Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 46 -- Topeng Rubah


__ADS_3

Gadis bertopeng itu nampak marah bisa dilihat dari genggaman erat pada pedangnya. Tidak dia sangka jurus andalan nya tidak berguna sama sekali.


Biasanya ketika dia mengeluarkan racun pada pedangnya, tubuh lawan nya akan mengalami ruam yang mengeluarkan bau busuk setelah itu mati. Tetapi kali ini dia salah memilih lawan, yang ia lawan sekarang adalah ahli racun sehingga racunnya sia-sia.


Beberapa kali dia mengayunkan pedang untuk menangkis panah yang melesat, setelah tidak ada panah ia langsung mengeluarkan jurusnya menyerang ke segala arah.


Gadis bertopeng itu menunggu rintih kesakitan dari Lan Tian ataupun Lin Ye, tetapi lawannya tidak bersuara sama sekali dan bisa dipastikan bahwa serangannya sia-sia.


“Muncul kau pengecut!” teriak gadih bertopeng.


Lin Ye yang sedari tadi memperhatikan di atas pohon mengerutkan keningnya mendengar teriakan gadis bertopeng.


'Apa dia gila? Padahal asap ini dia yang buat, kenapa malah dia yang sewot?' batin Lin Ye lalu melontarkan panah pada gadis bertopeng dan segera berpindah tempat.


Lan Tian tidak memperdulikan teriakan frustasi dari gadis bertopeng kelinci itu, dia terus mempermainkan gadis bertopeng itu dengan memberikan sayatan demi sayatan lalu menghilang di telan asap.

__ADS_1


“Bre*ngsek! Akan ku pastikan kau mati di tangan ku!” teriaknya sembari terus menangkis panah dan serangan tiba-tiba dari Lan Tian.


Boom!


Ledakan terjadi di tempat pertarungan gadis bertopeng kelinci dengan Lan Tian, Lan Tian sontak mundur beberapa langkah menghindari ledakan tersebut sedangkan Lin Ye meningkatkan kewaspadaan nya.


Perlahan asap mulai hilang menampilkan pria bertopeng rubah di samping gadis bertopeng kelinci.


“Kau terlalu banyak bermain-main, Rabbit... hingga kau sendiri yang masuk dalam permainan mu” ucap pria bertopeng rubah itu datar.


“Jika kau tidak sanggup mengurus dua bocah ini biar aku saja yang mengurusnya” ucap pria bertopeng rubah.


“Sudah kubilang jangan mengganggu pertarungan ku Wolf!” bentak gadis bertopeng kelinci.


Pria bertopeng rubah itu tidak mendengarkan perkataan gadis bertopeng kelinci, dia mengulurkan tangan kanannya ke depan seperti akan melakukan sesuatu.

__ADS_1


Bugh!


Pria bertopeng rubah itu mundur beberapa langkah setelah mendapat tendangan keras di perutnya.


“Apa yang kau lakukan Rabbit?” tanya pria bertopeng rubah itu geram.


“Sudah ku bilang jangan mengganggu pertarungan ku Wolf!” ucap gadis bertopeng kelinci penuh penekanan.


Gadis bertopeng kelinci dan pria bertopeng rubah itu saling adu mulut. Mereka adalah satu tim, tetapi hubungan mereka tidak pernah baik-baik saja semenjak Rabbit dan Wolf bertemu dan menjadi rekan setim.


Setiap misi pembunuh kalajengking merah mengirim satu tim yang beranggotakan dua orang. Dua orang tersebut yang menjadi ketua dari anggota pembunuh kalajengking merah yang pangkatnya lebih rendah.


Misi kali ini dipercayakan pada tim gadis bertopeng kelinci dan pria bertopeng rubah. Tetapi ada yang menarik pada misi kali ini yaitu Pimpinan besar kalajengking merah ikut serta dalam menghancurkan kerajaan sehingga pria bertopeng rubah dan gadis bertopeng kelinci ingin terlihat sebaik mungkin dihadapan pimpinan mereka.


Lan Tian dan Lin Ye yang melihat keributan antara gadis bertopeng kelinci dan pria bertopeng rubah itu tak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

__ADS_1


Lin Ye melontarkan lima anak panah sekaligus pada gadis bertopeng kelinci dan pria bertopeng rubah. Sedangkan Lan Tian melesat cepat berniat memisahkan mereka berdua.


__ADS_2