Remaja Smanker

Remaja Smanker
Di Rumah Sakit (3)


__ADS_3

Akhirnya,Vero pulang dari kuliahnya dan bergegas menuju ke rumah sakit untuk menemui Veren.


Suasana malam hari yang dingin dan mencekam membuat Vero yang melajukan mobilnya dengan cepat agar bisa menjaga Veren.


"Assalamualaikum,Hai adekku where are you??",sapa Vero membuka pintu,tapi tak ada Veren disana.


"Woyy Veren?? Kamu dimana??",teriak Vero masuk kedalam ruangan.


"Verenn!!,duh jangan jangan adek sepupu kesayangan gue diculik,entar gue dimarahin sama Varel lagi pas dia balik",pekik Vero takut dan panik.


"Emang bang Varel pulang?",tanya Veren antusias.


"Ehh yang dari tadi dicariin akhirnya nongol juga di depan aku",kata Vero yang sudah bertolak pinggang di hadapan Veren.


"Hehe gue abis buang hajat sebentar",ujar Veren yang bersusah payah menarik infusnya.


"Lain kali ya Veren adek sepupuku yang paling aku sayangi,lain kali kalau kamu gak ada di ruangan pas ada abang sepupu kamu yang paling ganteng ini masuk,dijawab dong salamnya!",kesal Vero menghentakan kakinya.


"Ya maap",ucap Veren polos.


"Iya deh",sahut Vero membelai rambut Veren.


"Oh ya,tadi kan bang Vero ngomong tentang bang Varel,jadi kapan dia pulang?",tanya Veren lebih antusias.


"Aku gak tahu,mungkin tiga bulan lagi",kata Vero yang memandang Veren dengan ekspresi kecewa.


"Yahh,aku kangen banget sama bang Varel",ucap Veren mengeluarkan air matanya yang tak sanggup ia tahan.


"Sabar ya,aku yakin dia pasti pulang kok demi adik kesayangannya",kata Vero berusaha menenangkan Veren agar dia terlihat lebih ceria dihadapannya.


"Iya bang",Veren menangis sambil menundukkan kepalanya.


"Eh iya katanya Rega mau kesini ya?",tanya Vero mengalihkan pembicaraannya.


"Hah? Abang kok tahu?",tanya Veren balik dan mulai berhenti menangis.


"Iyalah,tadi abang di wa sama Rega",jelas Vero.


"Ohh gitu ya".


"Yaudah kamu nonton tv dulu sana,abang mau keluar sebentar cari makan buat kamu sama Rega nanti",sahut Vero mengambil kunci mobil di atas meja.


"Iya deh,hati hati ya",ujar Veren yang sibuk menonton tv.


"Siapp",balas Vero,lalu membuka pintu dan menutupnya kembali.


Suasana di kamar Veren sunyi.Hanya terdengar suara siaran acara dari tv yang ia tonton.Jam menunjukkan angka delapan,tapi Rega tak kunjung datang.Tiba-tiba,ada suara ketukan dari arah pintu kamarnya dan munculah sosok kepala.


"Hai Veren",sapa Rega tersenyum manis.


"Hai juga",balas Veren melanjutkan acara tv nya.


"Nunggu lama ya?",tanya Rega menarik bangku dan duduk di sebelah ranjang Veren.


"Lumayan sih,tapi gapapa",kata Veren santai.


"Oh ya kok lo sendirian?",tanya Rega keheranan.

__ADS_1


"Iya tadi bang Vero kesini sebentar,terus keluar lagi cari makan buat gue sama lo",sahut Veren yang asik menonton tv.


"Tadi gue ngechat lo tapi kaga di bales",ucap Rega memandang wajah cantik Veren.


"Oh iya? Maaf ya dua hari ini gue jarang main ponsel gue hehe",sahut Veren nyengir.


"Iya gapapa,terus ponsel lo dimana?",tanya Rega yang mengamati seluruh ruangan mencari keberadaan ponsel Veren.


"Di tas gue deket sofa",kata Veren menunjuk kearah tas berwarna biru navy dan merah muda yang bermotif burung flamingo.


Rega pun mengambil tas milik Veren dan membiarkan Veren untuk mencarinya sendiri,karena baginya tidak sopan mengambilkan sesuatu di tas atau benda yang bukan miliknya.


"Nah ini ponsel gue",ujar Veren lalu menyalakan ponselnya dan membuka aplikasi whatsapp.


"Ada chat gue kaga?",tanya Rega penasaran.


"Eh iya ada nih hehe,maaf kaga gue bales orangnya udah muncul di samping gue",kata Veren tertawa menggoda Rega.


"Iya deh gapapa,apa sih yang enggak buat lo",sahut Rega menggenggam tangan Veren dengan mesra.


"Ishh ada ada aja lo Ga",ketus Veren kesal,lalu tangannya menepis tangan Rega dengan halus.


"Ya maap,udah kebawa suasana berduaan sama lo",ujar Rega cengengesan.


