
Lin Yi terdiam sejenak, tak lama kemudian dia tertawa sembari menutup matanya dengan tangan.
“Hahaha...apa kau serius ingin membunuh ku adik kecil?” tanya Lin Yi di sela tawanya.
“Tidak ada yang lucu br*ngsek!” bentak Lin Ye yang semakin geram.
Lin Ye mempersiapkan ancang-ancang dan melesat menyerang Lin Yi.
Tranggg
Serangan Lin Ye dihalangi oleh niat pedang Lin Yi. Lin Ye terus menyerang membabi-buta tetapi dia sama sekali tidak bisa menyentuh Lin Yi sedikitpun.
Sedangkan Lin Yi hanya diam di tempat melihat Lin Ye yang menangkis niat pedang nya.
Lin Yi menghilang lalu muncul di belakang Lin Ye.
“Perhatikan belakang mu bodoh!” ucap Lin Yi yang langsung menendang punggung Lin Ye.
Brug!
Lin Ye menabrak dinding dengan keras. Hidung nya mengeluarkan darah. Dia berbalik sembari mengusap darahnya.
“Ingin membunuh ku? Jangan bercanda sialan!” sentak Lin Yi yang menghilang kemudian muncul di depan Lin Ye lalu meninju wajah Lin Ye hingga dia tersungkur ke lantai.
Lin Ye menatap Lin Yi dengan seksama. Jelas sekali dia melihat celah pada serangan Lin Yi tadi, tetapi perbedaan kekuatan nya masih terlihat jelas dan dia masih tidak bisa menandingi kekuatan kakaknya. Lin Ye yang sekarang masih sangat lemah jika bertarung jarak dekat.
'Kekuatan kakak kedua tidak bisa di remehkan. Bahkan dia jauh lebih kuat dari sebelumnya. Aku harus bertambah kuat secepatnya' batin Lin Ye sembari mengepalkan tangan.
~•~
__ADS_1
Sekelompok berjubah hitam sedang memantau restauran sekaligus penginapan serigala putih dari kejauhan. Gerakan mereka sangat halus seperti angin.
Salah satu dari mereka menggerakkan tangan memberikan isyarat pada rekan-rekan nya, setelah itu bergerak tak beraturan.
~•~
Lin Yi menatap Lin Ye dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana bisa Lin Ye begitu percaya diri ingin membunuh nya dengan kekuatan yang lemah itu.
Lin Ye mencoba berdiri sembari menahan sakit pada wajah nya.
“Huuh...adik kecil ku benar-benar bodoh! Kau bahkan tidak bisa melukaiku sedikit pun” ucap Lin Yi menggeleng pelan.
“Kakak memang hebat, aku semakin ingin membunuhmu!” jawab Lin Ye menatap kagum Lin Yi.
“Butuh seratus tahun untuk mu membunuh ku!” jawab Lin Yi.
Lin Ye melesat menyerang Lin Yi dengan pedangnya, tapi lagi-lagi serangannya di tangkis oleh niat pedang Lin Yi.
“Kena kau!” Lin Ye berhasil memegang tangan kanan Lin Yi dan itu membuat nya terkejut.
Lin Yi hendak mundur tetapi Lin Ye menyeringai tipis. Muncul api biru dari telapak tangan Lin Ye dan mengalir ke tangan kanan Lin Yi.
Lin Yi mengerutkan dahi melihat Lin Ye mengalirkan api biru padanya yang telah sampe siku. Dia merasakan firasat buruk dan segera melempar Lin Ye hingga keluar kamar penginapan.
Bugh!
“uhuk...uhuk” Lin Ye memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Lin Ye terduduk tak sadarkan diri.
Pintu kamar berlubang dan dinding penginapan bergetar setelah menerima hantaman tubuh Lin Ye.
__ADS_1
Orang-orang dilantai satu dan dua merasakan getaran di atap lalu mereka segera ke lantai atas ingin tahu kenapa atap di lantai satu dan dua bergetar.
Api biru yang dialirkan Lin Ye menghilang ketika dia melepaskan pegangannya pada Lin Yi.
Lin Yi menatap tajam Lin Ye di dalam kamar melalui pintu yang sudah bolong itu. Kemudian dia melihat tangan kanannya membusuk secara perlahan.
'Api apa itu? Kenapa tangan ku membusuk?' batin Lin Yi bertanya-tanya.
'Aku harus berhati-hati, sepertinya api itu mengandung jamur pembusukan' lanjutnya.
'Aku harus membunuhnya sekarang!' batin Lin Yi.
Melihat Lin Ye tak sadarkan diri, dia melesat dengan pedang yang telah siap menusuk jantung Lin Ye.
Srettt
Lin Yi bersiap menusuk Lin Ye yang tak sadarkan diri.
Tranggg
Bugh!
Boom!
Boom!
Boom!
~•~
__ADS_1
Apa tanggapan kamu jika novel ini ada versi komiknya?