Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 22 -- Dunia Bawah


__ADS_3

Lin Ye menyadari niat membunuh dari seorang warga dan dia berpikir itu adalah pembunuh bayaran yang sedang menyamar.


Busur di tangannya telah di ganti menjadi pedang sejak tadi untuk menyambut pembunuh yang sedang menyamar itu.


“Matilah!” ucap pembunuh bayaran sembari menyerang Zhou Wang.


Sringg.


Pedang yang tinggal beberapa senti menusuk jantung Zhou Wang di tangkis dengan cepat oleh Lin Ye.


Zhou Wang terdiam melihat ujung pedang yang hampir membunuhnya itu.


Sembilan pembunuh bayaran yang tersisa langsung turun dari genting lalu menyerang pengawal. Zhou Jiao ikut menyerang bersama pengawal sedangkan Zhou Wang dilindungi Lin Ye.


“Akhirnya kau keluar juga!” ucap Lin Ye tersenyum.


Pembunuh bayaran yang menyamar itu terkejut karena penyamaran nya telah diketahui sebelumnya.


Lin Ye menginjak kaki pembunuh itu lalu dia menendang masa depannya sehingga pembunuh bayaran itu meringis kesakitan sembari memegang masa depannya.


Pembunuh bayaran itu mundur beberapa langkah menghindari serangan lanjutan Lin Ye.

__ADS_1


Lin Ye segera mengganti pedangnya dengan busur dan melontarkan panahnya pada pembunuh bayaran itu.


Pembunuh bayaran itu segera menangkis panah Lin Ye, tetapi tangan kanannya terkena goresan panahnya. Setelah itu Lin Ye memasukkan kembali busurnya pada cincin.


Pembunuh bayaran itu kebingungan melihat Lin Ye yang menghilangkan busurnya, dia hendak menyerang tetapi sekujur tubuhnya terasa sangat gatal.


“Gatal... Gatal” pembunuh bayaran itu menggaruk tubuhnya yang gatal semua.


“Haha, sayang sekali panah ku mengandung racun” Lin Ye tertawa mengejek.


“Sialan kau!” pembunuh bayaran itu hendak menyerang tetapi semakin dia bergerak rasa gatalnya semakin menjadi.


“Sebaiknya kau jangan banyak bergerak” nasihat Lin Ye.


Pembunuh bayaran itu segera mengeluarkan botol kecil dan langsung meminumnya nya.


“Sialan!” Lin Ye hendak mencegah tetapi sudah terlambat, pembunuh bayaran itu langsung mati setelah meminum racun di dalam botol.


Sembilan pembunuh bayaran yang lain juga segera meminum racun seperti pembunuh bayaran yang menyamar sampai akhirnya tidak ada yang hidup diantara mereka.


Lin Ye hanya menghela napas melihat pembunuh bayaran yang lebih memilih mati daripada membocorkan informasi.

__ADS_1


“Sebaiknya kita segera masuk ke dalam” ucap Zhou Wang. Zhou Jiao dan Lin Ye mengangguk setuju.


~•~


Aura di dalam dunia bawah terasa mencekam. Langitnya berwarna hijau dan tumbuhan yang ukurannya tidak normal.


Zhou Wang dan para pengawal nya langsung berjalan menuju gua yang tak jauh di sana, di dalam gua tersebut terdapat kolam suci.


Lin Ye berjalan ke arah berbeda dari Zhou Wang. Dia berniat mencari sesuatu yang berharga di sana. Zhou Jiao mengikuti Lin Ye dari belakang.


“Kenapa kau malah mengikuti ku?” ucap Lin Ye.


“Aku belum pernah menjelajahi dunia bawah meskipun aku sering ke sini, tapi aku hanya berendam di kolam suci bersama ayahku” jawab Zhou Jiao.


Lin Ye tidak menjawab dan membiarkan Zhou Jiao mengikutinya.


“Berapa lama portal dunia bawah tertutup?” tanya Lin Ye sembari menyingkirkan tanaman untuknya lewat.


“Setelah tiga hari, kita akan dikeluarkan dengan paksa dari sini” jawab Zhou Jiao sembari memperhatikan sekelilingnya.


Mereka terus masuk ke dalam sembari membabat tanaman menggunakan pedang. Suara burung dan hewan menggema di atas mereka.

__ADS_1


“Pangeran, sebagai seorang Pangeran kau tidak boleh begitu saja percaya pada orang lain, termasuk aku” ucap Lin Ye.


“Haha, memangnya kenapa jika aku mempercayai mu?” ledek Zhou Jiao.


__ADS_2