
Lin Ye menaruh mangkuk mi di atas meja, Lan Tian mengalihkan pandangannya pada mi yang diberi Lin Ye.
“Makanlah, kau telah mendapat kehormatan dariku!” ucap Lin Ye sembari menyeruput mi.
Tanpa basa basi Lan Tian langsung menyantap mi di hadapannya dan mereka pun makan bersama.
Setelah selesai, Lin Ye mencuci mangkuk mi nya lalu berjalan menuju balkon.
Dia bisa melihat keseluruhan sekte Lembah Naga di atas sana. Sekte Lembah Naga dikelilingi formasi berbentuk kubah sehingga tidak sembarangan orang bisa menemukan letak sekte Lembah Naga.
Di atas sana Lin Ye bisa melihat Fang Wang yang baru saja keluar dari pagoda tempat para tetua sekte tinggal. Dia berniat melompat lalu menghampiri Fang Wang, tetapi Lan Tian tiba-tiba berdiri di samping nya.
“Siapa nama mu?” tanya Lan Tian dengan wajah tenangnya.
“Kau tidak perlu tahu siapa aku. Ini adalah awal sekaligus akhir kita bertemu” jawab Lin Ye.
Lin Ye tidak menyadari tangan Lan Tian sedang melepas tali topengnya. Dia terus menatap Fang Wang di atas sana.
Sreet
Tiba-tiba topeng Lin Ye terjatuh ke lantai. Lan Tian memperhatikan wajah Lin Ye dengan seksama, terdapat kesedihan dan amarah di sana meskipun samar tetapi Lan Tian bisa merasakannya.
Lan Tian tersenyum lalu mengusap lembut pucuk kepalanya.
“Kau tidak seharusnya menanggung semuanya sendirian” ucap Lan Tian.
Lin Ye tersentak mendengar penuturan Lan Tian. Dia merasa seperti sedang di elus oleh kakak pertamanya tetapi dia sadar orang yang dihadapannya bukanlah Lin Ya melainkan oranglain.
__ADS_1
Lin Ye menepis tangan Lan Tian lalu mengambil topengnya dan memasang nya kembali.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Lin Ye sembari mengikat tali topengnya.
Lan Tian tersenyum, “Namaku Lan Tian. Kau bisa memanggilku Tian gege”
“Kau bukan kakakku, lagipula aku sudah punya tiga kakak” jawab Lin Ye acuh.
“Tidak masalah. Jadi siapa namamu? Bisa jadi ini bukanlah akhir dari pertemuan kita” tanya Lan Tian.
“Namaku Lin Ye, aku berasal dari Kekaisaran Lin. Meskipun marga ku Lin, tapi aku berasal dari keluarga cabang keluarga kerajaan” jawab Lin Ye.
“Kalau begitu aku akan menyebutmu adik kecil Ye'er”
“Sudah kubilang aku sudah punya tiga kakak! Lagipula aku tidak berniat mempunyai kakak lagi!”
“Aah, kau membuat ku kesal! Berhentilah mengacak-acak rambutku!” Lin Ye memberontak.
“Panggil aku kakak!”
“Baiklah, berhentilah mengacak-acak rambut ku kakak!”
Lan Tian tersenyum lalu berhenti mengacak-acak rambut Lin Ye.
“Kakak ini suka sekali memaksa, aku jamin tidak akan ada satupun gadis yang mau dengan kakak”
“Sejauh ini tidak ada satupun gadis yang menolak ku” jawab Lan Tian enteng.
__ADS_1
“Sombong sekali” Lin Ye mengalihkan pandangannya pada Fang Wang.
Fang Wang merasakan hawa keberadaan Lin Ye di pagoda lantai sebelas, dia pun menatap pagoda tersebut.
“Aku harus pergi, senior Fang mencari ku” ucap Lin Ye.
“Dia adalah tetua sekte Lembah Naga, jangan menyusahkan nya”
“Tidak akan”
Lin Ye melompat turun dari lantai sebelas lalu melesat menghampiri Fang Wang.
“Senior Fang!” sapa Lin Ye sembari menangkupkan tinju.
“Sepertinya kau telah akrab dengan senior Lan Tian” ucap Fang Wang.
“Begitulah,”
“Senior, junior telah selesai berkeliling dan junior ini tidak punya urusan lagi di sekte Lembah Naga ini...” ucap Lin Ye.
“Jadi kau tetap ingin pergi?” tanya Fang Wang.
“Maaf senior,”
“Tidak apa,”
Lin Ye mengeluarkan lima botol yang masing-masing berisi 20 butir pil.
__ADS_1
“Senior, junior sangat berterimakasih pada senior karena telah menyelamatkan nyawa junior. Terimalah pil-pil ini, ini tidak ada apa-apanya dibandingkan nyawa junior yang senior selamatkan.” ucap Lin Ye sembari menyerah kan lima botol pil pada Fang Wang.