
Hari ini adalah hari minggu,dimana semua orang sedang melakukan aktivitas diluar rumah bersama keluarga dan teman-teman mereka.Sama seperti Rega dan teman-temannya yang sepakat untuk jalan-jalan pagi bersama mengelilingi Kampung Saringan.Tetapi,ada sedikit kendala yang menghambat aktivitas mereka sekarang.
"Duh Rega mana sih? Dari tadi belum nongol juga,entar kalo gue kelamaan nunggu disini nanti gue bakal nyebur ke sawah sekalian renang sama bebek-bebek cerewet sampe sore!",cerocos Gilang kesal.
"Berisik banget lo! lama lama gue tutup muka lo pake tong sampah!",protes Reno yang sudah kewalahan mendengar protes si Gilang.
"Udah ah,lo berdua pake berantem segala coba gue telpon tuh anak",saran Endra menenangkan mereka berdua.
"Yaelah,Ndra gak dari tadi lo telpon dia",kesal Gilang.
"Namanya baru inget!",kata Endra emosi.
"Woy bro santai,jangan ngegas",lerai Reno menenangkan Endra yang kelihatan emosi.
"Woyyy lo bertiga ngapain sih ribut terus?",tiba-tiba orang yang ditunggu-tunggu pun tiba,ya siapa lagi kalau bukan Rega.
"Lama banget sih,Ga?",kesal Gilang dengan nada ketus khasnya.
"Maafin gue,tadi nyokap sama abang gue minta dianterin ke pusat perbelanjaan",kata Rega nyengir.
"Hmm pantesan",Reno menunjukkan raut muka kekesalannya.
"Udah deh,daripada berantem ayo jalan-jalan",ajak Endra lalu berlari mengajak Rega.
"Woyy tungguin!!!",teriak Reno dan Gilang serempak.
Mereka pun berlari kecil mengitari sawah dengan hawa yang sejuk dan segar membuat mereka berempat semakin semangat untuk berlari.Tiba-tiba,mendadak Gilang berhenti dengan muka ngos-ngosan.
"Lang,kok berhenti sih?",tanya Rega heran.
"Gue capek,Ga",kata Gilang dengan napas menderu.
"Yaelah,baru aja 12 langkah udah maen capek aja",timpal Reno meledeknya.
"Yaudah deh,lo sitirahat dulu sana",kata Rega santai.
"ISTIRAHAATT BAMBANGG!!",teriak mereka bertiga kompak.
"Hehe,ya maap typo",kata Rega nyengir sambil menunjukkan sederet gigi putihnya.
"Gue mau istirahat dulu!",kata Gilang.
"Mm,yuk istirahat di pondok itu hawanya adem",kata Endra mengajak ketiga sahabatnya itu.
"Lo bener,Ndra disini adem banget gue makin betah deh disini",kata Gilang sambil tiduran menatap langit-langit pondok tersebut.
"Kalian istirahat dulu aja deh,gue mau lanjut",kata Rega lalu bangkit berdiri.
"Oke nanti kita bertiga nyusul",kata Reno yang mulai meneguk air mineral dingin yang membuat tenggorokannya terasa segar.
"Bye,oh ya LANG JANGAN LUPA LARINYA YANG KENCENG BIAR LO GAK GEMUK LAGI!!!",teriak Rega dengan suara lantang hingga menjadi gaungan di seluruh area persawahan.
"LO PIKIR GUE APA? GUE KURUS BAMBANG!",balas Gilang berteriak tak kalah keras sambil berdiri seperti monyet kerasukan.
"Lang lo gila ya? Pake acara maen topeng monyet segala!",kesal Reno sambil menatap Gilang heran.
"Gue sehat kok!",kata Gilang santai.
Rega berlari sendirian menyusuri area persawahan yang hawanya lumayan sejuk dan segar.Ia mulai menghirup napasnya dalam-dalam agar bisa menikmati kesegaran yang ia rasakan di pagi hari.Pikirannya yang tenang membuatnya untuk fokus berlari jogging dengan keadaan tenang dan santai.Tiba-tiba BRUKKK!!!!!.Ada sebuah sepeda yang menabraknya,hingga membuat Rega jatuh tersungkur di jalanan.
