
“Aku yakin kekuatan kakak sangat dibutuhkan di sekte, tapi kenapa tetua memberikan kakak perintah ke ibukota?” tanya Lin Ye penasaran.
“Sebenarnya tetua memberiku misi mencari Pangeran Zhou Jiao agar kerajaan ini bisa kembali. Dan masalah sekte, aku adalah grand elder, jadi para tetua berharap jika sekte Lembah Naga musnah mereka berharap padaku untuk membangun kembali Sekte Lembah Naga”
Lin Ye mengangguk mengerti. Tidak ada lagi yang bersuara diantara mereka.
“Berhenti...” ucap Lan Tian tiba-tiba.
Seorang perempuan bertopeng kelinci berdiri tenang menunggu kedatangan mereka.
“Halo...” sapanya dengan suara lembut.
Lan Tian dan Lin Ye segera mengeluarkan pedang mereka masing-masing.
“Eh, kenapa kalian mengeluarkan pedang?” tanyanya polos. “Hmm, apa aku menakuti kalian?”
Tidak ada jawaban dari Lin Ye maupun Lan Tian, mereka memasang kuda-kuda.
“Apa kalian tidak pernah belajar caranya menghargai wanita?” perempuan bertopeng kelinci itu nampak bersedih.
“Huuh, aku sedih sekali” ucapnya sembari menunduk tak lama kemudian aura pembunuh merembes dari tubuh perempuan bertopeng kelinci tersebut.
Lan Tian dan Lin Ye dengan sigap mengeluarkan aura pendekar mereka masing-masing. Tetapi mereka masih merasa sedikit sesak karena aura pembunuh yang dikeluarkan perempuan itu terlampau tinggi.
“Padahal aku ingin membunuh kalian dengan cara baik-baik” ucapnya sembari menyeringai dibalik topeng.
__ADS_1
Tanpa ragu Lan Tian langsung menyerang perempuan bertopeng kelinci itu.
Perempuan itu mengulurkan tangannya pada Lan Tian dan detik itu pula Lan Tian seperti menahan beban ditubuhnya hingga pergerakan nya melambat.
Perempuan itu langsung menyerang melihat pergerakan Lan Tian yang melambat.
“Hahah, sayang sekali kau harus mati” ucapnya sembari menghunus kan pedang pada Lan Tian.
Lan Tian dalam posisi terdesak, dia tidak bisa melarikan diri. Melihat Lan Tian yang sedang dalam keadaan bahaya, Lin Ye segera menangkis pedang yang akan menusuk jantung Lan Tian.
Trang
Lin Ye segera membawa Lan Tian mundur beberapa langkah dari perempuan itu.
Perempuan itu bermuka masam karena serangan nya ditangkis seseorang.
“Adik, bantu aku mendekati dia.” ucap Lan Tian. Lin Ye mengangguk setuju lalu mereka melesat berbeda arah.
Perempuan bertopeng kelinci itu nampak geram, dia menyayat jarinya sedikit lalu meneteskan darahnya pada pedang yang dipegangnya.
Pedang itu pun berubah warna menjadi hijau dan mengeluarkan asap yang banyak hingga menutupi penglihatan Lan Tian dan Lin Ye.
“Kakak, telan ini!” ucap Lin Ye sebelum menghilang di telan asap. Lan Tian segera menelan dua pil yang berwarna hijau dan merah.
Perempuan bertopeng itu menyeringai ditengah tebalnya asap beracun itu. Tetapi seringaian nya langsung pudar ketika sebuh anak panah hampir saja mengenainya jika dia tidak menghindar.
__ADS_1
Sret
Sret
Lagi-lagi dia menghindar dari panah yang melesat padanya. Perempuan itu mengepalkan tangan sangking murkanya dia.
“Sial, bagaimana bisa mereka bergerak dan menyerang ku!” gerutunya.
“Jurus kedua, putaran angin!” ucap perempuan bertopeng sembari berputar dengan pedang nya.
Kabut tebal itu pun seperti terbelah beberapa detik kemudian menyatu kembali.
“Aku yakin mereka telah mati” ucapnya percaya diri.
Sret
Tetapi lagi-lagi panah melesat hampir mengenainya.
Sret
Sret
Trang
Perempuan bertopeng itu menangkis beberapa panah yang tidak sempat dia hindari.
__ADS_1
“Bukankah ini disebut senjata makan Tuan?” bisik seseorang dibelakangnya.
Perempuan itu langsung menangkis pedang yang dihunuskan oleh seseorang dibelakangnya, tetapi setelah dirinya menangkis serangan tersebut, orang yang menyerangnya mundur lalu menghilang ditelan asap.