
Lin Ye memperhatikan sepuluh orang kultivator dihadapannya. Dia bisa melihat dengan jelas kekurangan para setiap kultivator tersebut, apalagi mereka sedikit kelelahan karena bertarung hidup dan mati tadi.
“Hiatttt!” tanpa berkata-kata lagi mereka menyerang Lin Ye dan Zhou Jiao bersamaan.
Sring
Srang
Bunyi pedang beradu menggema seisi gua.
Zhou Jiao menahan serangan dari lima orang kultivator, dia tampak dalam posisi bertahan.
Ketika Zhou Jiao hendak menyerang tetapi kultivator yang lainnya akan menyerangnya di segala sisi. Zhou Jiao cukup kewalahan menghadapi lima kultivator tersebut, dilirik nya Lin Ye sedang melompat-lompat ke sana-kemari menghindari serangan seperti bermain karet.
Zhou Jiao mengerutkan keningnya melihat Lin Ye yang sangat santai melawan lima kultivator yang tersisa.
“Perhatikan lawan mu saat sedang bertarung!” ucap Lin Ye pada Zhou Jiao yang dari tadi malah memperhatikannya.
Zhou Jiao tersenyum simpul karena Lin Ye menyadari tatapannya.
“Hiattt!” ucap kultivator dari belakang Zhou Jiao menyerang.
Zhou Jiao hendak menghindar tetapi sesamanya menghalangi jalan kaburnya sehingga Zhou Jiao tertusuk pedang yang menembus hingga perutnya.
“Akkh...uhuk uhuk” Zhou Jiao memuntahkan darah.
__ADS_1
Pedang yang tertancap segera ditarik kembali oleh kultivator tersebut. Zhou Jiao berlutut sembari memegang perutnya yang terus menerus mengeluarkan darah.
Lin Ye terkejut melihat Zhou Jiao terluka dan dikepung oleh lima kultivator yang hendak memenggalnya dengan pedang.
“Sial!” Lin Ye berhenti bermain-main lalu dia melompat dengan senjata yang sudah digantinya menjadi busur.
Sreeeet
Sreeeet
Sreeeet
Lima panah berhasil Lin Ye lontarkan pada lima kultivator yang hendak memenggal kepala Zhou Jiao.
Lin Ye telah mengganti senjatanya kembali menjadi pedang, kini dia bersiap menghajar lima kultivator yang mengelilinginya.
“Kaki!” ucap Lin Ye sembari menebas kaki kultivator pertama.
“Siku!” Lin Ye menendang siku kultivator kedua.
“Kepala!” Lin Ye segera memenggal kepala kultivator ketiga.
“Jari!” Lin Ye menancapkan pedangnya ke jempol kaki kiri kultivator keempat lalu dengan cepat ditariknya kembali.
“Dan terakhir...” ucap Lin Ye sembari berputar di tubuh kultivator yang ditusuk jarinya sebagai tameng.
__ADS_1
“Masa depan!” Lin Ye menendang masa depan kultivator terakhir lalu membunuhnya.
Dua kultivator yang Lin Ye hadapi mati terkapar di tanah dan tiga yang tersisa terluka berat. Tiga kultivator yang terluka berat segera Lin Ye bunuh agar tidak menjadi pengacau.
“Sialan kau! Berani sekali membunuh rekan kami!” umpatnya.
“Aku akan menguliti mu hidup-hidup bocah!” umpat yang lain.
“Haha, seharusnya kalian berterimakasih padaku karena saingan kalian berkurang. Tapi kalian tenang saja, karena sebentar lagi kalian akan menyusul mereka” ucap Lin Ye dengan nada mengejek.
Setelah itu lima kultivator yang mengepung Zhou Jiao beralih pada Lin Ye.
Lin Ye berlari ke arah mereka dengan senjata yang telah digantinya menjadi tombak.
'Kebetulan sekali aku dapat kelinci percobaan. Aku akan mengasah teknik tombak ku!' batin Lin Ye.
Lima kultivator yang tersisa menyerang Lin Ye secara bersamaan. Lin Ye segera memutar tombaknya dengan cepat seperti baling-baling lalu mematahkan semua pedang yang dipegang kultivator menjadi dua.
Lima kultivator itu terkejut melihat pedangnya patah dengan begitu mudahnya. Lin Ye tidak menyia-nyiakan keterkejutan lima kultivator tersebut, dia segera menusuk jantung mereka satu per satu dengan gerakan yang sangat cepat hingga tidak disadari oleh kelimanya.
“Ti... dak... mung... kin!” ucapnya lalu mati.
~•~
Hari ini satu dulu deh. Semoga bahagia selalu🤗
__ADS_1