"Maafin gue,elo gapapa?",tanya seorang perempuan yang seumuran dengannya.
__ADS_1
"Iya gue gapapa",kata Rega sambil memegangi lututnya yang berdarah.
"Astaghfirullah lutut lo....".
"Gapapa kok,cuma luka kecil",kata Rega berusaha bersikap netral di hadapan perempuan ini.
"Gue obatin dulu ya",kata perempuan itu,lalu mengambil kapas dan obat luka di keranjangnya yang sengaja ia bawa.
Rega menatap perempuan itu lekat dan tak sedikitpun niatnya untuk melepaskan pandangannya,sebelumnya Rega memang jarang memerhatikan perempuan selekat ini.Merasakan bahwa dirinya di perhatikan,perempuan itu mendadak salting alias salah tingkah.
"Nama lo siapa?",tanya Rega penasaran.
"G-gue Verena Razetta,panggil aja Veren",kata Veren memperkenalkan dirinya sambil memoleskan obat luka di lutut Rega.
"Ohh nama lo bagus,kenalin juga gue Regarys Azegar",kata Rega selembut mungkin.
"Ohh,panggilannya?",tanya Veren bingung.
"Ohh panggil aja Rega,panggil Azegar atau Zegar juga bisa",kata Rega mulai cerewet dihadapan Veren,biasanya Rega tak pernah bersikap seperti ini kepada perempuan lain,termasuk teman sekelasnya sendiri.
"Hehehe lo cerewet banget sih",kata Veren terkekeh geli.
"Hahaha iyaa",kata Rega tersenyum malu.
"Btw lutut lo masih sakit gak?",tanya Veren memastikan.
"Enggak kok,udah mendingan",kata Rega sambil sesekali melirik Veren yang masih menempelkan perban di lututnya.
"Bentar lagi sembuh kok",kata Veren meyakinkan.
"Ohh iya makasih banyak ya",kata Rega memberikan senyuman manis yang pertama kali ia keluarkan untuk Veren.
"Iya sama sama",balas Veren ikut tersenyum.
"Ehh agak sih",kata Rega jujur.
"Gue ada kue coklat nih,tapi gak ada yang makan gue pengen kasih ke elo,mau?",tawar Veren sambil menyodorkan kue berlapis selai coklat buatannya sendiri.
"Bener nih makasih",ucap Rega dan tanpa aba-aba,ia langsung melahap kue itu hingga habis.
"Ohh ya gue pergi dulu takut ditungguin nih",kata Veren bangkit dan berjalan menuju sepedanya.
"Di tungguin siapa?",tanya Rega penasaran.
"Sepupu gue,gue pergi dulu ya bentar lagi luka lo sembuh kok",kata Veren lalu mengayuh sepedanya.
"Hati-hati ya",pesan Rega dengan senyuman manisnya.
"Hehe iyaa",balas Veren sambil menganggukan kepalanya,lalu pergi meninggalkan Rega yang masih memandangnya dari kejauhan.
Rega senyum-senyum sendiri dan masih memandang Veren yang mengayuh sepedanya dari kejauhan.Ia merasa di dalam dirinya ada sebuah perasaan yang bergejolak,mungkin Rega sedang merasakan jatuh cinta dengan sosok Veren yang telah berbaik hati menolongnya dan mengobati lukanya yang terasa perih.
Tiba-tiba,ketiga temannya muncul di belakang tubuh Rega yang tinggi.
"Ga??",panggil Endra.
"Ehh,ishh ngagetin aja!",kata Rega yang baru tersadar.
"Lo ngapain senyum-senyum?",tanya Reno penasaran,sekaligus curiga.
"Ogak,gue gak senyum",sangkal Rega sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Heh kita bertiga tadi lihat lo senyum-senyum sendiri kek orang gila,lo kesambet apa sih? Kesambet colokkan rice cooker?",tanya Gilang curiga.
"Udah deh,gue gapapa",kata Rega berusaha meyakinkan agar teman-temannya memercayainya.
"Ala,lo bohong kan?",tanya Gilang sekali lagi.
"Yaelah gue gapapa,oh iya katanya kita berempat bakal lewat stasiun,gue pengen kesana",kata Rega berusaha mengalihkan pembicaraannya.
