Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 13 -- Penyusup


__ADS_3

Lin Ye segera turun ke bawah menggunakan tali sprei. Angin yang kencang membuatnya terpontang-panting kesana kemari.


“Hei angin bisakah kau diam!” bentak Lin Ye.


Srek srek


Salah satu penjaga mendengar suara berisik dari salah satu sudut istana.


“Apa kau mendengar sesuatu?” tanyanya pada prajurit di sampingnya.


“Iya, sepertinya ada penyusup. Ayo kita lihat!” jawab prajurit lainnya.


Mereka berlari ke arah sumber suara dengan membawa lentera, di kegelapan malam mereka melihat seseorang sedang bergantung di sana.


“Hei siapa di sana?!” bentak prajurit yang tidak melihat jelas sosok yang menggantung itu.


“Sial, aku ketahuan!” gumam Lin Ye.


Meow. Lin Ye meniru suara kucing untuk mengelabui prajurit.


“Oh kucing!” jawab nya.


Meow. Jawab Lin Ye.


“Dasar kucing sialan! Berani sekali kau menipu ku!” bentak prajurit tersebut sembari melemparkan batu pada Lin Ye.


Beberapa prajurit datang dan ikut melemparkan batu pada sosok yang menggantung di tali.


“Aw aw aw... Kenapa kalian melempari aku batu?” ucap Lin Ye kesakitan.


“Rasakan ini kucing sialan!” ucap prajurit yang lain.


“Berani sekali kau menyusup!”

__ADS_1


“Kau pantas mati!”


“Pergilah ke neraka!”


Lin Ye terkena banyak lemparan batu dari prajurit dan dia meringis kesakitan.


“Ayaaaaahhhhhhh” teriak Lin Ye dengan keras.


Lin Cheng yang sedang tertidur pulas langsung melompat kaget mendengar teriakan putranya. Ling Shi ikut terkejut karena ranjangnya bergetar. Setelah itu mereka segera keluar menuju kamar Lin Ye.


“Bukannya itu suara adik keempat?” ucap Lin Ya, Lin Yi dan Lin Yu yang langsung terbangun dan keluar dari kamar mereka masing-masing menuju kamar Lin Ye.


“Hei kucing sialan! Siapa yang kau panggil ayah?”


“Dasar kucing tidak tahu diri!” ucap prajurit yang masih melempari batu pada Lin Ye.


“Ibu, ayah!” ucap Lin Ya, Lin Yi dan Yu bersamaan.


“Lin Ye?!” panggil Lin Cheng yang tidak melihat Lin Ye di kamarnya.


“Ayaaaah” teriak Lin Ye. Mereka segera menuju balkon dan melihat ke bawah.


“Lin Ye?” ucap Lin Cheng sembari melihat ke bawah.


“Ayah, Ibu, kakak, tolong aku!” jawab Lin Ye.


Lin Cheng mendekatkan lentera pada seseorang yang sedang menggantung di bawah balkon dan mereka semua terkejut melihat Lin Ye di sana.


“Adik keempat?!”


“Lin Ye?!”


“Pangeran Keempat?!” ucap semua prajurit terkejut melihat orang yang mereka lempari ternyata Lin Ye, Putra Kaisar.

__ADS_1


~•~


Di sebuah kedai makan terdapat dua orang memakai pakaian serba hitam dan penutup kepala dengan basis kultivasi alam luar jiwa sedang berbincang dengan serius.


“Kita tidak bisa membiarkan para pangeran tetap hidup, mereka akan menjadi penghalang besar bagi kita!” ucap salah satu dari mereka dengan suara lirih tetapi masih bisa didengar oleh temannya.


“Benar! Semua orang-orang kita mati hari ini karena kekuatan gabungan para pangeran. Kenapa tiba-tiba mereka menyatukan kekuatan?” ucapnya sembari meneguk wine.


“Sepertinya mereka telah menyadari penghianatan kita” jawab temannya


“Bagaimana bisa? Bukankah kita bergerak secara sembunyi-sembunyi?”


“Aku tidak tahu, yang pasti kita harus membunuh mereka semua!” ucapnya teguh.


“Kita mulai dari Pangeran keempat, dia yang paling lemah diantara mereka berempat. Kita tidak bisa membiarkannya tumbuh seperti kakaknya yang lain!”


“Kapan kita akan beraksi?”


“Sekarang, kita tunggu semua anggota istana tidur”


Beberapa jam mereka menunggu, akhirnya mereka berdiri di salah satu sudut istana yang sepi. Tetapi hal yang tidak terduga terjadi, mereka melihat seseorang sedang di lempari batu.


“Apa yang terjadi?” tanya nya.


“Kita lihat situasi disini dulu” jawab temannya. Temannya yang lain mengangguk.


Setelah beberapa menit memperhatikan, mereka tersenyum melihat orang incarannya sedang menggantung di sana.


“Pangeran keempat?!” ucap mereka bersamaan.


“Siapkan panah, kita akan membunuh pangeran keempat dari sini!”


~•~

__ADS_1


__ADS_2