Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 27 -- Pedang Enma


__ADS_3

Lin Ye bangkit menuju ke tepi lalu dia mengeluarkan baju cadangan dari cincin penyimpanan nya tak lupa juga dengan topeng.


Zhou Jiao memperhatikan Lin Ye yang sedang memakai baju, lalu dia terkejut setelah melihat orang itu memakai topeng yang sama seperti Lin Ye.


“Adik Lin, apa itu kau?” ucap Zhou Jiao memastikan.


“Memangnya siapa lagi yang ada di sini?” jawab Lin Ye yang telah selesai memakai topeng.


'Aku tidak pernah berpikir adik Lin memakai topeng karena ingin menyembunyikan wajah jeleknya. Tapi bukankah ini sungguh di luar dugaan? Ternyata adik Lin memakai topeng karena ingin menyembunyikan wajah tampannya! Huuh, aku yang laki-laki saja masih mengaguminya, apalagi jika aku wanita, mana mungkin aku tidak jatuh cinta padanya.” batin Zhou Jiao.


Lin Ye mengerutkan keningnya melihat Zhou Jiao yang malah melamun.


“Pangeran, aku akan membuat pil dari tumbuhan di sini. Jika pangeran masih ingin menyerap air suci lanjutkan saja, kita masih punya banyak waktu di sini” ucap Lin Ye lalu melesat.

__ADS_1


Zhou Jiao tersadar dari lamunannya dan segera memakai baju, lalu dia memetik tumbuhan obat yang ada di sana.


Ada banyak tumbuhan obat yang usianya telah mencapai ribuan bahkan ratusan taun. Lin Ye tidak menyia-nyiakan hal tersebut, dia langsung memetik berbagai macam tumbuhan obat sebanyak-banyaknya dan di simpan ke dalam cincin penyimpanan.


'Tumbuhan sebanyak ini jika tidak langsung dijadikan pil akan sia-sia, karena sepertinya tumbuhan ini diatur hanya bermanfaat di dalam gua dan akan jadi sampah jika di bawa keluar' batin Lin Ye sembari mengeluarkan tungku dari cincin penyimpanan.


'Aku akan membuat ratusan ribu pil untuk membantu perjalanan ku mencari kakak!' lanjutnya.


Zhou Jiao memperhatikan Lin Ye yang sedang membuat pil. Dia kagum dengan keahlian Lin Ye yang bisa membuat puluhan pil berkualitas tinggi hanya kurang dari satu menit. Tak mau tertinggal dari Lin Ye, Zhou Jiao menjelajahi tempat itu berharap bisa menemukan sesuatu.


Di dalam gua kecil itu terasa panas. Zhou Jiao memperhatikan sekeliling dan terkejut melihat benda yang melayang di atas batu.


“Pedang Enma!” ucapnya terkejut, ada rasa bahagia karena telah menemukan pedang yang selama ini dicari oleh leluhur kerajaan Zhou.

__ADS_1


Zhou Jiao mengetahui pedang itu adalah pedang Enma karena pedang Enma memiliki gelombang ombak berwarna biru pada bagian tajam yang digunakan untuk memotong. Itu adalah satu-satunya ciri khas yang hanya dimiliki pedang Enma.


Zhou Jiao segera menghampiri pedang tersebut dan hendak memegangnya, tetapi pedang tersebut memiliki kesadarannya sendiri dan malah menjauh dari Zhou Jiao.


Tak lama kemudian pedang Enma mengeluarkan asap merah yang membentuk setengah sosok bertanduk yang sedang memegang pedang Enma.


“Berani sekali kau manusia rendahan!” hina sosok yang tak lain adalah wujud asli pedang Enma.


“Enma, leluhur kerajaan Zhou sudah lama mencari mu kemana-mana” ucap Zhou Jiao.


“Kerajaan Zhou? Aku tidak mengenal manusia rendahan itu” jawab Enma.


“Dia adalah pemilik terdahulu mu, Zhou Long. Hingga akhir hayatnya, leluhur Zhou Long memerintahkan semua keturunan nya untuk mencari mu” Zhou Jiao menjelaskan berharap Pedang Enma mengerti.

__ADS_1


“Oh, ternyata si manusia brengsek yang telah menelantarkan ku!” ucap Enma dengan tatapan marah karena teringat kembali kejadian masa lalu.


__ADS_2