"Iya deh,eh ada chat nih",kata Veren yang membuka room chatnya dengan seseorang.


"Siapa tuh?",tanya Rega dengan tampang muka yang curiga.


"Sepupu gue si Rio",sahut Veren yang masih sibuk chat an bersama sepupunya.


"Oh kirain siapa",kata Rega dengan perasaan lega.


"Wihh ada yang berduaan nih keluar ah",goda Vero sambil tersenyum jahil.


"Apaan sih bang,kita cuma ngobrol aja kok",sahut Veren dengan nada ketus.


"Hehe iya deh nih gue bawain nasi campur sama martabak plus terang bulan",kata Vero yang meletakkan makanannya diatas meja.


"Wihh banyak banget bang,entar mulut Veren meleleh nih minta makan",sahut Veren langsung menyambar terang bulan kesukaannya.


"Heh makan nasi dulu!!",pinta Vero yang mengejutkan Veren.


"Iya iya",kata Veren memutar bola matanya dengan malas.


"Lo kaga makan?",tanya Vero kearah Rega yang tersadar dari lamunannya saat memandang Veren makan.


"Kaga deh bang,gue udah makan dirumah",tolak Rega lalu memandang Veren yang asyik makan,ingin sekali dia menyuapi Veren tapi niatnya itu ia urungkan.


Merasa dirinnya diperhatikan oleh Rega,sontak Veren langsung salah tingkah dan rasa malu pun mulai muncul di wajahnya.Ia berusaha meredam perasaan malunya dengan bersikap lebih santai.


"Ngapain lihatin gue?",tanya Veren melirik Rega kesal.


"Abis lo cantik di mata gue",sahut Rega menatap Veren dengan pandangan teduhnya.


Veren tersedak kaget dengan ucapan Rega yang barusan dikatakan kepadanya.Rega yang melihat Veren tersedak langsung mengambilkan minum.


"Minum dulu Ren",pinta Rega yang gelasnya langsung disambar oleh Veren dan meneguknya.

__ADS_1


"Pelan pelan!",sahut Vero melihat Veren yang meneguk air putih dengan cepat.


"Ahh",Veren merasa lega.


"Lo kaget ya denger perkataan gue?",ujar Rega dengan senyum manisnya.


"Iy...Eh gak,kata siapa gue kaget tadi cuma nasinya tiba tiba tertelan",sangkal Veren melanjutkan makannya.


"Ala bilang aja lo bohong sama gue",sahut Rega menatap Veren lekat.


Veren tidak menghiraukan dan tetap melanjutkan makannya.Rega yang merasa perkataannya tak direspon oleh Veren hanya bisa menghela napasnya berat.Veren yang melihatnya hanya menahan tawa.


"Oh iya Ren,besok lo dibolehin pulang",kata Vero tiba-tiba.


"Yang bener bang??",pekik Veren senang.


"Mana mungkin gue bohong sama sepupu kesayangan gue",ucap Vero dengan senyumnya yang berseri-seri.


"Asyikkk boleh pulang nih!",Veren berteriak layaknya bocil yang kegirangan.


"Veren kecilin dikit dong volumenya,ini rumah sakit",tegur Rega sambil menempelkan jari telunjuknya di mulut Veren.


"Eh iya gue lupa,emm maaf telunjuk lo..",kata Veren.


"Oh iya maaf",ucap Rega yang menyingkirkan telunjuknya dari mulut Veren.


"Lah ngapain gak dilanjutin? seru nih kek nonton film romantis di bioskop",sahut Vero yang melihat adegan romantis antara Rega dan Veren.


"Isshh bang Vero mah bisa aja",kesal Veren bertolak pinggang menatap Vero sebal.


"Hehehe abis seru banget",ujar Vero nyengir.


Veren memasang muka kesal kearah Vero dan mengalihkan pandangannya kearah ponselnya.


"Ren,gue pulang dulu ya udah malem takut dicariin sama nyokap gue",pamit Rega.


"Eh iya,tapi ini udah malem banget loh",kata Veren menatap jam dinding yang letaknga tepat diatas tv.


"Gapapa gue bisa jaga diri",Rega memberikan senyum tulusnya dan Veren berusaha menahan senyum malunya.


"Yaudah",jawab Veren singkat.


"Bang gue balik dulu ya",pamit Rega kearah Vero.


"Ya deh,ati ati jangan sampai lo di godain sama preman pacarnya trotoar jalanan",pesan Vero yang mulutnya dipenuhi oleh makanan.


"Bang Vero mah kaga jelas banget!",kesal Veren.


"Hihihi..",Vero hanya cekikikan.


"Oke,Rega yang gantengnya sedunia pulang dulu ya,Assalamualaikum",pamit Rega menunjukkan wajah tampannya di depan Veren.


"Pede banget jadi orang,Waalaikumsalam",balas Veren sambil menggelengkan kepalanya heran.


"Waalaikumsalam",balas Vero ikutan.


◆◆◆

__ADS_1


to be continued....


__ADS_2