
Seorang pria tua sedang duduk bermeditasi di samping air terjun. Keberadaannya menyatu dengan alam sehingga tidak akan ada yang menyadari akan dirinya.
Muncul pria bertudung hitam membungkuk pada pria tua itu. Setelah menyadari kedatangan orang kepercayaan nya, pria tua itu membuka mata.
“Salam hormat leluhur!” ucap pria itu dengan sopan.
“Bagaimana hasil pencarian mu?” tanya pria tua.
“Aura yang sekilas muncul pada tujuh tahun lalu berasal dari kelahiran putra keempat Kekaisaran Lin di Benua Barat. Sekarang anak tersebut berada di Kerajaan Zhou, bagian utara Benua Barat.” ucap pria bertudung hitam.
“Terus awasi anak itu.” ucap pria tua.
“Baik leluhur!” jawab pria bertudung hitam lalu menghilang.
Pria tua itu tersenyum menatap ke langit.
“Akhirnya aku menemukan mu Pangeran” gumam pria tua seraya tersenyum yang sulit diartikan.
~•~
Lin Ye tidak berniat berkunjung ke istana kerajaan Zhou, tetapi dia pergi ke ibukota barangkali menemukan petunjuk soal Lin Yi. Dia memilih mencari penginapan di ibukota ketimbang menginap di istana.
“Permisi Tuan, ada yang bisa saya bantu?” ucap resepsionis.
“Kamar untuk tiga hari ke depan di lantai tiga” jawab Lin Ye.
“Maaf Tuan, tapi lantai tiga hanya untuk bangsawan”
__ADS_1
“Berapa harga yang di bayar bangsawan untuk tiga hari?” tanya Lin Ye.
“Lima koin emas tuan”
“Kalau begitu ambilah” Lin Ye memberikan sepuluh koin emas pada resepsionis.
“Tapi tuan--”
“Sekarang mana kuncinya?”
Resepsionis itu kebingungan atas permintaan Lin Ye, kemudian dia melirik temannya yan, seolah mengerti, teman resepsionis itu segera memberitahukannya pada pemilik penginapan yang menyatu dengan restauran itu.
“Mohon tunggu sebentar Tuan” ucap resepsionis sopan. Lin Ye hanya mengangguk mengerti. Dia lebih memilih bersabar daripada mencari keributan.
“Sepertinya penginapan serigala putih telah menurunkan kualitas nya hanya untuk seorang rakyat jelata” ejek seseorang yang baru saja datang.
“Nona muda” sapa resepsionis sopan.
“Aku tidak menyangka penginapan serigala putih telah berubah jadi penginapan kelas bawah” hardik nya di depan resepsionis sembari melirik Lin Ye.
“Ini hanya sebuah kesalahpahaman saja nona” jawab resepsionis panik.
Gadis itu menatap Lin Ye dengan tatapan merendahkan,
“Aku penasaran bagaimana kau punya koin emas sebanyak itu. Ah...aku tau, kau pasti mencuri” ucapnya tersenyum mengejek.
“Tuan dan nyonya sekalian silahkan cek koin emas kalian masing-masing, karena pemuda ini adalah pencuri nya” ucap gadis itu kepada pengunjung restauran.
__ADS_1
Sontak pengunjung yang sedang makan pun memeriksa koin emas masing-masing. Gadis itu tersenyum licik pada Lin Ye.
Lin Ye menutup hidungnya dengan satu tangan.
“Pelayan, apa kau tidak mencium bau busuk?” tanya Lin Ye.
“Eh? Bau?” resepsionis itu segera menutup hidungnya seperti Lin Ye.
Merasa diabaikan, gadis itu membentak Lin Ye.
“Dasar rakyat jelata! Manusia rendahan seperti mu hanya mencoreng nama baik penginapan serigala putih!” ucap gadis itu naik pitam.
“Apa-apaan topeng itu? Heh...sudah miskin, buruk rupa pula!” lanjutnya.
Lin Ye melirik si gadis sembari mengerutkan keningnya.
“Nona, mulut mu bau sekali. Apa bangsawan seperti mu kekurangan koin emas untuk membeli pasta gigi?” ucap Lin Ye.
“Rakyat jelata seperti mu berani sekali menghina nona kami!” bentak salah satu pengawal gadis bangsawan itu.
.
.
.
Mohon maaf jika sekarang jarang update🙏
__ADS_1