Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 23 -- Menyusun Puzzle


__ADS_3

Lin Ye mengerutkan keningnya mendengar jawaban Zhou Jiao yang terlalu percaya pada orang lain, kemudian dia berbalik sembari menodongkan pedang nya ke wajah Zhou Jiao.


Zhou Jiao terkejut melihat ekspresi Lin Ye yang terlihat serius.


“Bagaimana jika aku membunuh mu di sini?” tanya Lin Ye serius.


Zhou Jiao tidak bisa berkata-kata, dia memegang pedangnya dengan erat berjaga-jaga jika Lin Ye menyerangnya.


Sringg


Mereka berdua bergerak bersamaan, Lin Ye bergerak cepat menyerang wajah Zhou Jiao tetapi dia belokkan ke samping wajahnya. Zhou Jiao yang melihat pergerakan Lin Ye segera menyerang Lin Ye dan berhasil menggores tangan kanannya.


Zhou Jiao terdiam melihat Lin Ye yang tidak menyerangnya dan malah beralih ke samping wajahnya. Dia berbalik dan melihat bunglon sebesar anjing sedang mengeluarkan darah di jidatnya karena tusukan pedang Lin Ye.


Lin Ye melirik tangan kanannya yang tergores pedang Zhou Jiao, kemudian dia tersenyum penuh arti.


“Hah” Lin Ye tersenyum.


Setelah itu dia berbalik dan kembali menyusuri dunia bawah. Zhou Jiao tersadar lalu mengikuti Lin Ye, dia merasa bersalah pada Lin Ye karena telah berpikiran negatif terhadapnya.


“Adik Lin, aku minta maaf!” ucap Zhou Jiao merasa bersalah.


“Pangeran melakukannya dengan baik” jawab Lin Ye.

__ADS_1


Semakin ke dalam tumbuhan di sana semakin besar. Jika ukuran normal pohon toge adalah sepanjang jari kelingking, maka panjang pohon toge di sana sepanjang pohon kelapa.


Tiba-tiba Lin Ye berlari menggunakan teknik meringankan tubuh, Zhou Jiao tetap mengikuti Lin Ye kemana pun dia pergi.


Tak lama kemudian Lin Ye berhenti dan bersembunyi di balik pohon.


“Adik Lin, ada apa?” tanya Zhou Jiao penasaran.


“Sssttt, diamlah!” jawab Lin Ye. Zhou Jiao segera bersembunyi sembari mengintip. Terlihat dua puluh orang sedang bertarung hidup dan mati. Pedang mereka saling beradu dengan cepat.


“Matilah kau!”


“Aku tidak akan membiarkanmu masuk ke dalam gua!”


“Aku tidak menyangka ada orang lain selain kita” ucap Zhou Jiao pelan.


“Sepertinya portal menuju dunia bawah bukan hanya ada di Kerajaan Zhou” jawab Lin Ye. Zhou Jiao mengangguk.


“Sepertinya mereka meributkan gua itu, sebaiknya kita ke sana diam-diam” ucap Lin Ye sembari melesat. Zhou Jiao ikut melesat dengan hati-hati.


~•~


Air terus menetes dari atap gua hingga membentuk genangan. Lin Ye dan Zhou Jiao berjalan dengan hati-hati sembari mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


“Adik Lin, sepertinya ada pintu di sana” ucap Zhou Jiao sembari menunjuk ke salah satu sudut gua.


“Ayo kita ke sana!” lanjutnya. Lin Ye mengangguk.


Mereka berdiri di depan pintu yang terbuat dari batu. Disampingnya terlihat ukiran kubus yang tidak tahu apa fungsinya.


Zhou Jiao mencoba mendorong pintu itu tetapi tidak bisa.


“Berat sekali!” gerutu Zhou Jiao.


Lin Ye melihat sebuah kubus dan berlian berwarna-warni berserakan di tanah.


Dia langsung memungut salah satu berlian dan menempelkan nya di kubus. Zhou Jiao penasaran dengan apa yang dilakukan Lin Ye.


“Apa yang kau lakukan adik Lin?” tanya Zhou Jiao.


“Aku sedang menyusun puzzle.” jawab Lin Ye. Tanpa berkata lagi Zhou Jiao ikut memilih berlian untuk di tempelkan ke kubus.


Lima belas menit berlalu, orang-orang berhamburan masuk setelah mengalahkan lawannya di luar.


“Siapa kau?! Berani sekali kau mencuri harta karun ku?!” bentak salah satu dari mereka. Lin Ye dan Zhou Jiao terperanjat lalu mereka berbalik menatap orang-orang tersebut.


“Pangeran, sebaiknya kau pergi agar tidak jadi beban” ledek Lin Ye.

__ADS_1


“Tenang saja adik Lin, aku tidak akan jadi beban” jawab Zhou Jiao tersenyum sinis.


__ADS_2