"Okelah ayok",ajak Endra sambil merangkul bahu keempat sahabatnya.
Mereka pun sampai di sebelah stasiun besar yang ada di kota mereka.Seperti biasa,mereka akan melakukan hunting kereta api,memotret kereta api,dan berbicara dengan pegawai kereta api sekaligus menyapa masinisnya.Endra dan Rega menyediakan tripot kesayangan mereka.Lalu,mereka segera mengambil kereta api yang melewati atau berhenti di stasiun ini.Tiba-tiba,Gilang menghilang entah kemana.
"Eh Gilang mana? Dari tadi dia gak nongol?",kata Endra merasa heran.
"Gue tadi lihat dia lari lari kayak harimau kelaperan kearah sana",kata Reno sambil menunjuk keraha timur stasiun.
"Yaelah,tuh anak gak ada abisnya lari-lari terus,lama lama gue kejar sampe kutub",kata Endra sambil menepuk jidatnya kesal.
Kedua temannya masih sibuk membicarakan dan mencari dimana Gilang berada,sedangkan Rega masih duduk dengan kedua lutut yang di peluk oleh tangannya.Ia masih memikirkan Veren yang terus mengisi kegundahan hatinya.
Rega sangat kepo tentang kehidupan Veren,dimana dia tinggal,dan dimana dia bersekolah.Sungguh,ia benar-benar ingin mengetahuinya,tapi apa dayalah dia jika tak tahu apa-apa tentang Veren.Rega masih enggan untuk memberitahukan siapa yang telah mengisi hatinya kepada teman-temannya.Tiba-tiba,Gilang datang bersama pacarnya,Cherlin.
"Eyy",panggil Gilang.
"Gilang??",tiba-tiba Rega kaget dengan kehadirannya.
"Lo kok kaget? kayak ketemu artis hollywood aja,gue mirip ya sama mereka?",kata Gilang menyombongkan dirinya.
"Ihh,Gilang lo jadi orang kepedean banget sih",protes Cherlin kesal.
"Ya maaf,Cher kan gue pedenya hanya di depan lo aja soalnya kan gue ganteng di mata lo",kata Gilang sambil tersenyum kearah Cherlin.
"Mimpi lo",protes Cherlin.
"Lang,lo tadi dicari sama Endra dan Reno",giliran Rega yang berbicara.
"Lah ngapain mereka cari gue? Oh iya kan mereka fans berat gue",kata Gilang membanggakan dirinya lagi.
"Kata siapa kita berdua fans berat lo?",tiba-tiba suara Endra dan Reno mengagetkan Rega,Gilang,dan Cherlin.
"Lo tuh dari dulu gak pernah berubah,tingkat kepedeanya masih sama",kata Reno sambil memukul pantat Gilang kesal.
"Aduhh sakit",kata Gilang pura-pura kesakitan sambil mengusap pantatnya.
"Rasain tuh!!",kesal Reno.
"Udah deh,No lo tuh jangan bikin ribut terus",tegur Endra.
"Yaa maap,Ndra",kata Reno sambil memutar bola matanya kesal.
"Lo tadi kemana aja hah?",tanya Endra heran sekaligus curiga.
"Iya dari tadi kita cariin sampe muter muter stasiun!",timpal Reno.
"Tadi kebetulan gue ketemu sama Cherlin jadi ya gue pergi dulu berduaan sama Cherlin",kata Gilang nyengir sambil menunjukkan sederet gigi putihnya.
"Yaelah itu alasannya?",kesal Endra.
"Iyalah,apalagi",jawab Gilang asal.
"Serah lo deh",kata Reno sebal.
__ADS_1
Teman-temannya masih sibuk mengintrogasi Gilang yang tadinya menghilang.Rega hanya diam melihat teman-temannya yang kesalnya sudah memuncak bagaikan gunung berapi yang siap meletus kapanpun.Sepertinya,Rega sedang memikirkan sesuatu hal tentang Veren.Dia masih penasaran dengan Veren dan sekarang pikirannya hanya di penuhi oleh bayangan wajah Veren yang cantik dan manis.
"Mulai sekarang gue harus bisa perjuangin dia,semangat Rega!",batin Rega menyemangati dirinya sendiri.