Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 26 -- Inti Api Purnama


__ADS_3

Terjadi getaran hebat di dalam gua akibat pintu yang bergeser sedikit demi sedikit.


Lin Ye dan Zhou Jiao berdiri di depan pintu itu bergeser. Tebal pintu itu adalah sepanjang lorong dibaliknya.


“Pangeran, pantas saja kau tidak bisa mendorongnya, pintu ini digeser bukan di dorong” ucap Lin Ye dengan nada mengejek. Zhou Jiao tersenyum masam mendengar ejekan Lin Ye.


Pintu telah terbuka sepenuhnya menampilkan lorong yang tidak terlalu panjang. Lin Ye dan Zhou Jiao masuk ke dalam, setelah sampai, dari atas lorong jatuh batu besar menutupi jalan keluar.


Mereka berdua berbalik dan pintu keluar telah tertutup, tetapi mereka tidak memperdulikan itu dan malah menyusuri tempat asing itu.


Seberkas cahaya muncul dari tempat itu dan mereka segera menghampiri cahaya itu berada.


Makin lama cahaya itu semakin jelas dan,


“Waaah, tempat apa ini?” ucap mereka bersamaan saat melihat tempat yang begitu asri di dalam gua. Terdapat air terjun yang dikelilingi tanaman obat.


“Ini adalah surga obat!” ucap Lin Ye kagum.


“Itu adalah air suci murni!” ucap Zhou Jiao yang langsung berjalan menuju air terjun.

__ADS_1


Lin Ye masih memperhatikan sekelilingnya, di sudut tempat itu dia menemukan sebuah gua kecil lantas dia menuju ke sana melewati tanaman obat. Sedangkan Zhou Jiao sedang berendam dalam posisi bermeditasi menyerap air suci murni itu.


Lin Ye masuk ke dalam gua dan melihat sebuah api keemasan terus berkorbar. Dari api tersebut terdapat inti api yang berukuran sebesar pil.


“Bukankah itu inti api purnama?” tanya Lin Ye pada diri sendiri.


Lin Ye dengan nekat mengambil inti api tersebut lalu dia menelannya. Tiba-tiba dia merasakan panas di sekujur tubuhnya.


“Akhhhh!!” teriak Lin Ye sembari berguling-guling di tanah.


Kulitnya melepuh, keluar begitu banyak nanah dan hanya terlihat daging saja. Topeng yang dikenakan nya berubah menjadi abu, bahkan seluruh pakaiannya ikut menjadi abu.


Lin Ye bertelanjang dada dengan tubuh yang menunjukkan dagingnya saja karena kulitnya meleleh, kulit wajah nya pun tak terkecuali.


Lin Ye terus berteriak dengan keras merasakan panas pada tubuhnya.


“Aku harus cepat menyerapnya!”


Lin Ye berusaha keras menahan panas tubuhnya. Dia duduk bermeditasi untuk memurnikan inti api purnama.

__ADS_1


Setengah jam, Lin Ye masih bisa merasakan panasnya.


Satu jam, Panas di tubuhnya sedikit berkurang.


Satu setengah jam, Lin Ye berhasil memurnikan api purnama.


Tubuh yang tadinya hanya terlihat daging kini mulai ber generasi kembali, kulitnya semakin cerah dan iris mata yang tadinya coklat kini berubah warna amber (oranye kecoklatan).


Lin Ye membuka matanya setelah berhasil menyerap inti api purnama. Keringat membasahi tubuhnya yang telanjang itu.


“Huh... Huh. Akhirnya aku berhasil menyerap inti api purnama” ucap Lin Ye sembari bernapas kasar.


Dia beranjak dari gua kecil itu dan segera berendam di bawah air terjun di samping Zhou Jiao bermeditasi.


Tak lama kemudian Zhou Jiao membuka mata dan terkejut melihat seseorang sedang bermeditasi di sampingnya. Dia menatap lekat wajah Lin Ye yang sedang bermeditasi.


“Aku tidak ingat ada orang lain di sini selain aku dan adik Lin” ucap Zhou Jiao sembari terus menatap Lin Ye. Kemudian dia tersadar setelah tidak menemukan keberadaan Lin Ye.


“Ngomong-ngomong dimana adik Lin?” ucapnya yang celingukan mencari Lin Ye dan tidak lagi memperdulikan orang yang sedang bermeditasi.

__ADS_1


Dirasa sudah cukup menyerap air suci hanya untuk membersihkan diri, Lin Ye membuka mata dan melihat Zhou Jiao yang sedang celingukan.


“Pangeran, apa yang sedang kau cari?” tanya Lin Ye sembari menatap heran Zhou Jiao.


__ADS_2