dia akan menyerang.


Lan Tian tahu orang yang menganggu pertarungannya sejak tadi adalah pria topeng rubah yang tidak diketahui keberadaannya. Setiap kali dia akan melakukan serangan balasan pada gadis topeng rubah, tubuhnya tiba-tiba saja tidak bisa digerakkan sehingga dia menerima beberapa serangan dari gadis topeng kelinci sedangkan Lan Tian terus dalam posisi bertahan.


Lin Ye merasakan kesulitan yang dihadapi Lan Tian, tetapi dia masih mengamati pertarungan tersebut dan mencari cara agar melepaskan diri dari jurus topeng rubah.

__ADS_1


Ketika gerakan Lan Tian berhenti, Lin Ye melihat benang tipis transparan yang terkena sinar matahari.


'Benang... jadi dia ahli benang? Kenapa dia tidak jadi penjahit saja!' batin Lin Ye.


“Topeng rubah itu... dia lebih hebat dari topeng kelinci!” gumam Lin Ye.


Lin Ye mengalirkan energi panas ke-seluruh tubuhnya dan terbentuk lingkaran kecil api di pergelangan tangannya. Itu seperti apinya sedang membakar benang yang melilit tubuhnya.


Setelah api Lin Ye membakar benang pada tubuhnya, muncul benang baru yang mengakibatkan Lin Ye kembali tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


“Ohhh... jadi dia punya energi api” gumam topeng rubah sembari menyeringai.


Melihat dirinya yang kembali tidak bisa bergerak, Lin Ye terus mengalirkan energi panasnya sembari melesat ke arah topeng kelinci.


Batas waktu yang diberikan pil buatannya itu tersisa 3 jam sehingga dia harus segera membunuh topeng rubah itu agar Lan Tian tidak kesulitan.


Lin Ye melontarkan panah pada topeng rubah itu, tetapi panah tersebut mengambang di udara.


'Sial!' umpat Lin Ye dalam hati. Dia pun mengganti busurnya dengan pedang.


'Andai saja aku bisa menggunakan niat pedang, niat panah, dan niat tombak. Mungkin kau sekarang hanyalah semut bagiku' batin Lin Ye menggerutu.


Topeng rubah itu menanti kedatangan Lin Ye dengan senyuman, dia melihat tubuh Lin Ye dipenuhi api kecil yang sedang membakar benang nya.

__ADS_1


“Halo...!” sapa pria topeng rubah datar.


Tanpa basa-basi Lin Ye langsung menyerang pria topeng rubah itu.


Pria topeng rubah itu menyeringai di balik topeng nya, benangnya berubah menjadi biru sehingga api Lin Ye membutuhkan waktu untuk membakar benang tersebut.


Lin Ye berhenti beberapa detik kemudian kembali menyerang pria topeng rubah itu. Pria topeng rubah itu masih tenang di posisinya.


Melihat benang birunya masih bisa dibakar oleh api Lin Ye, pria topeng rubah itu mengubah warna benang nya lagi menjadi ungu dan tiba-tiba Lin Ye berhenti bergerak.


Pria topeng rubah itu berdiri tak jauh dari pohon Lin Ye berpijak. Dia mengamati raut wajah Lin Ye yang menahan marah membuat dirinya tersenyum bahagia.


“Kau tidak perlu semarah itu... ” ucap pria topeng rubah membuka suara.


Lin Ye mengatur napasnya mencoba tetap tenang.


“Aku ingin bertanya padamu” jawab Lin Ye.


“Hmm...?” topeng rubah keheranan.


“Apa pemimpin mu adalah Lin Yi?” tanya Lin Ye yang sudah tenang.


“Untuk apa aku harus menjawab pertanyaan orang yang akan mati?” tanya topeng rubah mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


“Aku mohon, jawab saja pertanyaan ku” jawab Lin Ye. Pria topeng rubah itu memperhatikan wajah Lin Ye yang serius.


“Bertanyalah pada orang lain, semua orang tau nama pemimpin kami” jawab pria topeng rubah. Lin Ye mengerutkan dahi mendengar jawaban topeng rubah dihadapannya.


__ADS_2