Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 38 -- Mengesalkan


__ADS_3


“Jika kau ingin masuk ke dalam-- aku tau caranya”


Lin Ye memperhatikan pria itu, dia memakai seragam seperti murid sekte Lembah Naga lainnya.


'Sepertinya dia juga murid sekte ini' batin Lin Ye.


“Gimana? Apa kau ingin masuk ke dalam?” tanyanya sembari menoleh pada Lin Ye. Seketika Lin Ye mengalihkan pandangannya kembali pada pagoda.


“Aku tidak tertarik” jawab Lin Ye sembari berlalu. Pria itu berjalan cepat mengejar Lin Ye ketika dihadapannya, dia berjalan mundur sembari bicara.


“Ayolah kawan...aku tau kau penasaran, maka dari itu aku akan membantumu masuk ke dalam” ucapnya berusaha meyakinkan Lin Ye.


'Mencurigakan!' batin Lin Ye.


“Pergilah, atau aku akan gunakan cara kekerasan!” ucap Lin Ye dingin.


“Aku hanya ingin membantu mu, kenapa kau se-marah itu?” tanyanya polos.


Lin Ye berhenti, dia menatap tajam bocah berisik di depannya. Bocah di depannya nampak kebingungan melihat tatapan Lin Ye.


“Ada apa?” tanya bocah itu kebingungan.


Lin Ye merapatkan tangan kanannya di dada bocah itu menggunakan jempol dan telunjuknya. Bocah di depannya semakin kebingungan.

__ADS_1


Bugh!


Lin Ye menyentil dadanya lalu bocah itu terpental beberapa langkah dan berhenti ketika menabrak punggung salah satu murid sekte lembah naga yang sedang berbincang dengan temannya. Bocah itu dan murid yang di tabrak nya meringkuk kesakitan di tanah sedangkan murid sekte lembah naga yang melihat kejadian itu nampak terkejut.


“Mengesalkan!” ucap Lin Ye berjalan santai melewati kedua orang yang sedang meringkuk di tanah tanpa memperdulikan tatapan murid sekte lembah naga lainnya.


“Cepatlah menyingkir dari tubuhku sialan!” ucap murid yang ditabrak bocah itu sembari mendorong kasar tubuhnya.


“Akhh...lebih lembut sedikit! Hampir saja dadaku bolong!” jawab bocah itu sembari berdiri.


Dia melihat Lin Ye berjalan belum jauh darinya, lalu dia mengambil kerikil dan melemparkannya pada Lin Ye.


Lin Ye merasakan sesuatu melesat ke arahnya, dia tersenyum meremehkan lalu menunduk menghindari sesuatu tersebut.


Murid yang sebelumnya di tabrak bocah itu berjalan mendekati Lin Ye.


“Hei!” ucapnya sembari memegang pundak Lin Ye.


Ketika Lin Ye menoleh, murid tersebut hendak menonjok wajahnya tetapi Lin Ye dengan sigap memegang tangannya lalu membanting murid tersebut.


“Akhh!” murid tersebut menjerit kesakitan.


“Mengesalkan!” ucap Lin Ye dingin lalu meninggalkan nya.


Murid tersebut merasa direndahkan oleh Lin Ye. Dia berusaha berdiri sembari memegang tangannya yang terkilir.

__ADS_1


“Kalian semua...cepat serang dia!” teriaknya pada murid sekte lembah naga yang berada di sana.


Lin Ye merasakan niat membunuh di belakangnya, dia mengerutkan dahi karena mereka tidak berhenti mengganggunya.


“Hiattt!”


Beberapa murid mencabut pedang nya lalu mengeroyok Lin Ye. Yang dikeroyok malah dengan santai menghindari setiap serangan yang dilontarkan padanya.


Lin Ye menunduk, melompat ke atas, melompat ke samping dan gerakan lainnya untuk menghindar, dia sama sekali tidak tertarik membalas serangan mereka.


“Apa kau hanya bisa menghindar sialan!”


“Dasar pengecut!”


“Apa kau takut hah?!”


Umpatan demi umpatan mereka lontarkan pada Lin Ye karena kesal serangan mereka tidak ada satupun yang berhasil melukainya.


Lin Ye tersenyum remeh pada lawannya sehingga membuat lawannya makin naik pitam.


“Maaf saja...tapi aku tidak mau disebut sebagai penindas orang lemah!” ucap Lin Ye dengan senyum mengejek.


“Apa kau bilang?!”


“Mati saja kau!”

__ADS_1


__ADS_2