Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 7 -- Terlihat Jelas Dimataku


__ADS_3

Lin Cheng membelalak melihat putra nya dapat menghindari serangan Chen Wu dengan mudah, padahal tadi ia sempat berniat menghentikan pertarungan tersebut, tapi tanpa di duga, justru Lin Ye dapat menghindar dengan mudah.


“Ke-kenapa Pangeran bisa menghindari serangan ku? Padahal tadi aku menggunakan seluruh kekuatan ku!” ucap Chen Wu terbata.


“Itu karena serangan mu penuh celah. Walaupun aku tidak bisa melawan mu, tapi aku bisa menghindari serangan mu yang penuh celah itu. Apalagi sekarang kau sering merasa sakit punggung” jawab Lin Ye.


“Aku tidak melihat celah pada serangan barusan” ucap salah satu perdana menteri.


“Benar, aku juga tidak melihat nya” jawab perdana menteri yang lain.


“Pangeran, bagaimana pangeran bisa tahu akhir-akhir ini aku sering merasa sakit punggung?” tanya Chen Wu penasaran.


'Tidak, mungkin ini hanya kebetulan. Atau bisa jadi pangeran menyuruh orang lain mengawasiku!' batin Chen Wu.


“Haha, itu terlihat jelas di mataku” jawab Lin Ye tertawa. Chen Wu tidak puas dengan jawaban Lin Ye, dia ingin bertanya lagi tetapi Lin Cheng menghentikan nya.


“Pertarungan selesai, kalian tinggalkan ruangan ini!” ucap Lin Cheng.


“Baik Kaisar” semua perdana menteri keluar dari aula singgasana meninggalkan Lin Cheng dan Lin Ye berdua.


Setelah tidak ada orang, Lin Cheng berbicara pada Lin Ye.


“Lin Ye, apa benar kau bisa melihat kelemahan orang lain?” tanya Lin Cheng.


“Apa ayah sudah tidak merasa kedinginan lagi?” Lin Ye yang malah berbalik bertanya.

__ADS_1


“Apa?” Lin Cheng menjadi bingung dengan putra nya.


“Baguslah jika pil yang aku buat berhasil menyembuhkan ayah”


“Jadi yang kau berikan pada saat itu adalah obat? Kenapa rasanya manis?” Lin Cheng terkejut, pasalnya beberapa hari yang lalu Lin Ye memberinya pil aneh.


“Itu karena aku memasukkan madu ke dalamnya” jawab Lin Ye santai.


“Kau juga yang membuat pil tersebut untuk ayah?” tanyanya terkejut lagi.


“Iya, karena tabib Hong tidak bisa membuat nya”


“Apa nama pil itu?”


Lin Cheng hampir muntah darah mendengar semua jawaban Lin Ye.


“Darimana kau tahu ayah sering merasa kedinginan?” selidik Lin Cheng.


“Itu terlihat jelas di mataku” jawab Lin Ye santai.


“Ye'er sejak kapan kau belajar alkemis?”


“Sejak umur 2 tahun”


“Kenapa ayah tidak tahu?”

__ADS_1


“Karena ayah tidak bertanya”


Semua pertanyaan Lin Cheng di jawab dengan cepat oleh Lin Ye. Lin Cheng menatap Putranya lekat, dia tidak menyangka Lin Ye akan sejenius ini.


“Jujur saja, tabib Hong tidak bisa menyembuhkan penyakit ayah meskipun tabib Hong adalah alkemis terbaik di Kekaisaran Lin. Tapi bagaimana bisa kau menyembuhkan ayah dengan mudah?” ucap Lin Cheng berterus terang.


“Itu karena aku adalah alkemis terbaik di alam bintang, bukan hanya di Kekaisaran Lin saja” jawab Lin Ye bangga. Lin Cheng tersenyum mendengar jawaban putranya.


~•~


Lin Ye melompat dari satu pohon ke pohon lainnya dengan gesit. Di ujung hutan dia melihat ketiga kakaknya sedang berlatih dengan giat. Dia hanya berdiri bersembunyi di atas pohon sembari memperhatikan kakaknya berlatih, tidak ada niat sedikitpun untuknya ikut berlatih, dia malah berpikir untuk mengganggu ketiga kakaknya itu.


Lin Ye melempar krikil yang tepat mengenai kepala Lin Ya, tetapi Lin Ya mengabaikan nya. Merasa diabaikan Lin Ya, Lin Ye beralih melempar krikil pada Lin Yi dan juga tepat mengenai kepala Lin Yi. Lin Yi ikut mengabaikan nya sama seperti Lin Ya.


“Ini pasti kelakuan Lin Ye!” gumam Lin Yu melihat kedua kakaknya di lempar krikil.


Lin Ye sangat kesal diabaikan oleh kedua kakaknya, kini Lin Ye bersiap melempar batu sekepalan tangannya pada Lin Yu.


“Bersiaplah!” ucap Lin Ye pelan dan langsung melempar batu tersebut.


“Awwww!” teriak Lin Yu kesakitan, batu sekepalan tangan mengenai kepalanya yang sekarang tampak benjol.


“Hahahah” Lin Ye menutup mulutnya rapat-rapat agar tawanya tidak terdengar oleh ketiga kakaknya.


Lin Ya dan Lin Yi mengalihkan pandangannya pada Lin Yu yang terlihat sedang menggosok kepalanya dengan tangan.

__ADS_1


__ADS_2