Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa

Reinkarnasi Putra Kaisar Dewa
Ch. 11 -- Adik Kecil


__ADS_3

Lin Ya, Lin Yi dan Lin Yu masuk ke dalam istana setelah menghancurkan semua pengacau yang berada di dalam ibukota. Itu semua mereka lakukan karena tidak berhasil menemukan Lin Ye dimana pun, alhasil para pengacau itu menjadi sasaran kekesalan mereka bertiga.


Terlihat ayahnya sedang tertawa bersama Lin Ye di pangkuannya.


“Terus aku lari secepat kilat dari pembunuh itu” ucap Lin Ye dengan bangga.


“Haha, putra ayah memang hebat!” jawab Lin Cheng senang.


“Lin Ye?!” ucap Lin Ya, Lin Yi dan Lin Yu bersamaan.


Lin Ye dan Lin Cheng mengalihkan pandangannya ke sumber suara.


“Oh Putra ku kemarilah! Lin Ye sedang menceritakan aksi heroiknya melarikan diri dari pembunuh!” ajak Lin Cheng pada ketiga putranya yang lain.


“Ayah! Kepalaku benjol gara-gara Lin Ye. Kami mencarinya kemana-mana, kenapa dia ada di sini?” ucap Lin Yu kesal.


“Hmm?” Lin Cheng kebingungan. Lin Cheng mencoba memahami situasi saat ini. Wajah ketiga putranya tampak kesal dan seperti ingin mencabik-cabik Lin Ye.


Lin Ye memeluk ayahnya dengan manja tanpa mendengarkan ucapan Lin Yu.


“Jadi kalian mengeluarkan kekuatan penuh hanya untuk mencari Ye'er?” tanya Lin Cheng memastikan. Mereka bertiga mengangguk dengan cepat.


“Hahaha” Lin Cheng tertawa terbahak-bahak karena yang dimaksud pembunuh dari cerita Lin Ye adalah ketiga kakaknya.


“Ayah, kenapa ayah tertawa? Kami tidak terima atas perlakuan adik keempat!” ketus Lin Yi.

__ADS_1


“Benar ayah” sambung Lin Yu.


“Ye'er, minta maaflah pada kakak-kakakmu, tidak baik berbuat seperti itu” nasihat Lin Cheng dengan lembut.


Lin Ye melepaskan pelukannya pada Lin Cheng, dia berbalik menatap ketiga kakaknya yang menatap sengit dirinya.


“Lin Ye, segera minta maaf pada adik ketiga!” ucap Lin Ya. Sebenarnya Lin Ya masih kesal karena Lin Ye berhasil kabur untuk kedua kalinya dari kekuatan penuhnya, tetapi dia memilih bungkam karena malu.


“Kakak pertama pasti kesal padaku karena aku bisa menghindar dari serangan Phoenix kakak pertama” ceplos Lin Ye.


Lin Ya mengerutkan dahi karena yang diucapkan Lin Ye adalah benar.


“Hmm, kenapa bisa begitu?” tanya Lin Cheng penasaran.


“Adik keempat, bagaimana kau bisa tau rahasia kakak?”


“Itu terlihat jelas di mataku” ucap Lin Ye polos.


Lin Ya tidak puas dengan jawaban Lin Ye yang terdengar membingungkan. Lin Cheng yang melihat ketidakpuasan Lin Ya segera menjelaskan.


“Ya'er, Ye'er bisa melihat kelemahan yang ada pada diri orang lain. Jadi kalian tidak usah malu karena Ye'er bisa menghindari serangan kalian” jelas Lin Cheng. Mereka bertiga mengangguk mendengar jawaban yang lebih logis dari ayahnya.


“Adik keempat, teknik apa yang digunakan adik keempat pada saat melarikan diri?” tanya Lin Yi penasaran.


“Itu karena ini...” Lin Ye mengeluarkan sebuah buku teknik dari dalam cincin penyimpanan.

__ADS_1


“Tadaaaa, teknik seribu bayangan!” ucap Lin Ye bersemangat. Mereka bertiga menghampiri Lin Ye dipangkuan ayahnya di singgasana.


Lin Ye membuka buku tersebut dan Lin Ya, Lin Yi, Lin Yu berdiri di depan Lin Ye.


“Darimana adik keempat dapat buku teknik ini?” tanya Lin Ya sembari membaca teknik yang dipegang Lin Ye.


“Aku mencurinya dari tangan pencuri, hehe” jawab Lin Ye sombong.


“Ye'er, kau jangan melakukan hal berbahaya lagi” ucap Lin Yu.


“Benar Ye'er, kakak takut kakak terlambat menyelamatkan mu” jawab Lin Yi.


“Kakak tenang saja, aku ini jago melarikan diri. Apalagi aku jauh lebih hebat dari kalian!” ucap Lin Ye bercanda.


Ketiga kakaknya tidak membantah ucapan Lin Ye, dan itu sedikit membuatnya bingung.


“Kenapa kalian tidak membantah ucapan ku?” tanya Lin Ye penasaran.


“Hmm...? Kenapa kami harus membantah ucapan mu?” tanya Lin Yi.


“Benar, lagi pula kami percaya pada kekuatan mu, Ye'er!” jawab Lin Yu masih fokus membaca teknik.


“Kenapa kalian percaya begitu saja padaku?” tanya Lin Ye yang makin bingung.


“Karena kau adalah adik kecil ku!” ucap mereka bertiga bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2