
Di Alam Dewa.
Xiao Bai berkeringat dingin melihat Lin Ye yang terluka parah di cermin. Selama ini dia selalu mengawasi gerak-gerik Lin Ye dari cermin tersebut.
Melihat energi kehidupan Lin Ye yang semakin melemah, Xiao Bai melesat pergi mencari keberadaan Yama.
Yama sedang memperhatikan para tentara dewa yang sedang berlatih. Sesekali dia menguji kemampuan para tentaranya.
Xiao Bai muncul lalu memberi hormat pada Yama.
“Salam yang mulia Kaisar Dewa!” ucap Xiao Bai.
Yama menoleh setelah mendengar penghormatan dari Xiao Bai.
“Ada apa?” tanya Yama.
Yama sebenarnya tahu tujuan kedatangan Xiao Bai, karena hati dan pikiran para dewa terhubung padanya sehingga dia dapat mengetahui isi hati dan pikiran mereka, tetapi Yama tetap menanyakan tujuan mereka sebagai bentuk penghargaan.
“Yang Mulia, energi kehidupan Pangeran Yami melemah. Hamba meminta izin Yang Mulia untuk membantu Pangeran Yami!” ucap Xiao Bai.
Yama hanya menghela napas pelan, bawahannya itu selalu memperhatikan putranya, padahal Yama adalah ayahnya. CMIIW:V
__ADS_1
“Biarkan saja” jawab Yama lalu mengalihkan kembali perhatiannya pada tentara dewa yang sedang berlatih.
“Kaisar, hamba mohon... izinkan hamba membantu Pangeran!” ucap Xiao Bai. Hatinya tidak tenang memikirkan Lin Ye. Jika dibiarkan terlalu lama, reinkarnasi Yami akan mati.
Yama tidak memperdulikan permohonan Xiao Bai, meskipun dia juga merasa khawatir pada keadaan reinkarnasi putranya itu, tetapi Yama yakin Lin Ye tidak selemah itu, karena dia adalah reinkarnasi putranya, Yami.
“Xiao Bai... pergilah jika tidak ada urusan lain” usir Yama.
“Kaisar, hamba mohon... sekali ini saja. Izinkan hamba membantu Pangeran Yami” ucap Xiao Bai yang masih tetap pada pendiriannya.
“Baiklah, tapi sebelum itu kalahkan mereka terlebih dahulu!” ucap Yama. Xiao Bai pun langsung menatap para tentara dewa dengan tatapan penuh tekad.
“Gong Fei, beritahu mereka semua untuk melawan Xiao Bai dengan niat membunuh” ucap Yama.
“Perhatian, hari ini kalian akan melawan tetua Xiao Bai dengan niat membunuh!” ucap Gong Fei dengan lantang. Sedangkan tentara yang berada di belakang diberi perintah melalui telepati sehingga semua tentara itu mendengar perintahnya.
Di sana terdapat sepuluh ribu tentara yang sedang berlatih. Xiao Bai harus bisa mengalahkan mereka semua jika ingin pergi membantu Lin Ye.
Xiao Bai menghilang lalu muncul di tengah-tengah mereka. Dalam satu kedipan mata, mereka berpindah tempat ke tempat yang serba putih untuk menghindari kerusakan.
Para tentara menatap Xiao Bai dengan tatapan tajam, niat membunuh merembes dari mereka semua.
__ADS_1
Lima orang tentara yang terkenal sebagai ahli strategi mundur ke belakang dan langsung di lindungi oleh tentara lainnya.
Bagaimana pun juga Xiao Bai bukanlah dewa recehan yang mudah di kalahkan. Para tentara itu di latih tetap waspada terhadap lawan dan lindungi ahli strategi. Bagaimana pun juga mereka membutuhkan seorang yang berotak besar untuk setiap serangan kelompok mereka.
“Aku tidak punya waktu untuk bermain-main dengan kalian!” ucap Xiao Bai yang memang ingin segera menyelamatkan Lin Ye.
Tornado muncul yang menjadikan Xiao Bai sebagai pusatnya. Gemuruh tercipta disertai kilatan petir.
Tentara yang berada tak jauh dari Xiao Bai terhempas.
“F-5!” gumam salah satu tentara ahli strategi.
“Gabungkan elemen angin kalian dan buat tornado sebesar mungkin!” perintah ahli strategi lainnya melalui telepati.
“Tambahkan energi petir dan api!” tambah ahli strategi yang lain melalui telepati.
Sesama ahli strategi, mereka harus mengetahui strategi rekannya dan membantu dengan strateginya. Sedangkan untuk lawan, mereka harus mengetahui strategi lawannya dan melawan dengan strateginya.
.
.
__ADS_1
.